Senin, 29 Maret 2021

  • Dalam pekan keempat bulan Maret 2021, mayoritas tenor INDOGB yield mengalami penurunan dipimpin oleh tenor pendek 1Y yang mencatatkan penurun yield -27 bps. Sementara itu, tenor 9Y, merupakan satu-satunya tenor yang mencatatkan kenaikkan yield sebesar +21 bps. Adapun yield INDOGB10Y turun -9 bps ke level 6.69%, lebih rendah 4 bps dibandingkan ekpektasi model kami (6.73 – 6.86%). seiring penurunan obligasi di negara maju. Berdasarkan model yang kami miliki, INDOGB10Y yield pada pekan keempat Maret 2021 cenderung ditutup flat pada level 6.70% (EoW) dalam rentang 6.60% – 6.80%. Berdasarkan government securities fund flow data 24- Mar, secara bulanan bank masih menjadi pembeli terbesar SBN sebesar +Rp58.25tn mtd (+Rp134.15tn ytd – c. 38.13%), diikuti investor retail +Rp19.62tn mtd (+Rp57.07tn ytd – c. 4.53%), Asuransi dan Dana Pensiun +Rp11.24tn mtd (+Rp40.20tn ytd – c. 14.07%), dan lainnya +Rp7.84tn mtd (+Rp20.16tn ytd – 6.07%). Sementara itu, Bank Indonesia menjadi seller terbesar bulanan senilai – Rp20.13tn mtd (+Rp45.93tn ytd – c. 10.23%) diikuti oleh investor asing -Rp8.98tn mtd (-Rp26.71tn ytd – c. 22.99%) dan reksa dana -Rp8.98tn mtd (-Rp26.71tn ytd – c. 3.97%). Kenaikan UST yield telah membuat investor asing menjadi satu-satunya kelompok pemegang SBN yang mencatatkan jual bersih secara year-to-date. Fitch Mempertahankan Rating Kredit Indonesia “BBB” dengan Outlook “Stable”. Dengan performa ini, Fitch mengkonfirmasi bahwa langkah penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Indonesia berjalan on-track, mengingat sejauh ini terdapat 124 negara yang mengalami penurunan rating dan 133 negara yang mengalami penurunan outlook. Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, Fitch optimis terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia. Fitch memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 5.3% di tahun 2021 dan 6.0% di tahun 2022. Pemulihan ekonomi didukung belanja stimulus pemerintah dan peningkatan ekspor, termasuk dari peningkatan harga komoditas. Fitch memproyeksikan konsolidasi fiskal akan berjalan secara gradual, defisit fiskal akan menyempit di 2021 menjadi 5,6% dari 6,1% di 2020. Konsolidasi fiskal harus diteruskan di tahun 2022, setelah dampak pandemi mereda. Dengan dukungan luas di seluruh spektrum politik dan rekam jejak akumulasi utang yang rendah dibandingkan negara peers, rencana pemerintah kembali ke pagu defisit 3% pada tahun 2023 menjadi sangat rasional. Dampak pandemi pada kondisi fiskal Indonesia tidak separah negara peers.
  • Dari dalam negeri, adanya kasus pengeboman Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03) dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan Indonesia, karena dapat memunculkan kekhawatiran akan keamanan negara Indonesia saat ini, apalagi insiden ini sudah menjadi sorotan media asing. Sementara untuk data ekonomi dalam negeri, investor perlu mencermati rilis data indeks manajer pembelian (Purchasing Manager Index/PMI) periode Maret 2021 yang diperkirakan akan naik di level 52 (prior: 50.9) dan data inflasi Maret 2021 yang diperkirakan berada di level 0.08% secara bulanan (MoM) dan sebesar 1.36%. Secara tahunan (YoY) diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi Rupiah. Hal itu juga didukung oleh proyeksi PDB RI 2021 oleh Fitch Rating, yang berpeluang tumbuh hingga 5.3%.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1.19% ke level 6,195.56 pada Jumat (26/03). Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy sebesar Rp 295.67 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 348 saham naik, 143 saham turun, dan 137 saham lainnya stagnan. Seluruh sektor menguat, dipimpin oleh sektor pertambangan yang menguat sebesar 3.25 %.

