Senin, 25 November 2019

  • Ketiga indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional ditutup menguat terbatas pada besaran yang sama Jumat kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI), INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara), dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) menguat +0,01% masing-masing ke level 272,9721; 267,8768; dan 296,9649. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik sebesar +3,01bps. Adapun kenaikan yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) +0,33bps; menengah (5-7tahun) +0,18bps; dan panjang (>7tahun) +3,85bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin naik tipis sebesar +0,0006poin ke level 6,9447. Harga kelompok SUN benchmark menguat pada seluruh serinya dengan rata-rata naik sebesar +6,68bps. Penguatan harga tertinggi dicatatkan seri FR0078 sebesar +12,95bps. Sedangkan penguatan harga terendah senilai +0,87bps terjadi pada seri FR0068. Namun secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI dominan terkoreksi dengan rata-rata turun sebesar –0,38bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin terpantau melemah terbatas sebesar –0,01% ke level 115,1481. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun pada kedua sisinya. Total frekuensi turun sebesar –18,76% menjadi 684 transaksi, dan total volume turun –37,21% menjadi sebesar Rp9,69tn. Sepinya transaksi dialami SUN pada seluruh tenor dengan penurunan volume terbesar senilai Rp3,52tn terjadi pada kelompok tenor panjang. FR0076 bertahan menjadi yang teraktif dengan 121 transaksi. Namun SBN yang mencatatkan total volume terbesar senilai Rp1,58tn diraih seri FR0068. Pada obligasi korporasi, seri SPSMFBTN02A2 menjadi yang teraktif dengan 24 transaksi (volume Rp16juta). Pasar obligasi bergerak terbatas/sideways pada hari terakhir perdagangan pekan kemarin terpicu oleh damai dagang AS-China fase awal yang tidak kunjung selesai. Bahkan hubungan dagang kedua negara tersebut saat ini sedang dibayang-bayangi rencana intervensi hukum AS pada Hongkong. Selain di pasar SUN, ketidakpastian isu perang dagang AS-China turut berpengaruh terhadap performa Rupiah di pasar spot yang Jumat kemarin stabil berada di level Rp14.092/US$. Isu hubungan dagang AS-China diprediksi masih akan berlanjut membayangi pasar. Oleh karenanya diperkirakan ketika China masih mencatatkan surplus perdagangan, maka damai dagang fase pertama ada potensi kembali mundur. Pasar diprediksi bergerak sideways pada perdagangan Senin ini. Belum adanya sentimen penggerak lanjutan di pasar berpotensi mendorong pasar akan lebih banyak digerakkan oleh faktor trading. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder diperkirakan belum akan berlangsung semarak sejalan dengan dinamika damai dagang AS-China fase 1.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat dalam jangka pendek berpeluang meningkat dalam jangka pendek di tengah pernyataan terbaru Presiden Trump yang meredakan kegugupan pasar terkait negosiasi dagang AS-Tiongkok serta keunggulan sementara dari para kandidat pro demokrasi dalam pemilu di Hong Kong. Selanjutnya hari ini perhatian pasar akan tertuju data iklim bisnis Jerman yang dirilis oleh lembaga Ifo pukul 16:00 WIB untuk katalis pergerakan EURUSD, penjualan yang telah direalisasi di Inggris oleh lembaga CBI pukul 18:00 WIB untuk katalis GBPUSD dan penjualan grosir di Kanada pukul 20:300 WIB untuk katalis USDCAD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen meningkatnya permintaan aset berisiko dibalik progres negosiasi dagang AS-Tiongkok dan perkembangan politik di Hong Kong untuk menguji level support di $1456 – $1450. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terlihat di $1464 – $1470.

Minyak

Harga minyak berpotensi untuk bergerak naik jangka pendek jika pasar mempertimbangkan turunnya rig AS dalam laporan Baker Hughes akhir pekan lalu untuk menguji level resisten di $58.40 -$58.90. Namun, jika pasar kembali mencemaskan tidak tercapainya ekspektasi mereka pada hasil pertemuan OPEC bulan depan, maka harga minyak berpeluang bergerak turun untuk menguji support di $57.60 – $57.10.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena outlook menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 1.0990 – 1.0940. EURUSD berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 1.1050 – 1.1100 jika data iklim bisnis Jerman yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek seiring pasar kini terlihat mulai ragu terhadap janji-janji partai Konservatif (pemerintah Inggris) untuk menguji level support di 1.2820 – 1.2770. GBPUSD berpeluang dapatkan katalis positif jika data penjualan yang telah direalisasi di Inggris oleh lembaga CBI pukul 18:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi, menguji resisten di 1.2880 – 1.2930.

USDJPY

Sentimen hindar aset berisiko dibalik progres negosiasi dagang AS-Tiongkok dan tensi politik di Hong Kong berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 108.50 – 108.00. Jika bergerak turun, level support terlihat di 109.00 – 109.50.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika sentimen penguatan dolar AS mendominasi pasar untuk menguji level support di 0.6760 – 0.6720. Namun, AUDUSD berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 0.6820 – 0.6860 jika ditopang sentimen positif perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 25/11/2019 pukul 10.18 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.