Senin, 26 April 2021

  • Perdagangan Akhir Pekan, ICBI Turun Tipis –0,02%. Indeks return obligasi konvensional melemah tipis sedangkan return sukuk negara sanggup menguat tipis. Harga SUN seri fixed rate bervariasi dengan rata-rata perubahan pada seluruh seri turun –1,15bps. Sedangkan rata-rata harga kelompok sukuk negara turun –3,20bps. Yield obligasi negara bergerak mixed dan mencatatkan rata-rata perubahan yield seluruh tenor (1-30tahun) sebesar –0,56bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder turun dimana total volume turun –16,49% menjadi Rp10,28tn dan total frekuensi turun –16,23% menjadi 1.461 transaksi. Kinerja pasar obligasi Indonesia berlanjut ditutup negatif namun dengan kecenderungan lebih mereda. Faktor penggerak pasar diperkirakan lebih berasal dari meningkatnya risiko pasar terhadap pemulihan ekonomi global akibat beberapa isu seperti kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi di India hingga meningkatnya tensi politik China-Australia dimana China merupakan mitra dagang terbesar Australia. Perdagangan Jumat, kurs spot Rupiah terhadap USD melemah tipis ke level Rp14.525/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan Senin, pergerakan pasar obligasi Indonesia diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan masih melemah. Ditengah minimnya sentimen data ekonomi global ataupun domestik, faktor trading yang disertai dengan kekhawatiran perkembangan kasus Covid-19 secara global masih akan menjadi penggerak pasar SBN.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya. Posisi M2 pada Maret 2021 sebesar Rp6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy). Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6% (yoy). Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9% (yoy) pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1%. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Maret 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih, perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, serta penurunan kredit. Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 7,9% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2021 sebesar 11,5% (yoy). Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 42,0% (yoy), lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 50,8% (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] terkontraksi 4,0% (yoy), lebih dalam dari kontraksi 2,3% (yoy) pada Februari 2021.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS nampak kembali melemah di awal pagi hari Senin (26/4), melanjutkan sentimen di akhir sesi Jumat kemarin, seiring rendahnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Data indeks PMI sektor manufaktur dan jasa AS, serta laporan sektor perumahan AS yang dilaporkan di atas ekspektasi, sempat menopang dolar menguat tetapi gagal bertahan. Fokus pasar pada kebijakan moneter the Fed pada hari Kamis, lewat tengah malam  nanti. Pagi hari ini, perbankan di Australia dan Selandia Baru libur untuk perayaan Anzac Day.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas berakhir turun $0.38  di level $1777.86  pada hari Jumat, seiring meningkatnya minat pada aset berisiko setelah rangkaian data ekonomi global yang menunjukkan pemulihan di hari Jumat lalu.  Di sesi Asia (26/4), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1783 bila harga bertahan di atas level $1773 dan lemahnya dolar AS berlanjut. Jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpotensi dijual menguji support $1769. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1769 – $1783.

Minyak Mentah

Ditopang harapan pemulihan permintaan bahan bakar di AS dan Eropa karena pertumbuhan ekonomi dan melonggarnya lockdown telah memicu kenaikan harga minyak di hari Jumat, berakhir naik $0.39  di level $ 62.04. Di sesi Asia (26/4), harga minyak berpotensi dibeli menguji level resisten $62.55 selama harga bertahan di atas level $61.55. Jika kekhawatiran berlanjutnya lockdown di Jerman dan harga turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support $61.25. Potensi rentang harga di sesi Asia: $61.25 – $62.55.

EURUSD

Optimisnya data indeks manufaktur dan jasa zona Euro serta rencana pemangkasan pembelian obligasi oleh bank sentral Eropa telah menopang kenaikan EURUSD di hari Jumat, ditutup menguat 81pip di level 1.2096. Di sesi Asia (26/4), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2130 selama harga bertahan di atas level 1.2075 dan minat pada aset berisiko berlanjut. Jika turun ke bawah level tersebut dan kekhawatiran akan berlanjutnya lockdown di Jerman, karena masih meningkatnya kasus penyebaran wabah Korona, EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2045. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2045 – 1.2130.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 40pip di level 1.3878 pada hari Jumat seiring optimisnya data indeks manufaktur dan jasa Inggris. Di sesi Asia (26/4), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3920 selama harga bertahan di atas level 1.3860. Jika turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3835. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3935 – 1.3920.

USDJPY

Turunnya dollar AS walau kekhawatiran terhadap masalah Covid-19 di Jepang telah mendorong turun USDJPY di hari Jumat, berakhir melemah 11 pip di level 107.85.  Di sesi Asia (26/4), USDJPY berpotensi dijual menguji support 107.70 selama harga bertahan di bawah level 108.00 setelah laporan SPPI Jepang yang dirilis di atas ekspektasi. Jika naik ke atas level tersebut, USDJPY berpeluang dibeli menguji resisten 108.20.Potensi rentang harga di sesi Asia: 107.70 – 108.20.

AUDUSD

AUDUSD ditutup menguat 39 pip di level 0.7745 pada hari Jumat karena ditopang sentimen optimisnya data indeks manufaktur dan Australia serta tingginya harga tembaga. Di sesi Asia (26/4), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7780 selama harga bertahan di atas level 0.7730. Jika turun ke bawah level tersebut, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7715. Perbankan di Australia libur hari ini untuk perayaan Anzac Day. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7715 – 0.7780.

Nikkei 

Ditopang sentimen optimisnya data indeks manufaktur Jepang dan meningkatnya minat pada aset berisiko telah memicu kenaikan indeks Nikkei pada hari Jumat hingga berakhir naik 310 poin di level 29210. Di sesi Asia (26/4), Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 28750 selama harga bertahan di bawah level 29160, di tengah kekhawatiran tingginya wabah Korona di India dan jepang. Jika naik ke atas level tersebut, indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 29305. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28750 – 29305.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik  484 poin di level 29180 pada hari Jumat, karena ditopang oleh laporan earnings yang optimis yang mendorong para investor Tiongkok untuk meningkatkan pembelian saham mereka. Di sesi Asia (26/4), Indeks hang Seng berpeluang dijual menguji support 28880 bila kekhawatiran penyebaran wabah Korona di India dan Jepang berlanjut, Jika naik ke atas level 29200, indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resisten 29315. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28880 – 29315.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.