Senin, 15 November 2021

  • Minim Sentimen, Pasar Obligasi Indonesia Tertahan Sideways. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup dalam rentang perubahan yang sangat terbatas yakni antara –0,002% hingga +0,02%. Rata-rata perubahan harga pada seluruh seri SUN Fixed Rate turun –2,13bps. Sementara rata-rata harga sukuk negara turun sebesar –2,05bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, berpola mixed dengan tekanan naik pada tenor pendek dan panjang. Rata -rata yield tenor 1-30tahun di sesi sore naik +0,60bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun. Total volume turun sebesar –19,45% menjadi Rp8,00tn. Sementara total frekuensi turun –19,92% menjadi 1.142 transaksi. Menutup perdagangan pekan kedua November, gerak pasar obligasi Indonesia masih tertahan sideways. Pasar masih minim sentimen dominan lanjutan baik dari domestik maupun global. Sementara itu, kurs spot Rupiah terhadap USD justru sanggup menguat hingga 59,0poin ke level Rp14.219/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan Senin, pergerakan pasar obligasi domestik berpotensi melemah namun masih cenderung terbatas. Pasar diperkirakan kembali mencermati bagaimana pergerakan lanjutan yield US Treasury paska lonjakan inflasi AS periode Oktober. Sentimen penekan diperkirakan juga dapat berasal dari rilis data awal GDP Q3 Jepang yang diproyeksi terkontraksi dan neraca dagang Indonesia periode Oktober yang diprediksi mencatat penurunan surplus.
  • IHSG terkoreksi setelah mencetak rekor karena dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG terkoreksi 40.29 poin (-0.60%) ke level 6651.05 di akhir pekan dengan sektor keuangan (-1.17%) dan sektor konsumsi non primer (-1.10%) yang paling tertekan. Investor mengambil langkah profit taking setelah IHSG mencetak rekor ke level tertingginya sepanjang masa. Sementara selama sepekan, IHSG sudah menguat sebesar 1.05% karena meningkatnya optimisme pasar ditengah pelonggaran yang lebih besar pada mobilitas berhasil mengimbangi kekhawatiran kenaikan inflasi AS. Selanjutnya, investor domestik tengah menanti data neraca perdagangan bulan Oktober yang akan dirilis hari Senin (15/11), dengan ekspektasi konsensus neraca perdagangan bulan Oktober surplus sekitar USD 3.87 miliar atau lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar USD 4.37 miliar. Di sisi lain, investor juga masih terus memantau hasil dari kinerja kuartal III.

ECONOMIC GLOBAL

  • Ekspektasi inflasi jangka pendek (1 tahun) di US mengalami kenaikan tipis di November 2021, dimana U. of Mich 1-yr inflation expectation naik ke +4,9% YoY (cons: +4,9%, prior: +4,8%), sesuai dengan estimasi konsensus. Untuk ekspektasi inflasi jangka panjang, masih cenderung stabil di lebel yang tinggi yakni dilevel +2,9% YoY, tidak berubah dibandingkan dengan level pada periode sebelumnya.

Peluang Pergerakan

EMAS

Melemahnya data Consumen Sentimen University of Michigan di bawah ekspektasi telah memicu menguatnya harga emas sebesar $2.48 di akhir sesi Jumat ke level $1864.23.  Pagi ini (15/11), harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance $1877 selama harga bertahan di atas level support $1862. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas  menguji level support selanjutnya  $1854. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1854 – $1877.

MINYAK 

Kekhawatiran turunnya daya beli bahan bakar di AS karena tingginya inflasi, telah menekan turun harga minyak sebesar $0.46 ke level penutupan $80.69 di akhir sesi Jumat. Pagi ini (15/11), harga minyak berpeluang dijual untuk menguji level support $79.65 selama harga tertahan di bawah level resistance $81.60. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak  menguji level resistance selanjutnya  $82.50. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $79.65 – $82.50.  

EURUSD 

Berlanjutnya reli kenaikan  dolar AS di akhir sesi Jumat telah menekan turun EURUSD, ditutup melemah 6 pip ke level 1.1442 pada akhir hari Jumat. Pagi ini (15/11), EURUSD berpeluang dijual untuk menguji level support 1.1395 selama harga tertahan di bawah level resistance 1.1460. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap EURUSD menguji level resistance selanjutnya 1.1485. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1395 – 1.1485. 

GBPUSD 

GBPUSD bergerak naik 48 pip ke level 1.3416 pada hari Jumat di tengah pembahasan pemenuhan perjanjian Brexit. Pagi ini (15/11), GBPUSD berpeluang dijual untuk menguji level support 1.3360 karena terbebani oleh outlook kenaikan dolar AS. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance 1.3425, maka berpotensi memicu aksi beli terhadap GBPUSD menguji level resistance selanjutnya  1.3460. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  1.3360 – 1.3460. 

NIKKEI

Optimisme akan pulihnya ekonomi di Asia, termasuk Jepang telah membantu penguatan indeks Nikkei 285 poin ke level 29700 di hari Jumat. Pagi ini (15/11), indeks Nikkei berpeluang dibeli untuk menguji level resistance 30030 selama harga bertahan di atas level support 29700. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap  indeks Nikkei   menguji level support selanjutnya 29535. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 29535 – 30030

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.