Senin, 31 Agustus 2020

  • Pasar Obligasi Domestik Ditutup Melemah Pada Hari Terakhir Perdagangan Pekan Ini. Indeks return ICBI dan INDOBeXG-TR ditutup melemah pada besaran yang sama sore ini yakni –0,27%. Koreksi harga berlanjut mendominasi seri-seri SUN Fixed Rate dan mencatat penurunan rata-rata –27,67bps. Yield obligasi negara tertekan naik di seluruh tenor dengan rata-rata naik +3,78bps. Demikian pula dengan yield obligasi korporasi. Pasar sekunder obligasi tampak menurun dengan total volume transaksi sebesar Rp17,37tn (-16,24%) dan total frekuensi sebanyak 1.217 transaksi (-11,62%). Senada dengan sesi siang, terkoreksinya harga hari ini karena belum adanya sentimen lanjutan dominan yang positif ditengah semakin tidak menentunya konflik di Laut China Selatan.  Demikian pula terkait Covid-19, ditengah perkembangan positif vaksin Covid-19, jumlah kasus terinfeksi di Indonesia juga terus menunjukkan peningkatan. Rupiah di akhir pekan ini terpantau menguat ke level Rp14.632/US$ dari Rp14.660/US$. Sentimen penggerak pasar besok senin diprediksi berasal dari isi pidato Jerome Powell. Sesuai dengan prediksi, target inflasi berada di rerata yang berarti the Fed akan membiarkan inflasi diatas 2,0%, selain itu the Fed juga meniadakan target angka pengangguran. Meski demikian, pasar juga akan terus dibayangi perkembangan Laut China Selatan, pandemi Covid-19, serta perekonomian secara global.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Juli 2020 didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada Juli 2020 tercatat Rp6.567,7 triliun atau meningkat 10,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy). Pertumbuhan M1 tercatat sebesar 13,1% (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,2% (yoy), didorong oleh peningkatan uang kartal dan giro Rupiah. Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 8,1% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,7% (yoy) pada Juli 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham tumbuh 4,9% (yoy) pada Juli 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 31,4% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Juli 2020 disebabkan oleh kenaikan aktiva luar negeri bersih. Peningkatan aktiva luar negeri bersih tercatat sebesar 17,6% (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada Juni 2020 sebesar 12,1% (yoy). Penyaluran kredit pada Juli 2020 tercatat tumbuh stabil 1,0% (yoy). Sementara itu, keuangan pemerintah tumbuh positif, meskipun mengalami perlambatan yang tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang melambat dari 43,0% (yoy) pada Juni 2020 menjadi 40,8% (yoy) pada Juli 2020.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS turun tajam pada pekan lalu, karena investor terus membuang dolar setelah pidato Ketua Fed Powell baru-baru ini dan sikap baru dari bank sentral terhadap inflasi, yang terlihat memperburuk untuk tingkat suku bunga rendah yang bertahan lebih lama.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berakhir menguat pada hari Jumat sebesar $35.17 di level $1964.91 karena didukung oleh komentar The Fed yang dinilai lebih dovish pada simposium Jackson Hole. Harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menguji level resisten $1980 – $1985. Level support harga emas berada pada level $1960 – $1955.

MINYAK

Harga minyak melemah sebesar $0.09 di level $42.93 pada hari Jumat. Harga minyak berpotensi melanjutkan penurunan menguji level support di $42.60 – $42.00 karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan badai laura yang melanda AS. Level resisten harga minyak berada pada kisaran 43.40 – 44.00.

EURUSD

EURUSD  menguat  83 pips di level 1.1905, karena melemahnya dolar AS akibat rencana kebijakan longgar The Fed yang dibahas pada simposium Jackson Hole.  EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level 1.1940 – 1.1980. level support EURUSD berada pada level 1.1860 – 1.1820.

GBPUSD

GBPUSD menguat tajam sebesar 151 pips di  level 1.3351 pada hari Jumat, GBPUSD berpeluang melanjutkan kenaikan menguji level resisten di 1.3390 – 1.3420 karena outlook pelemahan dolar AS lebih lanjut. Level support GBPUSd berada pada level 1.3300 – 1.3280.

USDJPY

USDJPY turun tajam sebesar  121 pips pada level 105.36 di sesi Jumat karena melemahnya dolar AS. USDJPY berpotensi melanjutkan penurunan menguji level support di 105.00 – 104.80.  Level resisten USDJPY berada pada kisaran 106.10 – 106.60.

AUDUSD

AUDUSD menguat 106 pips ke level penutupan sesi Jumat di 0.7366, AUDUSD berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten di 0.7400 – 0.7450. karena mengutnya harga komoditas tembaga dan melemahnya dolar AS. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.7315.

Nikkei

Indeks Nikkei di tutup turun  290 poin, berakhir pada level 22940 karena  menguatnya yen Jepang terhadap dolar AS  dan kabar pengunduran diri PM, USDJPY berpotensi bergerak naik menguji resisten 23420 – 23500. Level support indeks Nikkei berada pada level 23000 – 22830.  

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik 279 poin di level 25417 hari  Jumat , karena didukung  rencana pelonggara The Fed dan optimisme pemulihan ekonomi di Asia. Indeks Hang Seng berpeluang melanjutkan kenaikan menguji resisten di 25900 – 26020. Level Support indeks Hang Seng 25300 – 25100.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 31/08/2020 pukul 11.12  WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.