Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir triwulan III 2018

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir triwulan III 2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2018 tercatat 359,8 miliar dolar AS, yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 179,2 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 180,6 miliar dolar AS. ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2018 tersebut tumbuh 4,2% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,7% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN pemerintah, di tengah meningkatnya pertumbuhan ULN swasta. ULN pemerintah tumbuh melambat pada triwulan III 2018. Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan III 2018 tercatat 176,1 miliar dolar AS atau tumbuh 2,2% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,1% (yoy). Selain tumbuh melambat, posisi ULN Pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan II 2018 karena turunnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing. Hal ini turut dipengaruhi oleh kondisi pasar SBN dalam negeri yang terimbas tingginya ketidakpastian global. ULN swasta pada triwulan III 2018 mengalami peningkatan. Posisi ULN swasta pada akhir triwulan III 2018 tumbuh 6,7% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,8% (yoy). ULN swasta tersebut terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,7%, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya. Perkembangan ULN Indonesia tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan III 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,8% dari total ULN. Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar jatuh secara luas di tengah komentar yang hati-hati dari dua pejabat Federal Reserve AS tentang pertumbuhan ekonomi global, sementara sterling naik menyusul kerugian terkait kekhawatiran tentang kesepakatan Brexit. Selain Itu fokus pasar akan tertuju pada pertemuan Eurogroup Meeting dan FOMC Member Williams Speaks yang akan dirilis pada pukul 22.45 WIB.

Potensi pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di level 1227 – 1230 karena dolar AS yang turun setelah pejabat Federal Reserve AS memperingatkan komentar yang memberi keraguan tentang prospek kenaikan suku bunga. Semantara itu Support emas berada pada level 1218 – 1215.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 56.50 – 56.20 karena kekhawatiran pasokan yang berlebih dan menurunya permintaan terhadap minyak mentah, untuk resisten minyak berada pada level 57.75 – 60.00.

EURUSD

Melemahnya dolar dan harapan bahwa Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte sedang mencari untuk bekerja dengan Uni Eropa atas anggaran pemerintah 2019 berpeluang menopang EURUSD menguji resisten di 1.1450 – 1.1475. Support berada pada kisaran 1.1375 – 1.1355.

GBPUSD

Perdana Menteri Inggris Theresa May meraih dukungan dari beberapa pendukung utama Brexit dengan rancangan rencananya bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada bulan Maret berpeluang menopang GBPUSD menguji resisten di 1.2880 – 1.2920. Support EURUSD berada pada kisaran 1.2765 – 1.2735.

USDJPY

Dolar yang jatuh atas komentar The Fed dan potensi meningkatnya permintaan terhadap aset aman berpeluang terus menekan USDJPY menguji level support di kisaran 112.30 – 112.00, kegagalan harga menembus level support akan berpotensi mendorong kenaikan USDJPY menguji level resisten di 113.05 – 113.25.

AUDUSD

Bagusnya data tenaga kerja Australia berpeluang mendorong kenaikan suku bunga Australia lebih cepat, hal ini berpeluang menopang penguatan AUDUSD bergerak menguji resisten di level 0.7340 – 0.7365. dan untuk level support AUDUSD berada pada level 0.7280 – 0.7265.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 19/11/2018 pukul 10.22 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.