Senin, 22 Maret 2021

  • Menutup Pekan Ketiga Maret, Mayoritas Harga Obligasi Domestik Turun . Mayoritas indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun syariah ditutup melemah. Hanya return obligasi korporasi yang menguat tipis. Harga SUN seri fixed rate berlanjut terkoreksi. Pada end of day, rata-rata harga SUN FR tercatat turun –21,47bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –10,23bps. · Yield obligasi negara didominasi bearish dengan rata-rata perubahan pada tenor 1-30tahun naik +2,42bps. Kelompok tenor menengah dan panjang catat kenaikan rerata yield. Total volume obligasi di pasar sekunder turun menjadi sebesar Rp15,81tn (-23,84%). Sedangkan total frekuensi turun menjadi 1.719 transaksi (-4,34%). Senada dengan sesi siang, pasar obligasi domestik berlanjut melemah. Aksi jual melanda sebagian besar seri-seri SBN. Kondisi tersebut disebabkan oleh meredanya euforia FOMC Meeting seiring kembali meningkatnya risiko akibat kenaikan yield US Treasury 10-yr hingga diatas level 1,70%. Pada perdagangan Jumat, kurs spot Rupiah terhadap USD melemah tipis ke level Rp14.408/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan awal pekan, pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Selain karena masih minimnya sentimen lanjutan, pasar masih akan dibayangi pergerakan yield US-Treasury dan sentimen terkait perpanjangan kebijakan pengetatan aktivitas (PPKM) yang diperluas ke 5 provinsi di Indonesia.
  • Keputusan pemerintah untuk tidak melarang mudik lebaran tahun ini memberikan sentimen positif terhadap pergerakan Rupiah. Dengan adanya mudik diprediksi akan terjadi peningkatan terhadap konsumsi sehingga menjadi alat pendorong ekonomi. Pada tanggal 15-18 Maret Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk (capital inflow) sebesar Rp 3.81 T, aliran modal tersebut masuk melalui instrumen surat berharga termasuk saham. Aliran modal asing yang masuk dipengaruhi juga oleh tingkat premi risiko CDS Indonesia turun dari 79.8 bps menjadi 75.54 bps. Hal tersebut diprediksi akan mempengaruhi pergerakan Rupiah pada hari ini.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Jumat (19/03) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6,356 naik 0.13% atau 8.33 poin. Sebanyak 176 saham berakhir menguat, sedangkan 295 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Volume transaksi Jumat (19/03) mencapai 18.61 miliar saham dengan nilai Rp 13.77 triliun. Adapun investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy mencapai Rp 512.47 miliar.

BONDS

  • Mayoritas harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah melemah pada perdagangan Jumat (19/03) dengan range peningkatan yield obligasi benchmark 3 bps – 4 bps. Koreksi di Pasar Obligasi terus terjadi disebabkan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang mengindikasikan belum akan menaikkan suku bunga acuan AS meski sinyal-sinyal akan pemulihan perekonomian di AS menunjukan perbaikan.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (19/03), Rupiah dibuka di level 14,390/14,430 dengan kejadian pertama di 14,410 dan kurs acuan JISDOR di level 14,476 (prior : 14,459). Rupiah diperdagangkan pada range 14,410-14,495. Penguatan terbatas Rupiah disinyalir merupakan aksi profit taking pelaku pasar setelah Rupiah mengalami pelemahan cukup signifikan dalam seminggu terakhir. Namun demikian kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang menyentuh level 1.72% berpotensi memicu capital outflow dan menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah kembali. Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia dalam mempertahankan BI7DRR diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar terhadap perekonomian Indonesia.
  • Kebijakan moneter Bank Sentral AS mengindikasikan belum akan menaikkan suku bunga acuan AS meski sinyal-sinyal pemulihan perekonomian di AS menunjukan perbaikan. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2021 dari 4.8% menjadi 5.5%. Proyeksi pertumbuhan tersebut rencananya akan diumumkan secara resmi ke publik pada bulan April 2021 mendatang. Kenaikan proyeksi ini salah satunya ditopang oleh pemberian stimulus fiskal AS senilai US$ 1.9 T dan pulihnya ekonomi China yang telah melewati angka pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir naik $8,53 di level $1744,83 pada hari Jumat karena aksi bargain hunting meskipun di tengah lingkungan menguatnya dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Harga emas berpeluang dijual pagi ini (22/3), membidik support di $1730, jika sentimen penguatan dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS mendominasi pasar. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1748, berpeluang dibeli mengincar resisten di $1750. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1730 – $1750.

