Senin, 23 September 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,08% ke level 266,6119pada akhir sesi end of day Pelemahan juga dicatatkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) sebesar –0,09% ke level 261,6216. Sedangkan kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik tipis sebesar +0,01% ke level 290,1385. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bearish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +1,27bps. Kenaikan rata-rata yield dicatatkan kelompok tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar +1,30bps dan +1,57bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) turun sebesar –0,46bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin naik sebesar +0,0169poin ke level 7,1518. Harga kelompok seri SUN benchmark didominasi penguatan dengan rata-rata naik +2,36bps. Penguatan harga SUN acuan terjadi di rentang +1,14bps (FR0068) hingga +7,41bps (FR0079). Namun secara keseluruhan, harga SUN seri FR terpantau dominan turun dengan rata-rata harga turun sebesar –12,12bps. Adapun rata-rata harga SUN seri ORI naik sebesar +2,20bps. INDOBeXG-Clean Price di hari terakhir perdagangan pekan kemarin ditutup di level 113,8965 (-0,12%). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau sepi. Total volume menurun –7,72% menjadi sebesar Rp11,34tn dan total frekuensi turun –7,15% menjadi 753 transaksi. Penurunan transaksi juga dialami kelompok SUN benchmark dengan total volume Rp2,68tn (-43,58%) dan total frekuensi 75 transaksi (-42,75%). Seri FR0075 menjadi SBN teraktif dengan 116 transaksi sedangkan volume terbesar dicatatkan FR0082 senilai Rp1,53tn. Pada obligasi korporasi, seri teraktif dan yang mencatat total volume transaksi terbesar diraih oleh 1 seri yang sama yakni AGII01ACN3 dengan 11 transaksi dan total nilai Rp81miliar. Performa pasar obligasi domestik terpantau tertekan pada perdagangan Jumat kemarin. Harga SUN seri FR didominasi pelemahan. Dari 40 seri yang beredar, 31 seri diantaranya terkoreksi di rentang –0,01bps hingga –49,34bps. Imbal hasil SBN juga dominan bearish dengan kenaikan yield terjadi pada tenor 4-30 tahun di rentang +0,16bps hingga +2,70bps. Semua kondisi tersebut pada akhirnya mendorong pelemahan kinerja return obligasi secara komposit. Senada dengan sesi siang, tertekannya indikator pasar obligasi dipicu oleh antisipasi pasar terhadap jalannya negosiasi tingkat deputi antara AS-China di Washington yang berlangsung alot. Pertemuan tersebut dilakukan guna merumuskan dasar negosiasi tingkat tinggi yang rencananya akan digelar di Washington pada bulan Oktober (Reuters). Isu perang dagang yang belum juga berakhir dikhawatirkan akan semakin menekan perekonomian global. Diketahui, lembaga internasional EOCD telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia ke level 2,9% dari 3,2%. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik diprediksi berlanjut bergerak sideways dengan tren melemah. Minimnya sentimen dominan lanjutan yang positif ditengah antisipasi risiko pasar terhadap perkembangan negosiasi dagang AS-China diprediksi masih akan menjadi faktor dominan yang menahan laju penguatan pasar obligasi. Sentimen negatif diperkirakan juga akan datang dari meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Permintaan terhadap aset berisiko berpotensi meningkat pada awal perdagangan hari Senin (23/9) di tengah adanya laporan dari surat kabar Tiongkok, yang melaporkan adanya negosiasi dagang yang “konstruktif” antara AS dengan Tiongkok pada pekan lalu serta pernyataan menteri luar negeri AS Mike Pompeo yang meredakan ketegangan di Timur Tengah. Hari ini pasar akan menantikan sejumlah data indeks manufaktur dan jasa dari Perancis, Jerman dan zona Euro pada pukul 14:15 WIB, 14:30 WIB, dan 15:00 WIB , pidato Presiden ECB Mario Drgahi pada pukul 20:00 WIB data indeks manufaktur AS pukul 20;45 WIB dan pidato anggota FOMC Jhon Williams pukul 20:50 WIB dan James Bullard pukul 0:00 WIB/Selasa.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1509 – $1504 jika pasar mempertimbangkan adanya progres dalam negosiasi dagang antara AS-Tiongkok seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Tiongkok Xinhua. Namun, harga emas berpeluang untuk bergerak naik menguji leve resisten di $1517 – $1522 jika dollar AS dapatkan sentimen negatif dari perilisan data indeks manufaktur AS yang pesimis.

Minyak

Harga minyak berpotensi terkoreksi turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $58.40 – $57.90 di tengah meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah karena pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang mengatakan bahwa tentara AS di wilayah Teluk hanya untuk pertahanan. Namun, harga minyak berpeluang untuk bergerak naik jika pasar mempertimbangkan turunnya aktivitas rig AS untuk menguji level resisten di $59.20 – $59.70.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun pada outlook menguatnya dollar AS seiring meredanya kekhawatiran akan negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level support di 1.0990 – 1.0950. Namun, EURUSD berppotensi untuk bergerak naik, menguji level resisten di 1.1050 – 1.1100 jika data indeks manufaktur dari sejumlah wilayah zona Euro dan pidato Presiden ECB hasilnya optimis.

GBPUSD

Masih belum adanya titik terang terkait perkembangan Brexit, khususnya pasca adanya komentar dari Menteri Luar Negeri Irlandia yang mengatakan masih menunggu proposal serius dari Inggris serta pernyataan PM Inggris Boris Johnson yang mengatakan dia tidak berharap untuk mencapai kesepakatan penuh’ yang dapat dioperasikan secara hukum” mencakup perbatasan Irlandian berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan GBPUSD untuk menguji level support di 1.2440 – 1.2390. Sebaliknya jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2500 – 1.2550.

USDJPY

Outlook menguatnya dollar AS dan meredanya kekhawatiran akan tensi dagang AS-Tiongkok berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.00 – 108.50. Sementara itu jika bergerak turun, level support berada di 107.40 – 106.90.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6800 – 0.6840 di tengah sentimen adanya perkembangan dalam negosiasi dagang AS-Tiongkok. Namun, AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun untuk menguji level support di 0.6740 – 0.6700 jika pasar kembali mencemaskan pandangan dovish RBA yang memicu spekulasi adanya pengurangan suku bunga kembali oleh mereka pada sisa tahun ini.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 23/09/2019 pukul 10.18 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.