Senin, 21 Oktober 2019

  • Akhir sesi end of day Jumat, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,05% ke level 269,2157. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga ditutup menguat yakni +0,04% ke level 264,1768, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,08% ke level 292,9762. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) turun sebesar –1,18bps. Penurunan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) -1,61bps; menengah (5-7tahun) -2,49bps; dan panjang (>7tahun) –0,93bps. Jumat kemarin, INDOBeXG-Effective Yield ditutup di level 7,0842 (-0,0075poin). Harga seri SUN benchmark bergerak mixed dan mencatatkan penguatan rata-rata meski tipis yakni +0,29bps. Perubahan harga SUN acuan berada di rentang –5,12bps (FR0068) hingga +8,57bps (FR0078). Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN FR naik +3,38bps, sedangkan SUN ORI naik +6,44bps. INDOBeXG-Clean Price menguat +0,02% ke level 114,3537. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlanjut menurun pada kedua sisinya. Total frekuensi turun –24,97% menjadi 733 transaksi dan total volume turun –30,36% menjadi Rp10,25tn. Sepinya transaksi SUN terjadi pada seluruh tenor. SBN teraktif ditransaksikan kemarin dicatat seri FR0076 sebanyak 96 kali, sementara total volume transaksi terbesar dicatat FR0082 senilai Rp1,23tn. Dari korporasi, kali ini seri SPSMFBTN02A2 menjadi yang teraktif dengan 26 transaksi. Sedangkan total volume terbesar dicatat seri SIMORA01ACN1 senilai Rp400miliar. Pasar obligasi domestik berlanjut bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat. Katalis positif datang dari pernyataan PM Inggris, Boris Johnson, dan Presiden Komite Uni Eropa, Jean Claude Juncker, yang menyebutkan bahwa Uni Eropa dan Inggris telah mencapai kesepakatan terkait proses Brexit. Kondisi tersebut diperkirakan turut mendorong CDS Indonesia tenor 5-tahun turun –2,22bps dan Rupiah terapresiasi sebesar +7,0poin ke level Rp14.148/US$. Meski demikian, penguatan pasar masih dibatasi oleh bayang-bayang perang dagang AS-China yang disertai dengan rilis GDP China yang tumbuh 6,0% atau lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%. Selain itu, pasar kemarin diprediksi juga dibayangi oleh wait and see pengumuman jajaran menteri yang masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Diketahui, bahwa Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin telah dilantik pada hari Minggu. Senada dengan pasar SUN, IHSG Jumat kemarin juga melanjutkan tren penguatannya dengan di tutup di level 6.191,95 (+0,18%). Perdagangan hari ini, pasar obligasi berpotensi berlanjut menguat. Proses Brexit, wait and see pengumuman Kabinet baru Jokowi-Ma’ruf, serta apresiasi Rupiah diprediksi masih akan menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar hari ini.

EKONOMI GLOBAL

  • Pound Inggris dibuka melemah terhadap dolar AS di Asia pada Senin pagi (21/10), setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson digagalkan oleh sekelompok politisi lintas partai yang memilih untuk menunda pemungutan suara dalam kesepakatan Brexit dan memaksanya untuk meminta perpanjangan waktu hingga batas waktu Brexit 31 Oktober. Selain itu fokus pasar akan tertuju pada movers lainnya. Jepang akan merilis data aktivitas industri pada jam 11:30WIB, serta data Jerman PPI yang akan dirilis pada pukul 13:00WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1495 – 1500 karena di dukung oleh kekhawatiran pasar atas perkembangan Brexit setelah penundaan pemungutan suara Brexit yang berpotensi memicu Inggris keluar tanpa kesepakatan. Support harga emas berada pada level 1485 -1480.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun menguji level support di 53.30 – 52.80 karena kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global, namun ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu supplai minyak, resisten harga minyak berada pada levle 54.20 – 54.70.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.1130 – 1.1100 dalam jangka pendek setelah memudarnya optimisme Brexit. Jika bergerak naik EURUSD berpeluang menguji level resisten di kisaran 1.1170 – 1.1200.

GBPUSD

GBPUSD berpelaung bergerak turun menguji level support 1.2830 – 1.2800 setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson digagalkan oleh sekelompok politisi lintas partai yang memilih untuk menunda pemungutan suara Brexit. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2980 – 1.3020.

USDJPY

Dolar AS yang melemah berpotensi memperpanjang penurunan GBPUSD menguji level support di 108.20 – 108.00. Namun jika menguat USDJPY berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 108.70 – 108.90.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6880 – 0.6910 karena didukng oleh kenaikan pada harga komoditas serta pasar yang menanti perkembangan terbaru negosiasi dagang AS-Tiongkok. support AUDUSD berada pada kisaran 0.6820 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 21/10/2019 pukul 10.25 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.