Senin, 30 November 2020

  • Menutup Perdagangan Jumat, Pasar SBN Melemah Tipis. ICBI dan INDOBeXG-TR masing-masing ditutup turun –0,03% dan –0,04% pada perdagangan Jumat. Harga SUN seri Fixed Rate cenderung melemah dengan rata-rata harga pada seluruh seri turun –3,30bps. Kurva yield, PHEI-IGSCY, berpola mixed dan mencatatkan rata-rata perubahan yield pada seluruh tenor sebesar –0,33bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total volume Rp18,86tn (-32,57%) dan total frekuensi 1.494 transaksi (-29,06%). Sejalan dengan pergerakan sesi siang, pasar obligasi melemah dalam kisaran terbatas hingga sesi penutupan. Seiring tengah minimnya sentimen dominan lanjutan di pasar, faktor penggerak diperkirakan lebih berasal dari aksi trading pelaku pasar memanfaatkan momentum kenaikan harga seri-seri obligasi. Sentimen dominan yang beredar akhir pekan ini masih seputar harapan pasar akan membaiknya hubungan antara AS dan China, serta kasus harian Covid-19 yang terus berada dalam tren meningkat. Pada perdagangan Senin, pasar obligasi diprediksi masih akan digerakkan oleh faktor trading. Ekspektasi positif terhadap masa pemerintahan Joe Biden masih menjadi katalis positif bagi pasar. Di sisi lain, tingginya kasus Covid-19 baik yang terjadi secara global maupun dalam negeri juga terus menjadi faktor yang dapat menahan laju penguatan pasar.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat (27/11) ditutup menguat sebesar 0.41% ke level 5,783. Tercatat 184 saham menguat, 121 saham melemah dan 128 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya.

BONDS

  • Harga obligasi dipasar surat utang Indonesia ditutup melemah pada perdagangan hari terakhir pekan lalu seiring masih tingginya tekanan global. Harga beberapa SUN seri acuan mengalami penurunan pada rentang 1-35 bps, dimana yield SUN bertenor 10 tahun (FR0082) naik 2bps ke level 6.17%. Pada Jumat (27/11) volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 15.9 Triliun, menurun dari volume transaksi pada Kamis (26/11) sebesar Rp 26.5Triliun, serta lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara YtD yang sebesar Rp 17.8 Triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Jumat (27/11), Rupiah dibuka di level 14,080/14,130 dengan kejadian pertama di 14,130 dan kurs acuan JISDOR di level 14,145 (prior:14,169). Rupiah diperdagangkan pada range 14,110–14,145. Harga obligasi pemerintah Indonesia bergerak melemah terbatas pada perdagangan Jumat (27/11) yang disebabkan oleh aksi take profit oleh pelaku pasar. Harga beberapa SUN seri acuan mengalami penurunan pada rentang 1-35 bps. Donald Trump menyatakan bahwa vaksin COVID-19 sudah bisa mulai didistribusikan dan akan diprioritaskan pada tenaga medis serta penduduk dengan usia lanjut. Sementara itu, Presiden terpilih Joe Biden menyatakan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah penanganan pandemi dan mendorong pengesahan RUU stimulus baru sebelum pelantikannya pada Januari 2021 mendatang.
  • Sentimen positif berasal dari dimulainya masa transisi dari Presiden AS Donald Trump ke Presiden terpilih Joe Biden. Pasar juga menyambut baik kabar Janet Yellen terpilih sebagai Menteri Keuangan .Janet Yellen dikenal cenderung mendukung pertumbuhan ekonomi AS sebagaimana ditunjukkan saat Janet Yallen menjabat sebagai Presiden The Fed pada 2010 sampai 2014 yang mana suku bunga acuan The Fed stabil pada level 0–0.25% dalam rangka pemulihan ekonomi paska krisis 2008. Namun terdapat sentimen negatif dari pemberitaan bahwa beberapa ilmuwan meragukan efektifitas vaksin AstraZeneca sebesar 90%. Hal ini terjadi karena efektifitas 90% yang dihasilkan tersebut didapatkan dari kelompok dengan risiko rendah.
  • Meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap akan lancarnya proses pemindahan tampuk presiden di AS pada 20 Januari 2021 mendatang membantu meningkatkan minat pelaku pasar terhadap aset berisiko, menekan dolar AS dan harga emas melemah di akhir pekan lalu. Tetapi kembalinya kekhawatiran ketidakpastian OPEC+ untuk memperpanjang pembatasan produksi di akhir pekan kemarin pada pertemuan esok hari dapat menekan harga minyak melemah.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas ditutup turun $23.12  di level $1786.36  pada hari Jumat, di tengah sentimen optimisme terhadap vaksin dan menurunnya ketidakpastian politik di AS. Harga emas berpotensi Buy menguji $1800 selama bertahan di atas level $1780. Sebaliknya jika harga turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji $1773. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1773 – $1800.

