Senin, 26 Oktober 2020

  • Hari Terakhir Perdagangan Pekan Kemarin, ICBI Melemah –0,03%. ICBI ditutup melemah –0,03% pada perdagangan Jumat, sementara INDOBeXG-TR turun –0,04%. Harga SUN seri Fixed Rate semakin didominasi pelemahan. Rata-rata harga pada seluruh seri turun -6,24bps. Pergerakan yield obligasi negara cenderung tipis terutama pada tenor menengah keatas yakni antara –0,85bps hingga +0,89bps. Aktivitas perdagangan obligasi menurun dengan total volume sebesar Rp22,89tn (-29,64%) dan total frekuensi 1.327 transaksi (-25,99%). Concern pasar diduga sedang tertuju pada pelaksanaan debat Pilpres AS yang menyebabkan menurunnya transaksi di pasar sekunder. Terkoreksinya harga hari ini selain karena minim sentimen positif juga bisa disebabkan oleh faktor trading. Hari ini, sentimen dominan yang membayangi pergerakan pasar masih datang dari AS yakni terkait stimulus lanjutan dan Pilpres. Pergerakan terbatas diprediksi berlanjut hingga awal pekan depan. Selain karena minim sentimen baru, pasar juga akan mencermati bagaimana hasil debat terakhir Pilpres AS. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder juga berpotensi semakin menurun seiring dengan mendekatinya libur panjang di pekan ini.
  • Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menekankan lima hal penting terkait upaya pengendalian inflasi. Pertama, kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga, namun juga diarahkan pada upaya untuk memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UMKM. Kedua, Pemerintah Daerah diharapkan memperkuat kebijakan Pemerintah Pusat dengan mempercepat realisasi APBD terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi termasuk sektor UMKM. Ketiga, penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dilakukan dengan mengarahkan belanja pada produk-produk dalam negeri, baik produk pertanian maupun UMKM. Keempat, ketersediaan data informasi pangan yang akurat diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan tingkat pusat dan daerah, mengatasi permasalahan keterbatasan pasokan pangan, mendorong perdagangan, serta memperkuat kerja sama antardaerah. Kelima, Pemerintah Daerah diharapkan dapat membangun optimisme pemulihan ekonomi dengan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah kebijakan dan penanganan pandemi COVID-19 di pusat dan daerah. Hal tersebut disampaikan Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, yang dilakukan secara virtual pada 22 Oktober 2020 di Jakarta. Upaya menjaga stabilitas harga tersebut juga menjadi elemen penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19. Inflasi 2020 diprakirakan tetap terkendali, meskipun lebih rendah dari batas bawah target inflasi sejalan permintaan domestik yang belum kuat, di tengah pasokan barang dan jasa yang tetap memadai dan diprakirakan kembali ke dalam sasarannya 3,0% ± 1% pada 2021. Hal ini disampaikan pada kesempatan yang sama oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang juga secara khusus menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pemangku kebijakan sehingga inflasi tetap terkendali sesuai dengan perkembangan perekonomian di era pandemi COVID-19 pada 2020. Inflasi yang terkendali menjadi momentum untuk meningkatkan peran UMKM dalam memperkuat rantai pasokan lokal (local supply chain) dengan mengoptimalkan pesatnya digitalisasi. Peningkatan peran UMKM dapat terus dilakukan melalui pengembangan korporatisasi, peningkatan kapasitas dan penyediaan pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital. Ke depan, Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah terus berkomitmen melakukan sinergi untuk mengembangkan ekosistem digital UMKM secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga dapat mempercepat transformasi UMKM.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat (23/10) ditutup menguat sebesar 0.40% ke level 5,112.19. Tercatat 191 saham menguat, 223 saham melemah dan 159 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 8.35 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 45.69 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Jumat (23/10) harga obligasi pemerintah bergerak sideways dan ditutup stagnan dibandingkan penutupan hari sebelumnya (22/10) pada beberapa seri benchmark. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Q3 2020 sebesar Rp. 209 Triliun, naik 1.6% YoY dan 8.9% QtQ. Tren positif investasi yang dicatatkan BKPM tersebut bertolak belakang dengan outlook konsumsi yang menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi domestik. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi konsumsi rumah tangga pada Q3 2020 terkontraksi menjadi minus 3% YoY hingga minus 1.5% YoY. Investor masih melihat ketidakpastian ekonomi di Indonesia yang berpengaruh pada pergerakan pasar.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Jumat (23/10), Rupiah ditutup stagnan terhadap Dollar AS di level 14,660 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,738 (prior: 14,697). Harga SBN pada pasar obligasi juga ditutup sideways untuk hampir seluruh seri benchmark, FR0083 (tenor 20 tahun) merupakan satu-satunya seri benchmark yang ditutup melemah terbatas dengan yield naik 1 basis point dari penutupan hari sebelumnya. Pelaku pasar masih wait & see terkait perkembangan vaksin di Indonesia yang dapat mempengaruhi proyeksi ekonomi Indonesia di sisa kuartal IV 2020. Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan perlu adanya Emergency Use Authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai syarat pengedaran vaksin di Indonesia. Pemerintah menargetkan proses pengecekan keamanan dan kehalalan calon vaksin di Indonesia selesai pada awal November 2020.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir turun $2,70 di hari Jumat, di  tengah sentimen menguatnya dolar AS dibalik ketidakpastian pemilu di AS serta laporan yang mengatakan bahwa obat remdesivir dari Gilead Sciences  telah diizinkan oleh FDA untuk penanganan virus korona Harga emas berpeluang untuk memperdalam penurunannya, mengincar support di $1890 jika berbalik  menguatnya dolar AS dibalik sentimen ketidakpastian kesepakatan stimulus dan pemilu di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1890 – $1903.

