Senin, 31 Mei 2021

  • Perdagangan Jumat, Pasar Obligasi Berlanjut Sideways. Seluruh indeks return obligasi Indonesia kompak menguat. Penguatan terjadi pada rentang +0,04% hingga +0,06%. Pada sesi Jumat sore, harga SUN seri fixed rate bergerak di rentang –19,74bps hingga +22,98bps dan mencatatkan kenaikan rata-rata meski tipis yakni +1,83bps. Rata-rata perubahan harga sukuk negara juga naik tipis +0,13bps. Yield obligasi negara berlanjut mixed. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun naik +0,19bps dengan tekanan naik banyak terjadi pada tenor panjang. Pasar sekunder obligasi sepi transaksi dengan total volume tercatat sebesar Rp15,00tn (-33,46%) dan total frekuensi 1.508 transaksi (-30,67%). Pada hari terakhir perdagangan di pekan ini, harga obligasi semakin bergerak terbatas yang tercermin dari rentang pergerakan harga. Belum adanya sentimen dominan diperkirakan mendorong investor melakukan trading dalam jangka pendek. Namun, semakin membaiknya data tenaga kerja di AS diperkirakan menyebabkan naiknya yield tenor panjang. Today’s Outlook Pasar obigasi diprerdiksi berlanjut sideways pada perdagangan Senin. Masih minimnya sentimen lanjutan dominan baik dari global maupun dalam negeri berpotensi mendorong pasar akan lebih diwarnai aksi wait and see data inflasi Indonesia bulan Mei yang dijadwalkan rilis pada tanggal 2 Juni. Selain itu, investor juga terus mencermati perkembangan kasus aktif Covid-19 dalam negeri yang dalam seminggu ini masih berada di atas 5.000.
  • Bank Indonesia (BI) terus memperkuat transparansi suku bunga kredit perbankan guna mempercepat transmisi kebijakan moneter kepada suku bunga kredit perbankan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha. Demikian disampaikan   Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam kegiatan Peluncuran Buku “Kebijakan Makroprudensial di Indonesia” yang dirangkaikan dengan Seminar “Peran Kebijakan Makroprudensial dalam Pemulihan Ekonomi”pada hari ini (28/5) secara virtual. Penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan telah diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru namun secara terbatas dan belum sepadan. Penurunan SBDK sebesar 174 bps selama periode Maret 2020 hingga Maret 2021 hanya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru sebesar 59 bps. Transmisi suku bunga kebijakan yang lebih baik ke suku bunga kredit dalam bentuk penurunan suku bunga kredit yang sepadan, diharapkan akan mampu meningkatkan permintaan kredit sehingga membantu pemulihan ekonomi. Sejak Februari 2021, BI telah mempublikasikan Asesmen Transmisi Suku Bunga Kebijakan Kepada Suku Bunga Dasar Kredit Perbankan. Langkah ini ditujukan untuk mendukung percepatan transmisi kebijakan moneter serta memperluas diseminasi informasi kepada konsumen baik korporasi maupun individu guna meningkatkan tata kelola, disiplin pasar, dan kompetisi di pasar kredit perbankan. Lebih lanjut, Destry Damayanti menyampaikan bahwa kebijakan makroprudensial makin menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19, bersama dengan kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan regulasi mikroprudensial. Kebijakan makroprudensial memiliki kelebihan pada kemampuannya untuk mengelola ketidakseimbangan keuangan secara keseluruhan maupun di sektor-sektor tertentu yang dipandang dapat mendorong akselerasi ekonomi, seperti sektor properti, otomotif, dan UMKM, maupun sektor prioritas lainnya yang berorientasi ekspor.  Beberapa kebijakan makroprudensial guna mempercepat pemulihan ekonomi telah diimplementasikan oleh BI, antara lain kebijakan Loan to Value serta penurunan uang muka bagi kredit perumahan serta kepemilikan kendaraan, penyesuaian kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan mengubah target RIM (84%-94%), serta menambahkan komponen wesel ekspor untuk terus mendorong kredit perbankan. BI juga akan segera meluncurkan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) dalam rangka mendorong kredit perbankan kepada sektor pembiayaan inklusif dan UMKM.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield turun ke level 1.58% meskipun data inflasi menunjukkan lebih tinggi dari perkiraan dengan Personal Consumption Expenditure (PCE) April tercatat +3.1% YoY (est. 2.9%). Investor telah mengawasi data inflasi di tengah pernyataan The Fed yang mengatakan akan membiarkan ekonomi berjalanan lebih panas dengan alasan setiap kenaikan harga adalah sementara.

