Senin, 28 Oktober 2019

  • Ketiga indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional ditutup menguat pada perdagangan Jumat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,08% ke level 270,9320; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,08% ke level 265,9457; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,06% ke level 294,1310. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,26bps dengan penurunan terbesar dicatat tenor pendek (<5tahun) yakni –2,52bps. Sementara rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar -0,79bps dan –1,10bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield semakin bergerak turun ke level 6,9896 (–0,0135poin). Harga ketiga seri SUN benchmark (FR0077, FR0068, FR0079) ditutup menguat pada rentang +15,57bps hingga +33,64bps. Dan mencatat penguatan rata-rata sebesar +14,01bps pada seluruh serinya. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan juga didominasi penguatan dengan rata-rata seluruh serinya naik sebesar +7,77bps. Jumat kemarin, INDOBeXG-Clean Price menguat +0,06% ke level 114,9670. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlanjut menurun pada kedua sisinya dengan total frekuensi menjadi 785 transaksi (-18,74%) dan total volume sebesar Rp12,33tn (-36,87%). Penurunan volume terbesar dialami transaksi SUN tenor panjang dengan total nilai mencapai Rp5,46tn. Seri FR0076 bertahan menjadi SBN teraktif dengan 125 transaksi. Sedangkan total volume terbesar senilai Rp1,48tn dicatat seri FR0078. Dari korporasi, seri BMTR01ACN1 menjadi yang teraktif dengan 13 transaksi (volume Rp36miliar). Sementara total volume terbesar dicatat BCAP02CN1 dengan total nilai Rp372miliar. Pasar obligasi Indonesia berhasil ditutup menguat pada akhir sesi end of day Jumat setelah sempat melemah pada sesi siang. Pergerakan harga yang cenderung volatil pada perdagangan Jumat dipicu oleh faktor trading ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan di global. Namun, euforia penurunan BI 7-day RR ke level 5,00% dan apresiasi Rupiah di pasar Spot ke level Rp14.038/US$ (Bloomberg) mampu menjadi amunisi bagi pasar obligasi. Tercermin dari pergerakan harga SUN seri FR. Dari 40 seri yang beredar, 33 seri diantaranya berhasil ditutup menguat di rentang +2,60bps hingga +46,81bps setelah di sesi siang hanya 16 seri yang bergerak menguat. Meski demikian, pergerakan pasar kemarin kemungkinan juga dibayangi wait & see rapat FOMC yang rencananya akan dilaksanakan Selasa-Rabu pekan ini dan serta wait & see damai dagang AS-China yang ditunjukkan dari belum semaraknya aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder. Berbeda halnya dengan pasar SUN, IHSG berlanjut melemah hingga sesi kedua yakni sebesar –1,38% ke level 6.252,35. Pasar obligasi diprediksi bergerak mendatar pada perdagangan hari ini. Penguatan harga obligasi negara berpotensi mereda terpicu aksi profit taking ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan dan wait & see rapat FOMC yang akan dimulai esok hari.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Komisi Zona Euro dikabarkan akan mengumumkan persetujuannya untuk permohonan penundaan Brexit oleh Parlemen Inggris di awal pekan ini, dan akan menetapkan tanggal yang disetujui oleh komisi. Penundaan Brexit berlarut-larut menambah ketidakpastian langkah ekonomi yang dapat diambil Inggris dan Zona Euro, berpeluang melemahkan mata uang kedua negara tersebut. Market movers lainnya adalah rilis data Reaslisasi Penjualan Inggris yang akan dirilis pada jam 18:00 WIB, AS akan merilis data Neraca Perdaangan pada jam 19:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi lanjutkan kenaikan menguji resisten $1509 – $1510 di tengah kekhawatiran Brexit membantu minat beli pasar terhadap aset aman.Level support harga emas pada kisaran $1498 – $1500.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di $56.80 – $57.00 didukung optimisme hasil pertemuan dagang lanjutan AS – Tiongkok dan laporan menyusutnya jumlah kilang minyak AS. Sebaliknya kekhawatiran terhambatnya ekonomi global oleh penundaan Brexit dapat menguji support $56.00 – $56.20.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.1000 – 1.1050 atas kabar disetujuinya rencana penundaan Brexit oleh komisi Zona Eropa. Level resisten pada kisaran 1.1100 – 1.1125.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.2750 – 1.2770 karena potensi penundaan Brexit memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Inggris. Level resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2880 – 1.2920.

USDJPY

Penguatan dolar AS setelah optimisme hasil pertemuan dagang lanjutan fase 1 AS – Tiongkok berpeluang angkat USDJPY naik menguji resisten 108.80 – 109.20. Level support pada kisaran 108.20 – 108.50.

AUDUSD

Penguatan dolar AS berpotensi tekan AUDUSD turun menguji support 0.6790 – 0.6810. Sebaliknya sentimen optimis pertemuan dagang lanjutan fase 1 AS – Tiongkok mungkin angkat AUDUSD menguji resisten 0.6850 – 0.6880.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 28/10/2019 pukul 09.48 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.