Senin, 24 Februari 2020

  • Pasar Obligasi Domestik Menguat Tipis Pada Perdagangan Jumat. Performa pasar obligasi Indonesia akhir sesi end of day Jumat kemarin terpantau menguat terbatas. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata perubahan sebesar –1,23bps. Begitu pula yield obligasi negara dan korporasi yang bergerak mixed dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun naik +042bps. Terbatasnya pergerakan pasar disertai dengan penurunan frekuensi perdagangan sebesar –21,56% menjadi 1.124 transaksi. Sedangkan total volume perdagangan naik sebesar +8,57% menjadi Rp37,62tn. Semakin tertahannya laju penguatan pasar SBN diperkirakan sebagai respon pelaku pasar yang cenderung meningkatkan antisipasi risiko akibat kekhawatiran terhadap penyebaran wabah Corona yang masih berlanjut. Pada perdagangan Jumat lalu, kurs spot Rupiah terhadap USD berlanjut melemah ke level Rp13.760/US$. Begitu pula dengan kinerja saham domestik dimana IHSG turun hingga –1,01% ke level 5.882,26. Pada perdagangan awal pekan keempat Februari ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi masih meneruskan tren sideways. Pasar diperkirakan lebih digerakkan oleh aksi trading seiring belum munculnya sentimen lanjutan yang dominan di pasar dan ditengah isu penyebaran Corona secara global.

EKONOMI GLOBAL

  • Indeks ekuitas AS berjangka memerah bersamaan dengan saham Asia sementara harga emas memperoleh kekuatan pada laporan yang menunjukkan jumlah kasus virus corona di luar Tiongkok semakin meningkat. Meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman karena munculnya serangkaian infeksi dari virus korona di negara-negara baru termasuk Korea Selatan, Italia, dan Iran, sebagaimana dicatat oleh Wall Street Journal.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten 1670 – 1675 karena didukung oleh minat pelaku pasar yang meningkat pada aset aman di tengah meluasnya ancaman virus korona. Waspadai aksi ambil untung yang berpotensi menekan harga emas menguji support 1655 – 1650.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun menguji level support di 51.50 – 51.00 karena tertekan oleh potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global, Resisten harga minyak berada di kisaran 52.25 – 53.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten 1.0860 – 1.0900 karena potensi pelemahan dolar AS. bila harga bergerak turun EURUSD berpeluang menguji support 1.0790 – 1.0750.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji level 1.2990 – 1.3020 dalam jangka pendek. Namun bila bergerak turun GBPUSD berpeluang menguji level support di kisaran 1.2900 – 1.2870.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 111.20 – 111.00 karena dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus korona. Level resisten USDJPY berada pada level 111.90 – 112.20.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun menguji level support 0.6575 – 0.6540 karena outlook pelemahan harga komoditas, namun bila bergerak naik AUDUSD berpeluang menguji level resisten di 0.6630 – 0.6670.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 24/02/2020 pukul 11.05 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.