Senin, 28 September 2020

  • Sideways Pasar Obligasi Beranjut Hingga Akhir Pekan. End of day Jumat, ICBI dan INDOBeXG-TR bergerak sangat terbatas. ICBI naik +0,0004% sementara INDOBeXG-TR turun –0,0060%. Harga SUN seri Fixed Rate meski didominasi penguatan namun rata-rata harga pada seluruh seri hanya mencatat kenaikan +0,08bps. Kurva yield PHEI-IGSYC cenderung bergerak bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun –0,67bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder berlanjut menurun. Total frekuensi tercatat sebanyak 996 transaksi (-3.86%) dan total volume sebesar Rp12,10tn (-17,17%). Pola yang sama kembali dtunjukkan pasar obligasi pada transaksi hari ini, yakni penguatan yang mewarnai seri-seri obligasi terpantau mereda pada sesi sore. Kondisi tersebut mencerminkan pasar tidak langsung bereaksi terhadap kabar perkembangan vaksin Sinovac yang dinyatakan telah lulus uji klinis tahap 3 oleh WHO. Concern pasar masih lebih tertuju pada ancaman resesi yang juga tercermin dari terus menurunnya transaksi obligasi di pasar sekunder. Pasar obligasi diprediksi berlanjut sideways. Terlebih lagi berita terkait WHO yang telah mengkonfirmasi bahwa vaksin Sinovac telah lulus uji klinis tahap III adalah tidak benar. Faktor trading masih akan men-drive pergerakan pasar sejalan dengan belum adanya sentimen lanjutan maupun rilis data ekonomi penting pada hari senin kecuali agenda pidato Presiden ECB.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang perpanjangan pelonggaran atau restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi Covid-19 hingga 2022. Diketahui, saat ini periode program restrukturisasi kredit akan berakhir pada Februari 2021. “Ini kami lagi siap-siap, kalau perlu kami perpanjang satu tahun lagi bukan Februari tahun depan, kami perpanjang satu tahun lagi sampai 2022. Tidak ada masalah, kami siap lakukan itu,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam Diskusi bertajuk ‘Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi’, Minggu (27/9). Pertimbangannya adalah kondisi debitur yang belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi. Melalui restrukturisasi kredit itu, kata Wimboh, status kredit menjadi lancar sehingga perbankan tidak diharuskan menyiapkan cadangan sekaligus bisa menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). “Bahkan sekarang kalau ada nasabah sudah direstrukturisasi dan hanya 6 bulan sudah jatuh tempo. Ya kalau memang nasabah minta diperpanjang, diperpanjang silakan. Tidak usah minta persetujuan OJK silahkan langsung perpanjang,” katanya. Restrukturisasi kredit sendiri diatur melalui peraturan OJK (POJK) 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical. Wimboh menuturkan perbankan nasional telah memberikan keringanan kredit kepada 7,38 juta nasabah hingga 7 September 2020. Nilai kredit yang diberikan keringanan sebesar Rp878,57 triliun. “Restrukturisasi ini cerminan seberapa besar nasabah itu terkontaminasi dari dampak Covid-19. Kalau dari persentase total kredit sekitar 20 persen-25 persen dari kredit sekitar Rp5.000 triliun,” paparnya. Restrukturisasi kredit diberikan kepada 5,82 juta nasabah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nilai Rp359,11 triliun. Kemudian, untuk nasabah non-UMKM yang sudah diberikan restrukturisasi sebanyak 1,44 juta dengan nilai Rp519,46 triliun. Selain bank, sebanyak 182 perusahaan pembiayaan telah memberikan restrukturisasi sebesar Rp168,77 triliun atas 4,58 juta kontrak per 22 September 2020. Tercatat jumlah permohonan restrukturisasi mencapai 5,20 juta kontrak.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS sempat melemah di akhir sesi Jumat setelah kabar dari seorang petinggi partai Demokrat AS bahwa stimulus bantuan Korona pemerintah AS mungkin akan dicapai dalam waktu dekat, memicu aksi ambil untung dari dolar AS yang telah menguat sebagai aset likuid di pekan lalu. Liburnya pasar Tiongkok dan minimnya data penggerak hari ini dapat memicu sikap hati-hati pasar, menantikan pidato dari Gubernur European Central Bank, Christine Lagarde, jam 20:45 WIB malam nanti.

