Senin, 15 Maret 2021

  • End of Day Jumat, ICBI Ditutup Menguat +0,24%. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat. ICBI dan INDOBeXG-TR naik +0,24% dan +0,25%. Mayoritas harga SUN seri fixed rate dominan naik dengan rata-rata sebesar +19,67bps. Yield obligasi negara juga dominan bullish dengan ratarata perubahan yield tenor 1-30tahun turun –1,52bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total volume Rp16,06tn (-15,71%) dan total frekuensi 1.757 transaksi (-19,51%).  Pergerakan pasar obligasi pada sesi end of day Jumat tidak jauh berbeda dengan sesi siang. Dengan demikian, respon positif pasar terhadap ditandatanganinya RUU stimulus fiskal senilai US$1,9tn oleh Joe Biden diduga bertahan hingga akhir end of day. Statement Biden yang akan mempercepat vaksinasi di AS sehingga pada awal Juli Amerika ditargetkan sudah mencapai kondisi normalitas yang baru turut menjadi katalis positif. Namun sejalan dengan potensi lebih cepatnya proses pemulihan ekonomi di AS juga membuat pasar semakin mewaspadai potensi kenaikan yield UST yang semakin tinggi dan terus mencermati kebijakan moneter The Fed. Today’s Outlook Pasar obligasi berpotensi bergerak sideways pada perdagangan Senin. Ditengah potensi percepatan pemulihan ekonomi di AS dan tren kenaikan yield UST yang semakin tinggi, pasar cenderung menanti langkah yang akan diambil The Fed guna menahan laju kenaikan tersebut. Diketahui, pertengahan pekan ini akan ada rapat FOMC. Dari dalam negeri, katalis positif berpotensi datang dari data ekspor dan impor Indonesia bulan Februari jika terpantau membaik.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (12/3). Indeks berada di level 6,358, naik 93.53 poin atau 1.49% dengan Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 456.59 miliar. Terdapat 311 saham menguat, 179 terkoreksi, dan 157 lainnya stagnan dengan sepuluh dari sebelas indeks sektoral menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar sebesar 3.95%.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Jumat (12/03), harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak menguat di semua tenor dengan range yield turun 2 – 7 bps. Penguatan tersebut dikarenakan adanya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sebagai dampak positif atas pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan meningkatkan pembelian aset obligasi di kuartal II-2021 guna meredam gejolak di pasar obligasi. Investor saat ini tengah menanti kebijakan serupa dari Bank Sentral AS untuk meredam peningkatan yield US Treasury.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (12/03), Rupiah dibuka di level 14,300/14,380 dengan kejadian pertama di 14,380 dan kurs acuan JISDOR di level 14,371 (prior: 14,421). Aliran modal asing yang kembali masuk ke dalam negeri berdampak pada penguatan Rupiah dan yield SBN. Sentimen positif ini dipicu oleh ECB (European Central Bank) yang menyatakan akan meningkatkan pembelian aset melalui QE di kuartal II 2021 guna meredam kenaikan yield obligasi. Selain itu investor saat ini tengah menanti hasil rapat bulanan The Fed terkait kemungkinan pengetatan moneter atau kebijakan lainnya guna meredam gejolak financial market saat ini. Dari dalam negeri rilis data perdagangan internasional, pertumbuhan ekspor impor dan kebijakan moneter terkait suku bunga acuan dapat menjadi katalis utama pekan ini.
  • Sentimen positif berasal dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang menyatakan akan meningkatkan pembelian aset seperti obligasi di kuartal II-2021 guna meredam gejolak di pasar obligasi. ECB menggelontorkan stimulus moneter melalui Pandemic Emergency Purchasing Program (PEPP) senilai 1.85 triliun Euro yang ditargetkan akan habis pada Maret 2022. Namun pada Q1-2021 ini, nilai QE yang digelontorkan lebih rendah dari sebelumnya, sehingga akan ditingkatkan lagi di kuartal selanjutnya. Dari AS, para investor juga tengah menanti kebijakan The Fed guna meredam peningkatan yield US Treasury melalui Operation Twist atau kemungkinan pengetatan moneter melalui kebijakan lainnya yang akan diumumkan pada tanggal 16 – 17 Maret 2021.
  • Dollar AS nampak turun di awal sesi Senin (15/3),  dengan ditandatanganinya stimulus fiskal AS sebesar $1.9 triliun AS di pekan lalu, sempat menopang dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS naik. Gubernur RBA,Phillip Lowe, pada pidatonya pagi ini di konferensi online Melbourne Business School, kembali mengatakan akan menjaga stimulus moneter untuk menjaga pemulihan ekonomi Australia, dengan pemulihan ekonomi saat ini belum stabil, terutama dari sektor investasi asing. Pasar menantikan data ekonomi Tiongkok jam 09:00 WIB pagi ini, termasuk diantaranya data : Retail Sales dan Industrial Production. Data dari Jepang juga berpeluang menggerakkan pasar pada jam 11:30 WIB dengan laporan Tertiary Industry Activity.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas ditutup naik $4.31   di level $1726.74  pada hari Jumat, karena aksi beli kembali acuhkan penguatan dollar AS dan naiknya tingkat imbal hasil obligasi AS seiring optimisnya data PPI dan Prelim UOM Consumer Sentiment AS. Di sesi Asia (15/3), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1733 selama harga bertahan di atas level $1721. Jika turun ke bawah level tersebut dan dollar AS melanjutkan sentimen belinya, harga emas berpeluang dijual menguji support $1717. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1717 – $1733.