MINYAK 

Outlook kekhawatiran melambatnya permintaan bahan bakar di tengah kenaikan kasus covid-19 telah memicu aksi jual terhadap harga minyak, berakhir turun sebesar $ 0.83 di level $39.78 pada perdagangan hari Jumat. Sentimen meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes di akhir pekan dan outlook melambatnya permintaan bahan bakar berpotensi mendorong turun harga minyak lebih lanjut, membidik support di $38.70. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $38.70 – $39.60

EURUSD 

Ditopang oleh optimisnya data indeks manufaktur Jerman dan zona Euro telah memicu penguatan EURUSD di hari Jumat, ditutup menguat 43  pips di level 1.1862

EURUSD  berpotensi untuk berbalik turun, mengincar support di 1.1800 jika pasar kembali mencemaskan outlook peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara di Eropa seperti di Jerman dan Perancis, dua negara lokomotif ekonomi Eropa. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1800 – 1.1880

GBPUSD 

GBPUSD berakhir turun 43 pips ke level 1.3041 karena sentimen pesimisnya data ekonomi Inggris serta pasar yang masih mencemaskan outlook no-deal Brexit. Penurunan GBPUSD berpeluang berlanjut, membidik support di 1.3000 di tengah outlook no-deal Brexit dan menguatnya dolar AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3000 – 1.3100.

USDJPY

Optimisnya data inflasi inti Jepang telah menjadi pemicu penguatan mata uang yen di hari Jumat, membuat USDJPY berakhir turun 10 pips di level 104.78. USDJPY berpeluang untuk bergerak naik, mengincar resisten di 105.00 jika menguatnya dolar AS dibalik ketidakpastian stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.40 – 105.00

AUDUSD 

Ditopang optimisnya data indeks manufaktur dan jasa Australia telah memicu penguatan AUDUSD di sesi perdagangan hari Jumat, berakhir naik 20 pips di level 0.7138. AUDUSD berpotensi melemah, mengincar support di 0.7090 jika menguatnya dolar AS dibalik outlook ketidakpastian stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7090 – 0.7170.

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 30 poin di level  23555 pada hari Jumat karena dipicu sentimen menguatnya mata uang yen dan anjloknya Wall Street. Indeks Nikkei berpotensi turun lebih lanjut, menguji support di 23400 di tengah sentimen ketidakpastian stimulus di AS dan lonjakan kasus Covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23400 -23700.

HANGSENG 

Ditopang kenaikan saham energi dan keuangan telah berimbas positif terhadap pergerakan indeks Hang Seng di hari Jumat, berakhir naik 110 poin di level 24944. Pada hari Senin indeks Hang Seng ditutup untuk libur The Chinese Mid Autumn Festival

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.