Peluang Pergerakan:

Emas
Harga emas berakhir turun $6.11  di level $1861.64  pada hari Jumat di tengah masih dominannya sentimen penguatan dolar AS meskipun data Durable Goods Orders AS dirilis pesimis. Harga emas masih berpotensi turun menguji support $1852 jika hara bertahan di bawah level $1872, dan dolar AS kembali menguat. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1852 – $1877.

Minyak
Dibayangi kekhawatiran akan melambatnya permintaan dan kembalinya ekspor minyak Libya telah menekan turun harga minyak di hari Jumat,  hingga berakhir melemah $0.15  di level $40.04. Harga minyak berpotensi turun menguji support $39.70 selama harga bertahan di bawah level $40.35. Peluang rentang harga di sesi Asia: $39.70 – $40.60.

EURUSD
Dominannya sentimen penguatan dolar AS serta pesimisnya data Money Supply  zona euro telah mendorong pelemahan EURUSD di hari Jumat, ditutup turun 38 pips di level 1.1631. Selama bertahan di bawah level 1.1645, EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1600, alau kabar stimulus pemerintah AS sempat memicu pelemahan dolar AS. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1600 – 1.1665.

GBPUSD
Tertekan oleh outlook no-deal Brexit dan kebijakan lockdown pemerintah karena lonjakan kasus Covid-19 di Inggris dan kabar stimulus pemerintah AS yang sempat menekan dolar AS telah menopang GBPUSD di hari Jumat, ditutup naik hanya 2  pips di level 1.2746. GBPUSD berpotensi turun menguji support jika harga bertahan di bawah 1.2785, dan kekhawatiran lockdown  darurat di London berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2730 – 1.2805.

USDJPY
Dominannya penguatan dolar AS dan aksi hindar aset  berisiko telah memicu kenaikan USDJPY di hari Jumat, hingga berakhir menguat 17 pips di level 105.58. USDJPY berpotensi turun menguji support 105.20 jika minat pada aset aman Yen Jepang meningkat setelah kabar stimulus pemerintah AS sempat memicu pelemahan dolar AS. Peluang rentang harga di sesi Asia: 105.20 – 105.80.

AUDUSD
AUDUSD berakhir melemah 16 pips di level 0.7029 pada hari Jumat, karena disebabkan sentimen penguatan dolar AS dan anjloknya harga komoditas seperti emas dan tembaga. AUDUSD berpotensi naik menguji resisten  0.7080 jika harga bertahan di atas 0.7020 dan  kabar stimulus pemerintah AS masih menekan dolar AS melemah. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7000 – 0.7080.
Indeks Nikkei

Tertopang aksi beli bursa Wall Street setelah kabar akan dicapainya program stimulus baru pemerintah AS mengangkat indeks Nikkei di akhri sesi Jumat, berakhir naik 195 poin ke level 23190. Jika minat beli aset berisiko masih berlanjut setelah  kabar mungkin dicapainya kesepakatan stimulus pemerintah AS, indeks Nikkei berpotensi naik menguji 23355. Peluang rentang harga di sesi Asia: 22950 – 23355.

Indeks Hang Seng

Terbebani kejatuhan saham China Evergrande Group yang terdaftar di Hong Kong telah menjadi pemicu turunnya indeks Hang Seng di hari Jumat, berakhir melemah 207 poin di level 23149. Indeks Hang Seng berpotensi naik menguji 23505 jika harga bertahan di atas level 23000, dan tertopang minat beli aset berisiko setelah  kabar mungkin dicapainya kesepakatan stimulus pemerintah AS. Liburnya pasar Tiongkok mungkin membatasi pergerakan hari ini. Peluang rentang harga di sesi Asia: 22600 – 23505.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.