BONDS

  • Harga obligasi benchmark berdenominasi Rupiah bergerak bervariasi dalam rentang yang terbatas pada perdagangan Jumat (26/03) dengan range pergerakan yield sebesar -3 bps s/d + 3 bps. Pergerakan yield SBN tersebut masih dipengaruhi oleh US Consumer Spending secara bulanan yang turun menjadi – 1% (prior: 2.4%) dan 1.4% secara tahunan (prior: 1.5%) yang menandakan bahwa perekonomian US masih belum pulih dan membuat The Fed masih akan melonggarkan kebijakan moneter dan dapat berdampak pada pergerakan US Treasury yang tidak akan naik signifikan.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (26/03), Rupiah dibuka di level 14,420/14,470 dengan kejadian pertama di 14,440 dan kurs acuan JISDOR di level 14,446 (prior : 14,464). Sentimen global yang dapat mempengaruhi Rupiah dan SBN hari ini antara lain menurunnya US Consumer Spending sebesar – 1% (prior: 2.4%) karena adanya cuaca dingin yang menimpa US dan merupakan level terendah dalam 10 Bulan terakhir sejak April 2020. Lalu adanya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Eropa yang berdampak pada kebijakan lockdown di beberapa negara dan macetnya lalu lintas Terusan Suez perlu diperhatikan oleh investor. Dari dalam negeri sendiri adanya kasus pengeboman di gereja Katedral Makassar pada hari Minggu (28/03) dapat menjadi sentimen negatif bagi Rupiah dan SBN.
  • Adanya rilis data US Consumer Spending yang turun menjadi -1% (prior: 2.4%) karena adanya cuaca dingin yang menimpa US menjadi level yang terendah dalam 10 bulan terakhir menjadi sinyal bahwa perbaikan perekonomian US masih memerlukan proses panjang, namun angka tersebut diperkirakan membaik setelah paket stimulus $1.9 trilliun dikucurkan. Selain itu adanya thirdwave Outbreak COVID di Eropa yang berdampak pada kebijakan lockdown di beberapa negara seperti Jerman, Prancis dan Belanda lalu adanya insiden tersangkutnya kapal kargo di Terusan Suez yang menghambat jalur transportasi barang dunia perlu menjadi perhatian para investor karena dapat menjadi katalis utama pergerakan rupiah dan SBN.

Peluang Pergerakan

EMAS

Koreksi terhadap dollar AS dan kenaikan kasus wabah Korona di benua Eropa menopang harga emas di pekan lalu. Harga emas naik $5.73 ke level $ 1732.14 pada akhir sesi Jumat. Pagi ini (29/3), harga emas berpeluang dijual menargetkan level support $1723 karena outlook positif terhadap pertumbuhan ekonomi global yang berpeluang memicu permintaan aset resiko. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten $1734 berpeluang memicu aksi beli terhadap harga emas menguji level resisten selanjutnya $1739. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1723 – $1739.

MINYAK

Perkiraan akan terhambatnya distribusi minyak mentah akibat gangguan di terusan Suez, telah menopang harga minyak naik sebesar $2.38 ke level $60.72 pada akhir perdagangan hari Jumat.

Pagi ini (29/3), harga minyak masih berpotensi dibeli menargetkan level resisten $61.40 selama harga tidak mampu menembus level support di kisaran $60.20. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji level support selanjutnya $59.70. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $59.70 – $61.40.

EURUSD

Koreksi pada dollar AS telah menopang kenaikan EURUSD sebesar 30 pip dan ditutup di level 1.1793 pada akhir perdagangan hari Jumat. Pagi ini (29/3), Aksi beli terhadap EURUSD berpeluang berlanjut menguji level resisten 1.1825 selama harga tidak mampu menembus level support di kisaran 1.1770. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut, EURUSD berpeluang dijual menguji level support selanjutnya 1.1750. Rentang perdagangan potensial di sesi 1.1750 – 1.1825.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 57 pip ke level 1.3788 di akhir hari Jumat, tertopang oleh aksi jual dollar AS dan optimisme vaksinasi Covid-19 di Inggris. Pagi ini (29/3), GBPUSD berpotensi dibeli menguji level resisten 1.3820 selama harga tidak mampu menembus level support di kisaran 1.3775. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut, GBPUSD berpeluang dijual menguji level support selanjutnya 1.3760. Rentang perdagangan potensial di sesi 1.3760 – 1.3820.

USDJPY

Meningkatnya minat pada aset berisiko karena koreksi pada dollar AS telah menekan minat pada yen Jepang, mengangkat USDJPY naik 49 pip ke level 109.67 di akhir sesi Jumat. Pagi ini (29/3), USDJPY berpeluang dibeli menguji level resisten 110.15 selama harga bertahan di atas level support 109.50 Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap USDJPY menguji level support selanjutnya 109.25. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 109.25 – 110.15.

AUDUSD

Optimisnya pasar terhadap ketahanan perekonomian Australia dan koreksi pada dollar AS telah mendukung AUDUSD bergerak naik 61 pip ke level 0.7639 di akhir perdagangan hari Jumat. Pagi ini (29/3), AUDUSD berpeluang dibeli menguji level resisten 0.7665 selama harga tidak mampu menembus level support di kisaran 0.7620. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut, AUDUSD berpeluang dijual menguji level support selanjutnya 0.7600. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7600 – 0.7665.

NIKKEI

Aksi jual mata uang yen Jepang di tengah outlook positif pertumbuhan ekonomi global telah menopang indeks Nikkei naik 540 poin ke level 29440 pada sesi perdagangan hari Jumat lalu. Pagi ini (29/3), indeks Nikkei berpeluang dibeli menargetkan level resisten 29810 selama harga mampu bertahan di atas level support 29145. Penembusan level support tersebut berpeluang memicu aksi jual indeks Nikkei menguji level support selanjutnya 28890. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28890 – 29810.

HANG SENG

Indeks hang Seng ditutup naik 293 poin ke level 28249 pada hari Jumat, ditopang oleh aksi jual dollar AS yang meningkatkan minat investor pada aset berisiko. Pagi ini (29/3), indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji level resisten 28565 selama harga tidak mampu menembus level support 28120. Penembusan level support tersebut berpeluang memicu aksi jual indeks Hang Seng menguji level support selanjutnya 27885. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 27885 – 28565.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.