Minyak Mentah

Ditopang sentimen pelemahan dolar AS, optimisme terhadap vaksin dan outlook akan ditundanya kenaikan produksi oleh OPEC+ telah mendorong kenaikan harga minyak di hari Jumat, ditutup menguat $0.53  di level $ 45.52. Harga minyak berpotensi Buy menguji $45.45 jika bertahan di atas level $45.00. Sebaliknya jika kembali ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji kisaran $44.50. Peluang rentang harga di sesi Asia: $44.50 – $45.45.

EURUSD
Melemahnya dolar AS dan optimisnya data ekonomi Jerman dan Perancis telah menopang kenaikan EURUSD di hari Jumat hingga ditutup menguat 50 pips di level 1.1964. EURUSD Berpotensi Buy selama harga bertahan di atas level 1.1970. Sebaliknya bergerak di bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 1.1950. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1950 – 1.1200.

GBPUSD
GBPUSD ditutup melemah 47 pips di level 1.3311  pada hari Jumat, terbebani oleh outlook no-deal Brexit seiring belum adanya progres dalam negosiasi. GBPUSD berpotensi Buy menguji 1.3365 selama bertahan 1.3300. Sebaliknya jika turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell 1.3280. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.3280 – 1.3365.

USDJPY
Sentimen pelemahan dolar AS dibalik menurunnya tensi politik di AS telah mendorong turun USDJPY di hari Jumat, ditutup melemah 19 pips di level 104.08. USDJPY berpotensi Sell menguji 103.85 selama harga bertahan di bawah 104.10. Sebaliknya jika naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji 104.35. Peluang rentang harga di sesi Asia: 103.85 – 104.35.

AUDUSD
Kombinasi sentimen pelemahan dolar AS dan tingginya harga tembaga telah menopang kenaikan AUDUSD di hari Jumat, ditutup menguat 25 pips di level 0.7386. AUDUSD berpotensi Buy menguji 0.7420 jika harga bertahan di atas level 0.7400. Sebaliknya turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 0.7375. Data indeks manufaktur PMI Tiongkok jam 08:00 WIB berpotensi menjadi penggerak harga. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7375 – 0.7420.

Nikkei
Meningkatnya permintaan aset berisiko karena perkembangan vaksin dan meredanya tensi politik di AS telah menopang kenaikan indeks Nikkei di hari Jumat, ditutup menguat405 poin di level 26855. Indeks Nikkei berpotensi Sell menguji 26400 selama harga bertahan di bawah level 26950. Sebaliknya naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji 27100. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26400 – 27100.

Hang Seng

Indeks Hang Seng ditutup menguat 208 poin di level 26955 pada hari Jumat, dipicu pernyataan pemerintah Tiongkok yang melaporkan keuntungan perusahaan industri Tiongkok yang naik untuk enam bulan beruntun di Oktober serta optimisme terhadap progres vaksin Covid-19. Indeks Hang Seng berpotensi Sell menguji 26875 selama harga bertahan di bawah level 2700. Sebaliknya jika naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji 27100. Data indeks manufaktur PMI Tiongkok jam 08:00 WIB berpotensi menjadi penggerak harga. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26875 – 27100.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.