Senin, 24 Mei 2021

  • Perdagangan Akhir Pekan, Pasar Obligasi Menguat. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak menguat. Harga SBN seri-seri fixed rate dominan menguat dengan rata-rata perubahan sebesar +10,68bps. Sedangkan ratarata harga sukuk negara naik +3,21bps. Kurva yield obligasi negara berpola bullish dengan ratarata perubahan yield tenor 1-30tahun naik +0,75bps. Kenaikan yield terjadi pada seluruh kelompok tenor. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –11,48% menjadi sebesar Rp13,79tn sedangkan total frekuensi naik tipis +0,24% menjadi 1.637 transaksi. Senada dengan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia berlanjut menguat hingga sesi penutupan. Pergerakan pasar pada perdagangan Jumat diperkirakan masih karena aksi trading pelaku pasar yang disertai dengan penguatan kurs spot Rupiah sebesar 20poin ke level Rp14.355/US$. Sementara itu dari global, pasar masih dibayangi dengan peluang perubahan kebijakan akomodatif The Fed terlebih setelah data pengangguran AS juga mencatat perbaikan. Pada perdagangan Jumat, kinerja IHSG turun –0,42% ke level 5.773,12. Today’s Outlook Pada awal pekan terakhir di bulan Mei, pergerakan pasar obligasi Indonesia diperkirakan akan kembali terbatas. Kondisi tersebut dikarenakan belum ada sentimen lanjutan yang dominan di pasar. Pasar masih akan concern pada bagaimana perkembangan kasus Covid-19 khususnya di Indonesia yang mengalami tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

ECONOMIC GLOBAL

  • Data makro AS yang dirilis pekan lalu seperti data klaim tunjangan pengangguran di AS di angka 444k (prior : 473k ; surv : 452k) dan angka Purchasing Managers’ Index (PMI) di angka 61.5 (prior : 60.5) menjadi indikator positif bahwa perekonomian AS membaik seiring dengan pemberian vaksinasi secara masif dan pembukaan ekonomi secara gradual. Namun adanya akselerasi ekonomi AS yang cukup signifikan bulan ini menambah kekhawatiran market terkait inflasi AS dan meningkatkan potensi The Fed melakukan tapering atau meningkatkan suku bunga acuan sebagaimana hasil FOMC yang mengisyaratkan akan mempertimbangkan rencana untuk mengurangi pembelian aset (quantitative easing/QE) jika ekonomi AS terus pulih dengan cepat.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas bergerak naik pada hari Jumat, hingga berakhir menguat $4.59 di level $ 1881.50 karena ditopang oleh sentimen turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS. Aksi beli emas berpeluang berlanjut pagi ini (24/5), membidik resisten di $1890 di tengah outlook turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS karena meredanya kekhawatiran akan pemangkasan pembelian obligasi oleh Federal Reserve AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $1874, berpeluang dijual menargetkan support di $1872. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1872 – $1890

MINYAK

Ditopang optimisme akan pemulihan permintaan bahan bakar pada musim panas ini karena program vaksinasi di Eropa dan Amerika Serikat telah memicu kenaikan harga minyak di hari Jumat, berakhir menguat $2.07 di level $63.84 Harga minyak berpotensi dijual pagi ini (24/5), mengincar support di $63.10 di tengah sentimen meningkatnya aktivitas rig di AS dalam laporan Baker Hughes. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $64.10, berpeluang dibeli, menguji resisten di $64.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $63.10 – $64.30.

EURUSD

Komentar Presiden ECB Lagarde bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan euro yang berada dalam ketidakpastian telah memicu penurunan EURUSD sebesar 46 pip di level 1.2180 pada perdagangan hari Jumat. EURUSD berpeluang dibeli pagi ini (24/5), mengincar resisten di 1.2230 dibalik sentimen upaya vaksinasi yang agresif di Eropa. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.2145, berpeluang dijual membidik support di 1.2130. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2130 – 1.2230.

GBPUSD

Dollar AS yang menguat ditopang  oleh positifnya data aktivitas manufaktur dan jasa AS telah menekan turun GBPUSD di hari Jumat, berakhir melemah sebesar 42 pip di level 1.4147 GBPUSD berpotensi dibeli pagi ini (24/5), menargetkan resisten di 1.4190 di tengah sentimen optimisme PM Inggris Johnson bahwa Inggris akan akhiri lockdown di tanggal 21 Juni. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.4105, berpeluang dijual menguji support di 1.4090. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.4090 – 1.4190.

USDJPY

Ditopang sentimen menguatnya dollar AS karena optimisnya data indeks manufaktur dan sektor jasa AS telah mendorong naik USDJPY di hari Jumat, hingga ditutup menguat 16 pip di level 108.94. USDJPY berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (24/5), mengincar resisten di 109.30 dibalik laporan bahwa juru bicara pemerintah Jepang di hari Minggu lalu mengatakan mungkin untuk memperpanjang kondisi darurat virus korona di berbagai kota besar di Jepang. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 108.65, berpotensi dijual membidik support di 108.50. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.50 – 109.30.

AUDUSD

Aksi beli dolar AS setelah laporan data aktivitas manufaktur dan jasa AS yang hasilnya positif telah menekan turun AUDUSD sebesar 44 pip di level 0.7730. AUDUSD berpotensi dibeli pagi ini (24/5), menargetkan resisten di 0.7780 di tengah outlook melemahnya dollar AS karena meredanya kekhawatiran akan pemangkasan pembelian obligasi AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 0.7700, berpeluang dijual mengincar support di 0.7685. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7685 – 0.7780.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir menguat 155 poin di level 28380 pada hari Jumat dibalik sentimen pelemahan pelemahan mata uang yen Jepang. Indeks Nikkei berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (24/5), menargetkan resisten di 28700 di tengah outlook pelemahan yen Jepang dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 28430, berpotensi dijual mengincar support di 28385. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28385 – 28700.

HANG SENG

Aksi ambil keuntungan investor setelah alami reli kenaikan yang ditopang kenaikan saham teknologi Tiongkok, telah memicu penurunan indeks Hang Seng sebesar 126 poin di level 28279 di hari Jumat. Indeks Hang Seng berpeluang dibeli pagi ini (24/5), membidik resisten di 28400 di tengah outlook penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 28170, berpotensi dijual mengincar support di 28140. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28140 – 28400.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.