Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan kinerja penjualan eceran pada September 2018 tetap optimis

  • Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan kinerja penjualan eceran pada September 2018 tetap optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2018 yang tumbuh 4,8% (yoy), meskipun tidak setinggi pertumbuhan IPR Agustus 2018 yang sebesar 6,1% (yoy). Kinerja penjualan eceran didukung oleh penjualan eceran pada subkelompok komoditas Sandang dan kelompok komoditas Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh positif pada Oktober 2018. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan IPR yang diprakirakan tumbuh 3,9% (yoy). Pertumbuhan penjualan eceran diprakirakan masih didorong oleh penjualan sub kelompok komoditas Sandang dan kelompok komoditas Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran akan sedikit mengalami peningkatan dalam tiga bulan mendatang. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 159,3 lebih tinggi dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya.
  • Kinerja Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut rally. ICBI menguat +0,24% ke level 234,5088 ditopang oleh INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang naik +0,26% ke level 229,7400. INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) kemarin naik paling rendah yakni sebesar +0,08% ke level 257,9459. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish terutama pada tenor menengah-panjang. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing turun sebesar –3,96bps dan –3,10bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) turun tipis sebesar –0,55bps. Secara keseluruhan, rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –2,84bps. INDOBeXG-Effective Yield pada end of day kemarin berada di level 8,3269% (-0,0393poin). Harga kelompok SUN benchmark ditutup menguat pada keempat serinya dengan rata-rata sebesar +42,34bps di akhir sesi end of day. Harga SUN benchmark naik di rentang +8,07bps hingga +64,68bps. Mayoritas harga SBN tipe FR turut didominasi menguat dengan rata-rata kenaikan sebesar +24,49bps. Sementara rata-rata harga SBN tipe ORI turun sebesar –4,86bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin naik +0,25% ke level 106,9226. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi berlangsung semarak. Total frekuensi naik +43,83% dari 486 kali menjadi 699 kali, bahkan total volume naik signifikan yakni +148,03% dari Rp11,53tn menjadi Rp28,61tn. Seri-seri SUN tenor panjang tampak yang paling solid ditransaksikan dengan kenaikan total volume mencapai Rp12,95tn dalam sehari perdagangan. Total volume terbesar pada perdagangan kemarin tercatat sebesar Rp8,89tn oleh seri FR0065. Sementara frekuensi teraktif tercatat sebanyak 110 kali oleh seri FR0078. Pada transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat sebesar Rp190miliar oleh SMFP04ACN6, dan frekuensi teraktif tercatat sebanyak 18 kali oleh ADHI02CN1. Setelah sempat melemah pada sesi siang, mayoritas harga SBN berhasil ditutup menguat pada akhir sesi end of day dan mendorong kurva IBPA-IGSYC bergerak bullish. Penguatan tersebut terpicu oleh hasil pelaksanaan lelang SBN yang cemerlang. Total penawaran masuk pada lelang kemarin tercatat yang tertinggi sejak pertengahan Januari 2018 dengan oversubscribed 5,95 kali. Peserta lelang juga tampak meminta yield yang lebih rendah dari midday yield IBPA yang mencerminkan optimisme investor terhadap pasar obligasi Indonesia. Pelaksanaan lelang SBN juga mendorong aktivitas pasar sekunder obligasi berlangsung semarak. Dari 4 seri FR yang dilelang, 3 seri diantaranya tercatat sebagai seri yang ditransaksikan dengan 3 total volume transaksi terbesar, yakni FR0065 (Rp8,89tn), FR0075 (Rp7,82tn), dan FR0077 (Rp2,26tn). Katalis positif di pasar sekunder kemarin datang dari penguatan Rupiah di pasar Spot sebesar +173poin ke level Rp14.804/US$. Rally harga berpotensi mewarnai seri-seri SBN pada perdagangan hari ini. Euforia hasil lelang SBN dan penguatan Rupiah di pasar Spot yang terpicu oleh meredanya persepsi risiko global masih akan menjadi katalis positif bagi kinerja pasar SBN. Meski demikian, pasar obligasi juga berpotensi dibayangi faktor trading.

EKONOMI GLOBAL

  • Di awal perdagangan sesi Asia hari ini, pergerakan harga di pasar sudah sangat volatil dipicu oleh perhitungan suara hasil Pemilu Kongres AS. Hingga kini Partai Republik (partai pemenangan Presiden Trump) terlihat punya potensi memenangkan suara terbanyak. Awalnya kekuatan dollar yang dilihat dari indeks dollar dibuka gap down karena Partai Demokrat diberitakan mendominasi perolehan suara. Satu jam kemudia, dollar mampu berbalik arah dan menguat tajam karena selama perhitungan suara berlangsung Partai Republik punya peluang mendominasi. Hingga perhitungan berakhir, tampaknya pergerakan pasar akan sangat volatil terutama terkait kekuatan dollar. Belum ada rilis data penting dari negara utama, pergerakan dollar berpotensi mendominasi sentimen pasar.

Potensi Pergerakan

Emas

Di perdagangan sesi Asia, dollar sedang menguat. Jika penguatan dollar berlanjut, pelemahan harga emas berpotensi mengincar 1218. Potensi pelemahan dollar berpeluang membawa harga emas menguat mengincar level 1234.

Minyak Mentah

Kemarin Presiden Trump melonggarkan sanksi Iran dengan mengijinkan ekspor ke negara konsumen minyak dari Iran. Laporan suplai minyak AS dari EIA pukul 22.30 WIB nanti berpotensi memicu volatilitas harga minyak. Jika data memperlihatkan adanya pengurangan suplai minyak AS secara signifikan, maka harga minyak berpeluang menguat menjauhi level terendah 7 bulannya mengincar area 63.00. Jika kekhawatiran oversupply masih menjadi sentimen, pelemahan harga minyak selanjutnya berpotensi ke 60.45.

EURUSD

Potensi pelemahan EURUSD mengincar 1.1340 jika dollar mendapat sentimen positif dari hasil Pemilu Kongres. Peluang arah berbalik dengan resisten 1.1475.

GBPUSD

Meski ada sentimen positif dari optimisnya para pelaku pasar terhadap Brexit pasca rapat kabinet kemarin, tampaknya pergerakan dollar akan mendominasi sentimen penggerak GBPUSD. Potensi pelemahan mengincar support 1.3025 selama harga bergerak di bawah 1.3130 sekaligus sebagai resisten terdekat.

USDJPY

Data indeks rata-rata upah Jepang yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi semakin menguatkan dollar terhadap Jepang. USDJPY berpeluang lanjutkan kenaikannya mengincar 114.00. Support di area 113.20.

AUDUSD

Sentimen penguatan dollar sudah membuat AUDUSD bergerak melemah di sesi Asia hari ini. Potensi pelemahan selanjutnya mengincar 0.7190 dengan area resisten di 0.7240.

 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 07/11/2018 pukul 10.00 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya