Senin, 22 Juni 2020

  • ICBI Ditutup Menguat +0,01% Di Akhir Sesi End Of Day Jumat. Sore ini, indeks return obligasi Indonesia masih berhasil menguat meski sangat tipis yakni hanya sebesar +0,01%. Harga SUN fixed rate masih terpantau bervariasi namun kali ini dengan rata-rata perubahan turun –4,41bps. Yield curve PHEI (PHEI-IGSYC) berlanjut mixed dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun tipis –0,44bps. Total volume transaksi obligasi hari ini naik +37,10% menjadi Rp14,77tn. Sementara total frekuensi cenderung stagnan yakni 1.201 transaksi (+0,08%). Pergerakan pasar hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global seperti wait and see perkembangan issue gelombang kedua Covid di Beijing dan konflik geopolitik antara India dan China. Ancaman gelombang kedua Covid yang kian nyata dkhawatirkan dapat menahan laju penguatan Rupiah. Kurs spot Bloomberg sore ini melemah 22,0poin ke level Rp14.100/US$. Pada perdagangan Senin, pasar obligasi diprediksi bergerak melemah meski terbatas. Masih minimnya sentimen lanjutan dominan mendorong concern investor akan kembali tertuju pada issue pandemi Covid-19 terutama terkait ancaman gelombang kedua Covid di Beijing dan terus melonjaknya kasus harian terinfeksi Covid di Indonesia. Pasar diprediksi semakin tertekan setelah BI memperkirakan inflasi tahunan Indonesia di bulan Juni hanya akan berada di level 1,79% yang berarti menunjukkan redahnya daya beli masyarakat saat ini.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan aset safe haven seperti emas dan mata uang yen berpotensi meningkat dalam jangka pendek di tengah kekhawatiran akan perkembangan kasus Covid-19 yang menunjukkan tanda-tanda kenaikan kasus secara global yang mungkin dapat memicu adanya kebijakan lockdown kembali. Sementara itu untuk harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pasar yang menyambut baik rencana kepatuhan pengurangan produksi oleh anggota OPEC+ dan turunnya rig aktif AS yang dilaporkan Baker Hughes di akhir pekan lalu.

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek karena sentimen permintaan aset safe haven dibalik kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara untuk menguji level resisten di $1758 – $1770. Namun, jika dolar AS berbalik menguat karena permintaan aset likuid dan optimisnya data penjualan rumah second di AS yang dirilis pukul 21:00 WIB, maka harga emas berpotensi bergerak turun untuk menguji level support di $1740 – $1727.

MINYAK 
Turunnya jumlah rig aktif di AS seperti yang dilaporkan oleh Baker Hughes di akhir pekan lalu dan outlook meningkatnya tingkat kepatuhan pengurangan produksi oleh anggota OPEC+  berpeluang memicu kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $40.50 – $42.00. Namun, jika pasar cemaskan outlook melambatnya permintaan karena meningkatnya kasus Covid-19, maka harga minyak berpotensi untuk berbalik turun untuk menguji support di $39.00 – $37.50.

EURUSD 
EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1130 – 1.1070 di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus Covid-19 di Jerman serta keraguan pasar akan dana pemulihan ekonomi di Uni Eropa yang sejauh ini masih dapatkan penentangan dari berbagai negara di Eropa. Namun, jika laporan Bundesbank yang waktunya tentatif untuk hari ini hasilnya hawkish dan data tingkat keyakinan konsumen zona Euro yang dirilis pukul 21:00 WIB hasilnya optimis, maka EURUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.1210 -1 1270. 

GBPUSD 
GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.2300 – 1.2240 di tengah outlook pelonggaran moneter lanjutan dari Bank of England dan ketidakpastian kesepakatan Brexit. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2380 – 1.2440. 

USDJPY 
Sentimen permintaan aset safe haven karena kekhawatiran akan memburuknya perkembangan kasus Covid-19 di berbagai negara berpotensi memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 106.50 – 106.00. Jika bergerak naik, level resisten berada di 107.20 – 107.70. 

AUDUSD
Pernyataan ketua RBA Philip Lowe yang cenderung hawkish dimana dia mensinyalkan tidak ada pengurangan suku bunga berpotensi memicu kenaikan AUDUSD jangka pendekuntuk menguji resisten di 0.6860 – 0.6920. Namun, jika pasar kembali jauhi sentimen aset berisiko karena perkembangan kasus Covid-19, AUDUSD berpotensi turun untuk menguji support di 0.6780 – 0.6720.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.