Senin, 16 November 2020

  • Menutup Akhir Pekan, Pasar Obligasi Indonesia Menguat. Seluruh indeks return obligasi domestik bergerak positif di akhir end of day Jumat. Harga SUN seri Fixed Rate dominan naik dengan rata-rata pada seluruh seri naik sebesar +19,13bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bùllish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –1,79bps. Total frekuensi transaksi obligasi di pasar sekunder turun –12,87% menjadi 1.469 transaksi, begitu pula total volume turun sebesar –17,64% menjadi Rp19,00tn.  Kinerja pasar obligasi domestik sanggup berbalik menguat pada akhir perdagangan Jumat. Ditengah belum adanya sentimen positif dominan di pasar, faktor penggerak diperkirakan lebih didorong oleh aksi trading pelaku pasar memanfaatkan tren penurunan harga yang telah terjadi sejak 3 hari terakhir. Pasar masih dibayangi oleh isu-isu negatif terkait penyebaran Covid-19 yang berpotensi kembali mendorong pembatasan aktivitas ekonomi di beberapa negara.  Pada perdagangan Jumat, kurs spot Rupiah stagnan di level Rp14.170/US$ dan IHSG naik tipis +0,05% ke level 5.461,06. Pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak sideways pada perdagangan Senin. Pasar diprediksi akan kembali concern dan wait & see terhadap beberapa rilis data ekonomi penting hari itu yakni data awal GDP Jepang Q3, data industrial production China, dan kinerja ekspor impor Indonesia periode Oktober.
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2020 tercatat sebesar 408,5 miliar dolar AS, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 200,2 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 208,4 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2020 tercatat sebesar 3,8% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy), terutama dipengaruhi oleh transaksi pembayaran ULN swasta. ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada akhir triwulan III 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar 197,4 miliar dolar AS atau tumbuh 1,6% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ini sejalan dengan penyesuaian portofolio di pasar SBN Indonesia oleh investor asing akibat masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Namun demikian, perlambatan ULN tersebut tertahan oleh penerbitan Samurai Bond di pasar keuangan Jepang dan penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral pada triwulan III 2020 yang merupakan bagian dari strategi Pemerintah dalam menjaga portofolio pembiayaan untuk menangani pandemi COVID-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,5%). ULN swasta juga tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan III 2020 tercatat 6,0% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 8,4% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta berlanjutnya kontraksi ULN lembaga keuangan (LK). Pada akhir triwulan III 2020, pertumbuhan ULN PBLK tercatat 8,1% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 11,6% (yoy). Sementara itu, ULN LK mencatat kontraksi yang berkurang menjadi sebesar 1,0% (yoy) dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 1,8% (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan III 2020 sebesar 38,1%, sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4%. Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

ECONOMIC GLOBAL

  • Indeks saham Asia bergerak di teritori positif di awal perdagangan hari Senin (16/11) karena 15 negara di kawasan Asia tanda tangani sebuah kesepakatan yang akan membentuk aliansi perdagangan terbesar di dunia. Berdasarkan laporan Reuters, kesepakatan perdagangan yang di tandatangani pada hari Minggu, bertujuan untuk mengurangi tarif secara bertahap di banyak bidang. Kemitraan ekonomi komprehensif kini menjadi menjadi blok perdagangan terbesar di dunia, sebuah kesepakatan yang mengecualikan AS. Ini menandai pertama kalinya kekuatan di Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan berada di dalam satu perjanjian perdagangan. Dari Jepang, tadi pagi dilaporkan pertumbuhan ekonominya rebound, dengan meningkat sebesar 21,4% pada tingkat tahunan di kuartal ketiga. Sementara itu pada basis kuartalan, ekonomi tumbuh 5%, lebih baik dari perkiraan untuk pertumbuhan 4,4%. Ini merupakan sinyal bahwa ekonomi negara tersebut sedang pulih dari kejatuhannya yang disebabkan oleh pandemi.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Ditopang oleh tingginya kasus covid-19 secara global dan melemahnya dolar AS karena pesimisnya data ekonomi AS, telah memicu kenaikan harga emas pada hari Jumat, ditutup menguat sebesar $ 11,51 di level $ 1888,58. Harga emas berpeluang di beli lebih lanjut, mengincar resisten di $1900 jika pasar mencemaskan dampak kenaikan pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dan skeptimsme terhadap keterjangkauan vaksin. Potensi pergerakan sesi Asia di $1880 – $1900.

