Senin, 27 Januari 2020

  • Akhir Pekan Kemarin, Harga Obligasi Menguat Yield Bullish. Pada transaksi Jumat, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat. Harga SUN seri FR dan ORI dominan menguat dengan rata-rata harga naik +23,19bps. Yield pada obligasi negara dan obligasi korporasi Tenor menengah memimpin penurunan rata-rata yield. Volume transaksi obligasi di pasar sekunder naik +8,06% menjadi sebesar Rp24,42tn ditengah penurunan frekuensi transaksi. Performa positif pasar ditopang oleh faktor dalam negeri. Jumat kemarin, Rupiah di pasar spot menguat +56,0poin ke level Rp13.583/US$ (Kurs Bloomberg). Tren apresiasi Rupiah sejalan dengan net inflow asing di pasar SBN. Sepanjang pekan kemarin, asing membukukan nilai beli bersih sebesar Rp3,84tn (per 23 Januari). Performa positif diprediksi berlanjut awal pekan ini. Ditengah belum adanya sentimen penggerak lanjutan dari global, tren apresiasi Rupiah diprediksi masih akan menjadi penopang performa positif pasar. Meskipun demikian, aksi profit taking berpotensi membayangi pergerakan pasar setelah pekan lalu berada dalam tren positif.
  • Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengafirmasi peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade) pada 24 Januari 2020. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan, “Afirmasi rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil merupakan bentuk pengakuan Fitch atas kondisi perekonomian Indonesia yang berdaya tahan di tengah dinamika perekonomian global, didukung sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.” Menurut pandangan Fitch, beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi rating tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama. Pada sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers rating. Fitch memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap resilien pada beberapa tahun mendatang, didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik dan agenda reformasi pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Upaya reformasi struktural pemerintah memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi asing langsung dalam jangka menengah, yang akan bergantung kepada langkah rinci pemerintah serta implementasinya. Parlemen dijadwalkan melakukan pembahasan dua “Omnibus Law” dalam beberapa bulan ke depan, dengan kemungkinan besar mencakup sejumlah amandemen ketentuan terkait perpajakan dan lingkungan usaha. Dari sisi fiskal, Fitch memprakirakan defisit fiskal akan tetap stabil pada 2020. Utang pemerintah diprakirakan tetap rendah yaitu 30,1% PDB pada 2019. Fitch memprakirakan rasio utang terhadap PDB hanya akan sedikit meningkat pada beberapa tahun mendatang, dengan asumsi pemerintah tetap mematuhi batasan fiskal defisit 3% PDB. Dari sisi domestik, tekanan inflasi diprakirakan akan tetap rendah pada lingkungan ekonomi saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi tetap terkendali dan berada dalam rentang target Bank Indonesia 3,5% ± 1%. Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif telah mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai 129 miliar dolar AS pada Desember 2019. Fitch memprakirakan current account deficit (CAD) tetap berada pada level 2,7% PDB baik pada 2019 maupun 2020, dan sedikit membaik menjadi 2,6% pada 2021, yang lebih dari setengahnya dibiayai oleh aliran masuk investasi asing langsung, dengan sisanya dibiayai oleh aliran masuk investasi portofolio. Implementasi reformasi struktural yang kuat dan persepsi perusahaan asing terhadap perbaikan level-playing field diharapkan dapat mendorong peningkatan aliran masuk investasi asing langsung dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia. Fitch memandang risiko yang bersumber dari sektor perbankan Indonesia terbatas. Rasio kredit swasta terhadap PDB hanya sebesar 36% dan rasio kecukupan modal bank tetap kuat, sebesar 23,7% pada November 2019. Eksposur pinjaman dalam valas perbankan Indonesia tercatat sekitar 15% dari total pinjaman dengan kewajiban bank dalam valas dapat diimbangi oleh aset valas atau telah dilakukan lindung nilai, serta sebagian kewajiban adalah merupakan pembiayaan yang berasal dari perusahaan induk. Fitch sebelumnya telah mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook (Investment Grade) pada 14 Maret 2019.

EKONOMI GLOBAL

  • Pelaku pasar mengawasi dengan hati-hati perkembangan seputar wabah koronavirus yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Tiongkok, 56 orang telah meninggal. Dan virus ini juga telah menyebar ke AS, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, Prancis, dan Kanada.Serangan tiga roket langsung pada Kedutaan Besar AS Di Baghdad berpeluang menarik perhatian pasar pada aset – aset aman. Market movers hari ini adalah data German Ifo Business Climate pada pukul 16:00 WIB, dan FOMC Member Williams Speaks dan data New Home Sales pada jam 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji resisten di 1590 – 1595 di tengah kekhawatiran pasar pada viru Corona dan ketegangan di Timur Tengah setelah serangan terhadap kedutaan besar AS di Irak. Support harga emas berada pada kisaran 1570 – 1565.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji resisten di 53.90- 54.20 karena ketegangan di Timur Tengah, Namun kekhawatiran permintaan yang berkurang dan suplai yang berlebih berpeluang menekan harga minyak menguji level support 52.50 – 51.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang menguji level support 1.1000 – 1.0980 karena tertekan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, namun bila bergerak naik maka EURUSD berpeluang menguji resisten di 1.1060 – 1.1080.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.3035 – 1.3000 karena tertekan oleh potensi BOE yang dovish, Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3090 – 1.3120.

USDJPY

Meningkatnya minat pelaku pada aset aman di tengah pelaku pasar yang khawatir terhadap virus Corona dan ketegangan di Timur Tengah berpeluang menekan USDJPY menguji support 108.50 – 108.30. Resisten USDJPY berada pada kisaran 109.20 – 109.50.

AUDUSD

Jatuhnya harga komoditas tembaga berpotensi menekan AUDUSD menguji level support 0.6775 – 0.6750 dalam jangka pendek. Namun jika mampu bergerak naik AUDUSD berpeluang menguji resisten di 0.6835 – 0.6870.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin, 27 Januari 2020 pukul 14.22 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.