Minyak Mentah

Outlook pemulihan ekonomi global dan meningkatnya permintaan bahan bakar karena vaksinasi virus Covid-19 telah menopang kenaikan harga minyak di hari Jumat, ditutup menguat $0.36   di level $65.55. Di sesi Asia (15/3), Harga minyak Berpotensi dibeli menguji resisten $66.45 selama harga bertahan di atas level $65.40. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji support $65.10. Potensi rentang harga di sesi Asia: $65.10 -$66.45.

EURUSD
Dominasi sentimen penguatan dollar AS telah menekan turun pergerakan EURUSD di hari Jumat, berakhir melemah 33 pip di level 1.1951  meskipun data produksi industri zona Euro dirilis lebih baik dari estimasi. Di sesi Asia (15/3), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1930 selama harga bertahan di bawah 1.1960. Jika naik ke atas level tersebut, EURUSD berpeluang dibeli menguji support 1.1980. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1930- 1.1980.

GBPUSD
Sentimen penguatan dollar AS dan pesimisnya data produksi industri dan manufaktur Inggris telah menekan turun pergerakan GBPUSD di hari Jumat, ditutup melemah 71 pip di level 1.3920. Di sesi Asia (15/3), GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3890 selama harga bertahan di bawah level 1.3945.Jika naik ke atas level tersebut, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.3965. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3890 – 1.3965.

USDJPY
USDJPY berakhir naik 53 pip di level 109.02 pada hari Jumat, karena dipicu oleh sentimen penguatan dollar AS dan pesimisnya data BSI Manufacturing Index Jepang. Di sesi Asia (15/3), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.25 selama harga bertahan di atas level 108.65. Jika turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpeluang dijual menguji support 108.65. Data Tertiary Industry Activity Jepang jam 11:30 WIB berpeluang menjadi penggerak harga siang ini. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.65 – 109.25.

AUDUSD
Dipicu oleh dominasi sentimen menguatnya dollar AS karena optimisnya data ekonomi AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS telah mendorong penurunan AUDUSD di hari Jumat, ditutup melemah 31 pip di level 0.7757. Di sesi Asia (15/3), AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7785 bila laporan Retail Sales dan Industrial Production Tiongkok jam 09:00 WIB dirilis di atas ekspekatasi. Jika turun ke bawah level 0.7745, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7720. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7720 – 0.7785.

Nikkei
Indeks Nikkei berakhir menguat  435 poin di level  29530 pada hari Jumat, karena dipicu sentimen stimulus besar di AS dan melemahnya yen Jepang. Di sesi Asia (15/3), Indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 29850 selama harga bertahan di atas level 29500. Jika turun ke bawah level tersebut, indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 29330. Data Tertiary Industry Activity Jepang jam 11:30 WIB berpeluang menjadi penggerak harga siang ini. Potensi rentang harga di sesi Asia: 29330 – 29850.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir melemah 684 poin di level 29749 pada hari Jumat, seiring pasar yang mencemaskan ketegangan antara AS-Tiongkok setelah AS mengutuk langkah Tiongkok untuk mengubah sistem pemilihan umum di Hong Kong dan Tiongkok meminta AS untuk berhenti campur tangan urusan mereka, termasuk Hong Kong. Di sesi Asia (15/3), Selama ketegangan AS – Tiongkok berlanjut, indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 28365. Jika sentimen data Retail Sales dan Industrial Production Tiongkok jam 09:00 WIB dirilis di atas ekspekatasi dan harga bergerak ke atas 29000, indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resisten 29150. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28365 – 29150.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.