Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2019

  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2019, sesuai dengan pola di awal tahun, dan diprakirakan kembali meningkat pada triwulan II-2019. Perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2019 sebesar 50,0%, lebih rendah dibandingkan dengan 71,7% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan tersebut terutama bersumber dari kredit modal kerja dan kredit investasi. Pertumbuhan kredit baru diprakirakan akan meningkat pada triwulan II-2019, didorong oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi, risiko penyaluran kredit yang rendah, rasio kecukupan modal yang meningkat, dan likuiditas yang cukup. Sejalan dengan prakiraan peningkatan penyaluran kredit baru pada triwulan II-2019, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar pada periode yang sama. Hal ini tercermin dari prakiraan indeks lending standard triwulan II-2019 sebesar 12,4%, lebih rendah dibandingkan dengan 13,6% pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit konsumsi, dengan aspek biaya persetujuan kredit dan jangka waktu kredit yang lebih longgar. Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 11,6%. Optimisme tersebut didorong oleh prakiraan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik pada 2019 dan risiko penyaluran kredit yang relatif rendah.

EKONOMI GLOBAL

  • Perilisan data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 8:30 WIB berpeluang akan menjadi penggerak pasar di awal perdagangan hari Kamis, khususnya dollar Australia. Selanjutnya perhatian akan tertuju pada perilisan data indeks jasa dan manufaktur dari sejumlah negara zona Euro untuk mencari petunjuk tingkat kesehatan ekonomi di kawasan tersebut di tengah pandangan yang kurang optimis dari pejabat European Central Bank baru-baru ini. Setelah itu perilisan data penjualan retail Inggris berpeluang akan menjadi kunci bagi pergerakan poundsterling di tengah data inflasi yang pesimis dan masih belum jelasnya perkembangan Brexit setelah baru-baru ini diberitakan masih buntunya negosiasi antara PM May dengan pemimpin Oposisi. Di sesi Amerika, perilisan data penjualan retail AS akan menjadi fokus utama investor yang berpeluang akan memicu volatilitas di pasar keuangan.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sedang solidnya sentimen risk appetite untuk menguji level support di $1270 – $1265. Namun, jika bergerak naik, level resisten terlihat di $1278 – $1283 dengan para pelaku pasar akan menantikan perilisan data penjualan retail AS pada pukul 19:30 WIB untuk petunjuk pergerakan harga emas lebih lanjut.

Minyak

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah isu bahwa kesepakatan OPEC dengan sekutunya akan berakhir di semester pertama tahun ini dengan menguji level support di $63.40 – $62.90. Namun jika pasar mempertimbangkan turunnya cadangan AS, harga minyak berpeluang untuk bergerak naik menguji resisten di $64.20 – $64.70.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1270 – 1.1220 jika data indeks manufaktur dan jasa dari sejumlah negara zona Euro yang dirilis mulai pukul 14:15 WIB hingga 15:00 WIB dilaporkan menunjukkan hasil yang pesimis. Sebaliknya, jika data menunjukkan hasil yang lebih baik dari estimasi berpotensi mendorong kenaikan EURUSD untuk menguji level resisten di 1.1330 – 1.1380.

GBPUSD

Sinyal data ekonomi Inggris terakhir dan ketidakpastian Brexit berpeluang memicu pelemahan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3010 – 1.2960. Namun, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menargetkan resisten di 1.3070 – 1.3120 jika data penjualan retail Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB menunjukkan hasil yang optimis.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring optimisnya data manufaktur Jepang dan melemahnya dollar AS untuk menguji support di 111.70 – 111.20. Namun jika sentimen risk appetite kembali mendominasi pasar, USDJPY berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 112.30 – 112.80.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 0.7200 – 0.7240 jika data tenaga kerja Australia diriils lebih baik dari estimasi. Sebaliknya, jika data dirilis pesimis, AUDUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji support di 0.7140 – 0.7100.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 18/04/2019 pukul 16.16WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.