MINYAK 

Outlook rapuhnya pemulihan ekonomi global di tengah kenaikan kasus covid-19 yang berpotensi memicu kekhawatiran melambatnya permintaan bahan bakar telah menekan turun harga minyak sebesar $0.80 di level $40.12  pada perdagangan hari Jumat. Harga minyak berpotensi untuk di jual lebih lanjut, menargetkan support di $39.90 di tengah sentimen kenaikan produksi minyak Libya dan melonjaknya jumlah rig aktif di AS dalam laporan Baker Hughes. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $39.90 – $40.90.

EURUSD 

Abaikan tingginya kasus covid-19 di kawasan euro, EURUSD berakhir menguat  sebesar 28 pips di level 1.1834 karena dolar AS yang kembali melemah di balik pesimisnya data ekonomi AS. Aksi beli terhadap EURUSD berpeluang berlanjut, menargetkan resisten di 1.1900 jika masih berlangsungnya dominasi sentimen pelemahan dolar AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1790 – 1.1900.

GBPUSD 

Melemahnya dolar AS pada perdagangan Jumat dan mundurnya menteri Dominic Cummings  yang pro Brexit telah menjadi katalis  positif untuk pergerakan GBPUSD di hari Jumat,  menguat hingga berakhir naik 76 pips di level 1.3193. GBPUSD berpeluang untuk di jual, mengincar support di 1.3160 jika pasar kembali cemaskan outlook no-deal Brexit setelah menteri luar negeri Irlandia Simon Coveney di akhir pekan mengatakan bahwa Inggris dan Uni Eropa masih jauh dalam kesepakatan dalam bidang perikanan. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3160 – 1.3250.

USDJPY

Aksi hindar aset resiko di tengah kenaikan kasus covid-19 dan melemahnya dolar AS telah menjadi kombinasi sentimen negatif untuk USDJPY di hari Jumat, hingga ditutup turun  sebesar 50 pips di level 104.63. USDJPY berpeluang untuk di jual lebih lanjut, mengincar support di 104.40 seiring optimisnya data GDP Jepang yang dirilis pagi ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.40 – 105.00.

AUDUSD 

Ditopang oleh kenaikan harga emas dan dolar AS yang melemah telah memicu penguatan AUDUSD pada perdagangan hari Jumat, berakhir naik sebesar 37 pips di level 0.7270. AUDUSD berpotensi untuk berbalik di jual, membidik support di 0.7250 jika sejumlah data ekonomi Tiongkok, seperti produksi industri dan penjualan retail yang dirilis pukul 9:00 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7250 – 0.7330.

NIKKEI 

Indeks Nikkei ditutup menguat 365 poin di level 25655 pada hari Jumat, di tengah pergerakan positif di Wall Street. Aksi beli terhadap indeks Nikkei berpeluang berlanjut, menargetkan resisten di 25870 karena optimisnya data GDP Jepang. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 25500 – 25870.

HANGSENG 

Ditopang lonjakan saham Tencent telah berimbas positif terhadap pergerakan indeks Hang Seng di hari Jumat, ditutup menguat 113 poin di level 26287. Indeks Hang Seng berpeluang untuk di jual, mengincar support di 26000 jika sejumlah data ekonomi Tiongkok, seperti produksi industri dan penjualan retail yang dirilis pukul 9:00 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26000 – 26600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.