MINYAK

Harga minyak berakhir menguat $1,87 di level $61.48 pada hari Jumat di tengah outlook pemulihan permintaan bahan bakar setelah beberapa negara di Eropa seperti Jerman dan Perancis kembali gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah adanya persetujuan dari regulator.

Harga minyak berpeluang dijual pagi ini (22/3) mengincar support di $60.50 karena sentimen meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes di akhir pekan lalu. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $61.50, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $61.70. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $60.50 – $61.70.

EURUSD

Dominasi penguatan dolar AS karena ditopang oleh meningginya tingkat imbal hasil obligasi AS dan serta pesimisnya data German PPI telah menekan turun EURUSD sebesar 10 pip di level 1.1904 pada akhir perdagangan hari Jumat. Aksi jual EURUSD berpeluang berlanjut pagi ini (22/3), menguji support di 1.1840 di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan kebijakan lockdown terbaru dari Perancis. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1915, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.1930. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1840 – 1.1930

GBPUSD

GBPUSD berakhir turun sebesar 60 pip di level 1.3867 pada hari Jumat karena tertekan oleh dominasi penguatan dolar AS di tengah  kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS dalam merespon kebijakan terbaru The Fed terkait modal perbankan GBPUSD berpeluang masih dijual pagi ini (22/3), mengincar support di 1.3780 di tengah laporan bahwa PM Inggris Boris Johnson berencana untuk memperpanjang undang-undang lockdown sampai Oktober mendatang di tengah outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3885, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.3900. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3780 – 1.3900.

USDJPY

USDJPY berakhir flat dengan ditutup hanya naik 1 pip di level 108.87 pada hari Jumat di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan pasar yang mempertimbangkan kebijakan terbaru bank sentral Jepang yang memperluas kisaran target untuk tingkat imbal hasil obligasi acuan, yang sesuai perkiraan pasar. Aksi beli terhadap USDJPY berpeluang berlanjut pagi ini (22/3), mengincar resisten di 109.40 jika sentimen penguatan dollar AS masih mendominasi pasar. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 108.65, berpeluang dijual menargetkan support di 108.50. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.50 – 109.40.

AUDUSD

Data penjualan ritel Australia yang melemah dan dominasi penguatan dolar AS yang ditopang tingginya tingkat obligasi AS telah memicu penurunan AUDUSD pada hari Jumat hingga berakhir turun sebesar 21 pip di level 0.7739. AUDUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (22/3), mengincar support di 0.7670 di tengah outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 0.7755, berpeluang dibeli menguji resisten di 0.7770. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7670 – 0.7770.

NIKKEI

Dipicu oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS dan pelemahan Wall Street telah mendorong penurunan indeks Nikkei di hari Jumat, ditutup melemah 430 poin di level 29320. Indeks Nikkei berpotensi melanjutkan penurunannya, menguji support di 29000 di tengah outlook tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29250, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29300. Potensi rentang perdagangan sesi Asia 29000 – 29300.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir melemah sebesar 117 poin di level 29037 pada hari Jumat karena tertekan oleh kewaspadaan investor terhadap pertemuan AS-Tiongkok serta tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Indeks Hang Seng berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (22/3), membidik support di 28700 di tengah kekhawatiran terhadap hubungan AS-Tiongkok setelah pertemuan mereka di pekan lalu tidak menghasilkan terobosan baru. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29250, berpeluang dibeli mengincar resisten di 29300. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28700 – 29300.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.