EMAS

Harga emas ditutup naik pada akhir perdagangan hari Jumat sebesar $7.26 di level $1903.53 karena didukung oleh kekhawatiran investor terhadap kenaikan kasus covid-19 disejumlah negara.  Pagi ini (31/5), harga emas masih berpeluang dibeli untuk menguji level resisten $1914 selama harga bertahan di atas level support $1899. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas  menguji level support selanjutnya  $1894. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1894 – $1914.

MINYAK

Meningkatlah jumlah kasus covid-19 disejumlah negara telah memicu kekhawatiran permintaan bahan bakar, harga minyak ditutup turun sebesar $0.22 di level  $66.62 pada akhir perdagangan hari Jumat. Pagi ini (31/5), harga minyak berpeluang dijual menargetkan level support $65.70 selama harga tertahan di bawah level resisten $67.00. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak menguji level resisten selanjutnya  $67.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $65.70 – $67.45.

EURUSD

Ditopang oleh sentimen ekonomi kawasan euro yang meningkat telah memicu kenaikan EURUSD pada akhir perdagangan hari Jumat sebesar 1 pip di level 1.2191.  Pagi ini (31/5), EURUSD  berpeluang dijual menargetkan level support 1.2160 karena tertekan oleh outlook kenaikan dolar AS lebih lanjut. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten 1.2210 berpeluang memicu aksi beli terhadap EURUSD menguji level resisten selanjutnya 1.2225. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2160 – 1.2225.

GBPUSD

Masih dibayangi kekhawatiran varian baru Korona yang meningkat di Inggris, GBPUSD ditutup turun 16 pip ke level 1.4185 pada akhir sesi Jumat.  Pagi ini (31/5), GBPUSD berpotensi  dijual untuk menguji level support 1.4135 selama harga tertahan di bawah level resisten 1.4205. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap GBPUSD  menguji level resisten selanjutnya 1.4225. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  1.4135 – 1.4225.

USDJPY

Optimisme pemulihan ekonomi AS telah memicu kenaikan USDJPY naik  sebesar 5 pip ke level 109.83. pada penutupan sesi Jumat.  Pagi ini (31/5), USDJPY berpotensi dibeli untuk menguji level resisten 110.25 selama harga bertahan di atas level support 109.75. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut  berpeluang memicu aksi jual terhadap USDJPY  menguji level support selanjutnya 108.55. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  108.55 – 110.25.

AUDUSD

Menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas biji besi telah menekan AUDUSD turun 28 pip ke level 0.7712 pada perdagangan hari Jumat.  Pagi ini (31/5), AUDUSD berpotensi  dijual untuk menguji level support 0.7670 selama harga tertahan di bawah level resisten 0.7725. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten berpeluang memicu aksi beli terhadap AUDUSD  menguji level resisten selanjutnya  0.7745. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  0.7670 – 0.7745.

NIKKEI

Lemahnya yen Jepang dan kenaikan harga minyak membantu indeks Nikkei naik 125 poin ke level 29020  di akhir sesi Jumat.  Pagi ini (31/5), indeks Nikkei berpeluang dibeli menargetkan level resisten 29455 selama harga mampu konsisten di atas level support 28900. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap  indeks Nikkei  menguji level support selanjutnya 28765. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28765 – 29455.

HANG SENG

Terbebani bursa Tiongkok yang melemah, indeks hang Seng berakhir turun 11 poin ke level 29059 pada penutupan sesi Jumat. Pagi ini (31/5), indeks Hang Seng berpeluang  dibeli menargetkan level resisten 29540 karena outlook positif pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Namun, penurunan lebih rendah dari level support 28785 berpeluang memicu aksi jual terhadap   indeks Hang Seng  menguji level support selanjutnya 28520. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28520 – 29540.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.