Senin, 21 September 2020

  • Menutup Sesi Perdagangan Akhir Pekan, ICBI Menguat +0,12%. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk masih menguat dalam rentang terbatas. Harga SUN seri FR didominasi penguatan dimana rata-rata perubahan harga pada 45 serinya naik sebesar +10,27bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –0,93bps. Total frekuensi turun –3,65% menjadi 1.399 transaksi. Sementara, total volume turun +28,21% menjadi Rp16,70tn.  Ditengah belum munculnya data-data ekonomi lanjutan baik dari global maupun domestik, penguatan kinerja pasar obligasi diperkirakan lebih terdorong oleh menguat signifikannya kurs spot Rupiah terhadap US Dollar. Pada perdagangan Jumat, kurs spot Rupiah ditutup terapresiasi ke level Rp14.735/US$ atau menguat 98poin. Namun demikian, pasar juga masih dibayangi serangkaian sentimen negatif seperti isu konflik geopolitik beberapa negara hingga kasus harian Covid yang belum juga mereda. Pada perdagangan Senin, pergerakan pasar obligasi Indonesia diperkirakan berlanjut dalam tren penguatan terbatas. Katalis positif di pasar diperkirakan masih berasal dari pergerakan Rupiah dan optimisme investor terhadap perkembangan terbaru vaksin Moderna yang tinggal menunggu hasil uji klinis tahap III di tiga negara. Namun demikian, wait & see pidato terbaru Gubernur The Fed yang rencananya akan disampaikan Senin malam turut menjadi concern pasar.
  • Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
  1. Perkembangan Nilai Tukar 14 – 17 September 2020

Pada akhir hari Kamis, 17 September 2020 

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.820 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,90%.
  3. DXY[1] melemah ke level 92,97.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 0,689%.

Pada pagi hari Jumat, 18 September 2020

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.750 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun stabil pada 6,89%

Aliran Modal Asing (Minggu III September 2020)

  1. Premi CDS (Credit Default Swaps)[3] Indonesia 5 tahun naik ke 92,15 bps per 17 September 2020 dari 91,16 bps per 11 September 2020.
  2. Berdasarkan data transaksi 14-17 September 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp4,64 triliun, dengan jual neto di pasar SBN sebesar Rp1,80 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp2,84 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto sebesar Rp168,27 triliun.
  4. Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali
  5. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III September 2020, perkembangan harga pada bulan September 2020 diperkirakan deflasi sebesar -0,01% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,92% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,46% (yoy).
  6. Penyumbang utama deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,04% (mtm), daging ayam ras sebesar -0,03% (mtm), bawang merah sebesar   -0,02% (mtm), jeruk, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang menyumbang inflasi yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02% (mtm). Kenaikan harga bawang putih diperkirakan karena pasokan impor yang mulai berkurang, sedangkan kenaikan harga minyak goreng sejalan dengan kenaikan harga CPO internasional.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

EKONOMI GLOBAL

  • Saham Asia dibuka menguat pada hari Senin (21/9/2020) seiring investor menunggu perkembangan stimulus fiskal AS dan optimisme vaksin virus korona dih kebangkitan kembali infeksi di Eropa. Perhatian beralih kembali ke negosiasi tentang stimulus fiskal tambahan dan pemilihan AS yang akan datang kata analis di ANZ bank.   Kasus virus korona kini telah melampaui 30 juta, menimbulkan kekhawatiran yang suram atas prospek pemulihan ekonomi. Ancaman terbesar bagi pertumbuhan global adalah kebangkitan kembali pandemi, dengan para analis khawatir pertumbuhan dan inflasi dapat mengejutkan penurunan di tahun mendatang. Kurangnya pengembangan material pada paket stimulus AS juga menjadi masalah. Negara-negara Eropa dari Denmark hingga Yunani mengumumkan pembatasan baru pada hari Jumat untuk mengekang infeksi virus korona yang melonjak di beberapa kota terbesar mereka, sementara Inggris dilaporkan sedang mempertimbangkan penguncian nasional baru.

Potensi Pergerakan

EMAS

Melemahnya dolar AS akibat data ekonomi yang masih buruk telah menopang harga emas naik sebesar  $ 5.97 ke level $1950.27 di akhir sesi Jumat. Selama tidak mampu untuk menembus level resisten di $1952 harga emas berpotensi turun menguji support $1940.   Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1940 – $1956.

MINYAK

Pelemahan dolar AS dan spekulasi penyusutan cadangan dari perintah OPEC+ agar anggota-anggota nya memenuhi kuota pemangkasan produksi minyak mentah membantu harga minyak naik $ 0.1 ke level $40.98 di akhir perdagangan Jumat. Outlook lemahnya permintan dan normalnya pasokan minyak mentah karena AS kembali lanjutkan produksi setelah diterpa badai berpotensi menekan harga minyak menguji level support $40.30. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $40.30 – $41.75.

EURUSD

EURUSD turun 10 pips ke level 1.1839 di sesi Jumat karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap rapuhnya ekonomi kawasan euro. Krisis kasus virus korona yang terus meningkat di kawasan eropa berpotensi menghentikan pemulihan ekonomi eropa, hal ini berpotensi menekan EURUSD bergerak turun menguji level support 1.1815. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1815 – 1.1880.

GBPUSD

Berlanjutnya teguran dari Uni Eropa terhadap RUU Internal Market Inggris yang disiapkan Boris Johnson dan dipandang melanggar kesepakatan Brexit pada hari Jumat ini, dan pelemahan pada dolar AS telah menekan GBPUSD turun 56 pips ke level 1.2917.  Kekhawatiran pasar terhadap no deal Brexit dan tingginya kasus covid19 berpotensi menekan GBPUSD menguji level support di 1.2890. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2890 – 1.2970.

USDJPY

USDJPY turun 18 pips di sesi Jumat, berakhir pada level 104.57 karena melemahnya dolar AS dan masih tingginya minat asar sebagai aset aman. Selama bergerak di bawah level resisten 104.65 USDJPY berpeluang melanjutkan tren penurunan menguji level support 104.20. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 104.20 – 104.85.

AUDUSD

Dipicu oleh aksi ambil untung pelaku pasar setelah alami reli kenaikan, AUDUSD ditutup turun sebesar 22 pips, ke level 0.7291 pada sesi Jumat.  AUDUSD berpeluang lanjutkan penurunan menguji level support 0.7260 selama harga tidak mampu menembus level resisten 0.7310. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7260 – 0.7325.

NIKKEI

Penguatan yen Jepang sebagai aset aman dan liburan akhir pekan panjang di Jepang telah menekan minat pasar terhadap indeks Nikkei. Ditutup turun 120 point ke level 23095.  Tertekan oleh kekhawatiran pemulihan ekonomi global akibat pandemi covid19 indeks Nikkei berpeluang turun menguji level support 22895. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 22895 – 23355.  

HANG SENG

Di tengah ketegangan AS – Tiongkok dan pelemahan dolar AS, Indeks Hang Seng berakhir turun 64 point ke level 24358 di akhir sesi Jumat. Memanasnya hubungan diplomatik AS – Tiongkok berpeluang menekan indeks Hang Seng menguji level support 24130. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 24130 – 24625.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.