Senin, 27 April 2020

  • Sepi Transaksi, Pasar Obligasi Ditutup Menguat Terbatas. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat terbatas pada sesi end of day Harga SUN seri FR dominan terkoreksi. Dari 41 seri, 28 seri diantaranya mencatat pelamahan harga. Adapun harga seri -seri SUN acuan terpantau mixed. Kurva yield obligasi negara berpola mixed dengan penurunan yield terjadi pada tenor 14-30 tahun. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder tampak semakin sepi dengan total volume sebesar Rp6,83tn (-20,10%) dan total frekuensi 741 transaksi (-3,14%). Situasi global yang semakin tidak kondusif menyebabkan turunnya minat investor bertransaksi obligasi di pasar sekunder. Ditengah penurunan tersebut, investor diduga lebih banyak melakukan short-term trading yang mengakibatkan pasar bergerak terbatas. Sentimen hari ini masih didominasi oleh wait and see perkembangan kasus pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkannya, maupun konflik geopolitik antara AS dan Iran. Harga obligasi berpotensi bergerak variatif pada transaksi Senin. Tekananan masih akan datang dari pandemi Covid-19. Namun beberapa negara di Eropa yang akan mulai membuka/ melonggarkan status lockdown-nya di bulan Mei diharapkan mampu menjadi sentimen positif. Yang terbaru, adalah negara Inggris. Selain itu, jika Rupiah berlanjut terapresiasi akan semakin memberikan amunisi bagi pasar.
  • Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
  1. Perkembangan Nilai Tukar 20 -23 April 2020

Pada akhir hari Kamis, 23 April 2020

1.Rupiah ditutup menguat di Rp15.350.

2.Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 7,81%.

3.DXY[1] menguat ke level 100,43.

4.Yield UST (US Treasury Note)[2] 10 tahun turun ke level 0,602%.

Pada pagi hari Jumat, 24 April 2020

1.Rupiah dibuka pada level  Rp15.400.

2.Yield SBN 10 tahun stabil di 7,80%

Aliran Modal Asing (Minggu IV April 2020)

1.Premi CDS (Credit Default Swaps)[3] Indonesia 5 tahun naik ke 210,59 bps per 23 April 2020 dari 191,23 bps per 17 April 2020 dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi global.

  1. Berdasarkan data transaksi 20-23 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,18 triliun dengan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,58 triliun, sementara di pasar SBN  beli neto sebesar Rp1,40 triliun.

3.Berdasarkan data setelmen 20-23 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp2,95 triliun dan selama 2020 (ytd), tercatat jual neto Rp159,38 triliun.

B.Inflasi 2020 Terkendali dan Berada pada Sasaran Inflasi

1.Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV April 2020, inflasi April 2020 diperkirakan sebesar 0,18% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,94% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,78% (yoy).

2.Penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas bawang merah (0,12%), emas perhiasan (0,09%), jeruk (0,05%), gula pasir (0,02%), air minum kemasan (0,02%), tempe, tahu mentah, beras, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah (-0,11%), daging ayam ras (-0,08%), telur ayam ras, bawang putih, dan angkutan udara masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

3.Pantauan inflasi pada minggu IV April 2020 lebih rendah dibandingkan dengan minggu sebelumnya, terutama akibat masih turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih dan mulai turunnya harga jeruk. Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya yaitu bawang merah dan air minum kemasan.

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Harga minyak bergerak turun pada hari Senin (27/4/2020) karena pasar masih di selimuti oleh kekhawatiran akan berkurangnya permintaan harga minyak karena tertekan oleh outlook perlambatan ekonomi global yang disebabkan oleh Covid19. Di sisi lain para produsen minyak yang berencana akan memangkas produksi minyak akan membatasi pelemahan harga minyak.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1730 – 1735 karena pasar yang masih khawatir terhadap perkembangan virus korona, harga emas berpeluang bergerak turun menguji 1715 – 1710, bila pasar mendapatkan stimulus positif dari meredahnya penyebaran Covid19.

MINYAK

Harga minyak berpotensi turun menguji level support di 14.45 – 13.00 karena pasar yang masih diliputi oleh kekhawatiran pasar atas berkurangnya permintaan minyak mentah. Level resisten harga minyak berada pada kisara 16.00 – 17.00.

EURUSD

Aksi profit taking pada dolar AS berpeluang menopang kinerja EURUSD menguji level resisten di 1.0850 – 1.0870. Namun bila bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support 1.0800 – 1.0780.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.2430 – 1.2470 karena outlook pelemahan dolar AS. Level support untuk GBPUSD berada pada kisaran 1.2350 – 1.2325.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak turun menguji level support 107.25 – 107.00. karena dolar AS yang berpotensi melemah dan outlook meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman di tengah wabah Covid19. Level resisten USDJPY berada pada kisaran 107.75 – 107.95.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6460 – 0.6490 karena dolar AS yang melemah dan harga komoditas tembaga yang berpotensi naik. Level support untuk AUDUSD berada pada kisaran 0.6390 – 0.6350.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.