Senin, 29 Juni 2020

  • Menutup Perdagangan Akhir Pekan, ICBI Menguat Terbatas. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk menguat tipis pada perdagangan Jumat. Harga seri-seri SBN fixed rate bergerak variatif dengan rata-rata perubahan turun sebesar –1,29bps. Yield SBN didominasi kenaikan yield dengan rata-rata seluruh tenor naik sebesar +0,23bps. Kenaikan yield terjadi pada kelompok tenor menengah dan panjang. Total volume perdagangan di pasar sekunder turun menjadi Rp14,02tn (-3,19%). Sementara itu total frekuensi juga turun menjadi 1.033 transaksi (-0,67%). Terbatasnya pergerakan pasar obligasi diperkirakan lebih didorong oleh faktor trading pelaku pasar. Dominan naiknya imbal hasil turut mengindikasikan bahwa persepsi risiko pasar tengah meningkat akibat beragam tekanan di pasar seperti ancaman resesi ekonomi global termasuk Indonesia, Covid-19 outbreak yang masih tinggi, hingga konflik geopolitik beberapa negara besar. Kurs spot Rupiah melemah ke level Rp14.220/US$. Pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan pasar obligasi berpotensi bergerak sideways. Terbatasnya gerak pasar diperkirakan lebih karena tengah minimnya sentimen lanjutan yang dominan di pasar. Pelaku pasar diprediksi masih akan dibayangi dan concern terhadap isu resesi ekonomi yang kian nyata ditengah risiko penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat.
  • Mencermati perkembangan COVID-19 terkini, Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik, dari yang sebelumnya berakhir 30 Juni 2020 menjadi 15 Juli 2020. Dengan demikian jadwal kegiatan operasional dimaksud terhitung setelah tanggal 30 Juni 2020 hingga 15 Juli 2020 tetap mengacu kepada siaran pers BI No.22/24/DKom tanggal 24 Maret 2020. Perpanjangan kebijakan memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat, serta hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan pelaku industri keuangan. Dalam masa prakondisi kenormalan baru, kebijakan operasional BI akan mempertimbangkan upaya peningkatan kegiatan produktif secara bertahap dengan senantiasa memerhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. BI mengimbau industri keuangan termasuk Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk tetap mendorong gaya hidup baru (new lifestyle) di masa PSBB transisi ini antara lain dengan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan COVID-19 baik terkait pribadi maupun dalam rangka pelaksanaan tugas.
  • Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik.  Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
  • Perkembangan Nilai Tukar 22-25 Juni 2020

Pada akhir hari Kamis, 25 Juni 2020

  1. Rupiah ditutup pada level Rp14.000 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun stabil pada level 7,15%.
  3. DXY[1] melemah ke level 97,43.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke level 0,686%.

Pada pagi hari Jumat, 26 Juni 2020

  1. Rupiah dibuka pada level  Rp14.110 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik di 7,18%.

Aliran Modal Asing (Minggu IV Juni 2020)

  1. Premi CDS (Credit Default Swaps)[3] Indonesia 5 tahun naik ke 131,66 bps per 25 Juni 2020 dari 121,57 bps per 19 Juni 2020.
  2. Berdasarkan data transaksi 22-25 Juni 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,40 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp4,92 triliun, dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,52 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp141,72 triliun.
  4. Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali
  5. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Juni 2020, inflasi Juni 2020 diperkirakan sebesar -0,01% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2020  secara tahun kalender sebesar 0,90% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,76% (yoy).
  6. Penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari berasal dari komoditas bawang putih sebesar -0,04% (mtm), cabai merah, jeruk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai rawit, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02% (mtm), serta minyak goreng sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang inflasi yaitu daging ayam ras sebesar 0,13% (mtm), telur ayam ras sebesar 0,05% (mtm), dan tomat sebesar 0,01% (mtm).

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasar keuangan kembali diguncang oleh jumlah kenaikan pada kasus virus korona, Sekitar seperempat dari semua kematian sejauh ini terjadi di Amerika Serikat, dengan kasus melonjak di beberapa negara bagian selatan dan barat yang dibuka kembali sebelumnya. Kasus virus korona global telah melebihi 10 juta pada hari Minggu (28/6/2020) ketika India dan Brasil memerangi lebih dari 10.000 kasus setiap hari. Wabah baru dilaporkan di negara-negara termasuk Tiongkok, Selandia Baru dan Australia, mendorong pemerintah untuk memberlakukan pembatasan lagi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Dalam jangka pendek harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support 1765 – 1760 selama harga tertahan di bawah level resisten 1778.Namun bila kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus baru coronavirus berlanjut berpotensi menopang harga emas menguji resisten di 1783 – 1788.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support di 37 – 36 karena tertekan oleh berkurangnya permintaan seiring kenaikan jumlah korona virus di AS. Level resisten harga minyak pada kisaran 38.70 – 38.30.

EURUSD

Outlook penguatan dolar AS dan masih suramnya ekonomi zona euro berpotensi menekan EURUSD menguji level support 1.1210 – 1.1185, bila mampu bergerak naik EURUSD berpotensi menguji level resisten 1.1260 – 1.1280.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi tertekan turun menguji level support 1.2310 – 1.2265 karena kekhawatiran hard Brexit dan outlook penguatan dolar AS lebih lanjut. Level resisten GBPUSD 1.2400 – 1.2445.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 107.50 – 107.80 karena dipicu oleh dolar AS yang berpotensi menguat di tengah kenaikan kasus baru virus korona di AS. Level support USDJPY berada pada kisaran 107.00 – 106.80.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support 0.6840 – 0.6810 karena tertekan oleh outlook tingginya minta pelaku pasar terhadap aset aman dolar AS di tengah kenaikan kasus baru virus Korona. Level resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6910 – 0.6930.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.