Senin, 23 Desember 2019

  • Ketiga indeks return obligasi ditutup menguat pada perdagangan Jumat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,25% ke level 272,8156; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,27% ke level 267,5477; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,05% ke level 298,3073. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi pola bullish dengan rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –4,22bps. Hanya rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) yang mengalami kenaikan yakni sebesar +0,10bps. Sementara rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing turun sebesar —0,92bps dan —5,40bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield pada end of day Jumat turun –0,0335poin ke level 7,0550. Harga seluruh seri SUN benchmark kompak menguat dengan rata-rata naik sebesar +53,20bps. Harga FR0068 naik paling tinggi sebesar +99,43bps. Harga seri-seri SUN (FR dan ORI) bergerak mixed dengan rata-rata harga menguat sebesar +13,24bps. Dengan mayoritas penguatan harga SBN, INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,26% ke level 114,3316. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun. Total volume transaksi turun —39,86% menjadi sebesar Rp10,38tn dan total frekuensi turun –12,17% menjadi 758 transaksi. Aktivitas transaksi SBN mengalami penurunan sebesar —42,99% menjadi Rp6,82tn. Penurunan terjadi pada seluruh kelompok tenornya (pendek, menengah, dan panjang). FR0075 menjadi seri SBN teraktif ditransaksikan dengan 86 transaksi. Sementara total volume terbesar senilai Rp1,63tn dicatatkan seri FR0082. Untuk obligasi korporasi, seri teraktif dicatatkan oleh BBTN03ACN2 dengan frekuensi 10 transaksi dan volume Rp60miliar. Adapun seri obligasi korporasi dengan volume transaksi terbesar dicatatkan oleh seri PTPP02ACN2 yakni sebesar Rp99miliar dan frekuensi sebanyak 5 kali. Pasar obligasi berlanjut positif ditengah minimnya sentimen lanjutan. Positifnya pasar lebih didorong oleh adanya harapan penandatanganan kesepakatan awal perdagangan AS-China yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Januari 2020. Sementara sentimen pemakzulan Donald Trump tampak mendorong wait and see pelaku pasar yang tercermin dari penurunan aktivitas transaksi perdagangan. Sementara itu nilai tukar Rupiah pada end of day Jumat mengalami penguatan ke level Rp13.978/US$ dari level Rp13.985/US$ (kurs spot Bloomberg). Sejalan dengan pasar obligasi, pasar saham turut ditutup menguat dengan kenaikan IHSG sebesar +34,44poin ke level 6.284,37. Pasar obligasi pada perdagangan Senin berpeluang untuk berlanjut positif. Sentimen penggerak masih dari kesepakatan dagang tahap pertama. Presiden Trump menyatakan penandatangan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun aktivitas pasar diperkirakan tidak akan ramai menjelang libur Natal dan tahun baru. Pelaku pasar juga masih akan menanti perkembangan proses pemakzulan Trump.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS bertahan pada awal pekan pada hari Senin (23/12) setelah data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sementara pound Inggris bergerak stabilitas setelah mengalami penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun seiring anggota Parlemen Inggris menyetujui RUU Brexit PM Johnson. Market movers lainya adalah rilis data GDP Kanada jam 20:30 WIB, Core Durable Goods Orders AS jam 20:30 WIB dan New Home Sales 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerarak turun menguji level 1474 – 1470 karena meningkatnya minat pelaku pasar pada aset beresiko di tengah data AS yang menguat dan optimisme pasar pada kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Level resisten harga emas berada pada kisaran 1482 – 1487.

MINYAK

Meningkatnya jumlan aktivitas pengeboran AS berpeluang meningkatkan kembali cadangan minyak AS, harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level 59.85 – 59.40, bila bergerak naik harga minyak berpeluang menguji resisten di 60.80 – 61.20.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level 1.1040 – 1.1020 karena pasar yang tetap kekhawatir pada hubungan Uni Eropa dan Inggris pasca Brexit. Resisten EURUSD berada pada kisaran 1.1115 – 1.1130.

GBPUSD

Para anggota parlemen memberikan suara 358 berbanding 234 mendukung undang-undang, yang pandang sebagai langkah pertama menuju perpisahan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Januari. GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.3040 – 1.3080, bila bergerak turun GBPUSD berpeluang bergerak menguji level support di 1.2960 – 1.2930.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 109.60 – 109.90 karena meningkatnya minat pelaku pasar pada aset beresiko. Support USDJPY berada pada kisaran 109.10 – 108.80.

AUDUSD

Pasar yang tetap optimis pada kesepatan dahang AS – Tiongkok dan tingginya harga komoditas tembaga berpeluang menopang kenaikan AUDUSD menguji level resisten di 0.6930 – 0.6950. Support AUDUSD berada pada kisaran 0.6870 – 0.6850.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 23/12/2019 pukul 11.07 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.