Senin, 21 Juni 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Catat Negative Return Harian. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk berlanjut turun mengikuti sesi siangnya. Harga SUN seri fixed rate dominan turun dengan rata-rata perubahan sebesar –22,08bps. Sementara rata-rata harga sukuk negara turun sebesar –15,25bps. Yield obligasi negara bergerak bearish. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun naik +3,00bps dengan kenaikan terbesar pada kelompok tenor panjang. Total volume di pasar sekunder turun menjadi Rp26,16tn (-3,23%) dan total frekuensi turun menjadi 1.876 transaksi (-8,89%). Menutup perdagangan akhir pekan, pasar obligasi Indonesia masih melanjutkan tren pelemahan. Semua indikator pasar mulai dari harga, yield, hingga return menunjukkan penurunan. Senada dengan sesi siangnya, sentimen negatif perdagangan Jumat dipicu oleh faktor domestik yakni meningkatnya risiko pasar atas perlambatan pemulihan ekonomi akibat penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali melonjak signifikan, dan berlanjutnya pelemahan kurs spot Rupiah ke level Rp14.375/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan awal pekan, gerak pasar obligasi domestik berpotensi masih melemah namun dengan kecenderungan lebih terbatas. Sentimen yang beredar di pasar diperkirakan masih seputar lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. Sementara itu dari global belum ada lagi sentimen lanjutan yang sanggup men-drive gerak pasar.

ECONOMIC GLOBAL

  • Optimisme pasar terhadap kecepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah Inggris, pembukaan aktivitas ekonomi pasca lockdown dan keyakinan bahwa inflasi hanya bersifat sementara, telah melemah di tambah lagi bahwa pernyataan The Fed Powell bahwa pasar tenaga kerja akan segera memulih pada masa yang akan datang semakin mengukuhkan penguatan dolar AS.  GBPUSD berpeluang semakin tertekan oleh update harian dari kasus Covid – 19 di Inggris kemungkinan akan terus memberikan efek negatif yang lebih kuat terhadap sterling. Delta varian terus menyebar, mendorong infeksi harian ke arah 10.000.  Pemerintah Inggris telah memperpanjang pembatasan aktivitas warganya saat ini sampai  tanggal 19 Juli, penundaan selama 4 minggu. Hal ini akan memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah akan ada penundaan berikutnya karena setiap penundaan akan bisa memukul ekonomi. Dan tentu saja hal ini akan semakin menekan turun GBPUSD. Namun penurunan ini bisa terbatasi oleh sentimen investor yang masih dipengaruhi oleh rilis data lonjakan inflasi Inggris, perjanjian perdagangan Inggris-Australia. Data inflasi harga konsumen Inggris melonjak menjadi 2,1% pada Mei, di atas target Bank of England 2,0% dan tertinggi sejak Juli 2019. Selain itu pasar tenaga kerja Inggris terus mengkonsolidasikan pemulihannya, dengan jumlah karyawan pada daftar gaji perusahaan meningkat pada rekor kecepatan di bulan Mei dan upah tumbuh paling cepat sejak 2007 di tahun ini hingga April berpeluang memicu kenaikan GBPUSD. Data – data ekonomi yang di pandang lebih optimis oleh investor berpotensi meningkatkan kepercayaan analis bahwa Bank Of England pekan ini akan memberikan angin segar untuk kenaikan suku bunga acuan mereka. Dan bila ini terjadai tentu GBPUSD berpeluang bangkit dari pelemahan pekan ini. 

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas turun $8.63 ke level penutupan $1764.31 di akhir sesi Jumat, setelah anggota The Fed Bullard kembali memberikan pernyataan peluang kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada komentar Powell. Pagi ini (21/6), harga emas berpeluang masih dalam tekanan jual untuk menguji level support $1745 selama tidak mampu menembus level resisten $1778. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga emas menguji resisten selanjutnya $1785. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1750 – $1785.

MINYAK

Terbebani oleh penguatan dolar AS, harga minyak berakhir turun pada perdagangan hari Rabu sebesar $0.02 di level $70.99. Pagi ini (21/6), harga minyak berpeluang dijual untuk menguji level support $70.85 selama tidak mampu menembus level resisten $71.80. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak menguji resisten selanjutnya $72.20. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $70.85 – $72.20

EURUSD

Dolar AS naik di akhir sesi Jumat, setelah pernyataan Fed Bullard yang lebih hawkish dari pernyataan gubernur Fed Powell sehari sebelumnya telah memicu aksi jual EURUSD, turun sebesar 42 pip ke level 1.1862 pada akhir perdagangan hari Jumat. Pagi ini (21/6), EURUSD berpeluang dijual untuk menguji level support 1.1820 selama tidak mampu menembus level resisten 1.1900. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap EURUSD menguji resisten selanjutnya 1.1920. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1820 – 1.1920.

GBPUSD

Penguatan dolar AS dan berlanjutnya pembatasan sosial di Inggris telah menekan GBPUSD turun sebesar 106 pip ke level 1.3809 di akhir sesi Jumat. Pagi ini (21/6), GBPUSD berpeluang dijual untuk menguji level support 1.3765 selama tidak mampu menembus level resisten 1.3845. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap GBPUSD menguji resisten selanjutnya 1.3865. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3765 – 1.3865.

USDJPY

Penguatan dolar ASsetelah pernyataan Fed Bullard yang lebih hawkish telah memicu kenaikan USDJPY pada hari Jumat sebesar 1 pip di level 110.20. Pagi ini (21/6), USDJPY berpotensi dibeli untuk menguji level resisten 110.50 selama bertahan di atas level support 110.00 . Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap USDJPY menguji level support selanjutnya 109.85. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 109.85 – 110.50.

AUDUSD

Tertekan penguatan dolar AS karena sentimen kenaikana suku bunga The Fed telah menekan AUDUSD hingga berakhir turun 70 pip ke level penutupan 0.7476 di sesi Jumat. Pagi ini (21/6), AUDUSD berpotensi dijual untuk menguji level support 0.7455 selama tidak mampu menembus level resisten 0.7520 Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap AUDUSD menguji resisten selanjutnya 0.7540. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7455 – 0.7540.

NIKKEI

Sentimen kenaikan suku bunga The Fed dan kekhawatiran investor terhadap varian baru covid-19 di Jepang telah menekan turun indeks Nikkei sebesar 695 poin di level 28425. Pagi ini (21/6), indeks Nikkei berpeluang dijual untuk menguji level support 27930 selama harga tertahan di bawah level resisten 28520. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Nikkei menguji resisten selanjutnya 28805. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 27930 – 28805.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir naik 1 poin ke level 28521 di akhir sesi Jumat, tertopang optimism pemulihan ekonomi Tiongkok. Pagi ini (21/6), indeks Hang Seng berpeluang dijual untuk menguji level support 28100 bila Tiongkok memberikan kebijakan moneter yang lebih hawkish. Namun kenaikan lebih tinggi dari level resisten 28830 berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Hang Seng menguji resisten selanjutnya 28980. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28100 – 28980.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.