Senin, 14 Juni 2021

  • Perdagangan Akhir Pekan, Pasar Obligasi Indonesia Catat Performa Positif. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional dan sukuk menguat dalam rentang +0,11% hingga +0,21%. Mayoritas harga SUN seri fixed rate naik dengan rata-rata perubahan sebesar +19,28bps. Sementara rata-rata harga sukuk negara naik sebesar +10,96bps. Yield obligasi negara berlanjut bullish. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun turun –2,04bps dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Total volume di pasar sekunder turun menjadi Rp30,38tn (-1,45%), namun total frekuensi naik menjadi 4.758 transaksi (+68,84%). Tren penguatan berlanjut mewarnai pasar obligasi domestik. Katalis positif diperkirakan lebih berasal dari terjaganya ekspektasi positif pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia paska data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penjualan retail yang dirilis kemarin semakin menunjukkan perbaikan. Selain itu, kurs spot Rupiah yang berlanjut menguat signifikan sebesar 59poin ke level Rp14.189/US$ turut direspon positif pasar. Today’s Outlook Pergerakan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Senin diperkirakan masih sanggup menunjukan penguatan. Faktor pendorong utama diprediksi dari faktor domestik seiring tengah positifnya beragam data ekonomi. Namun disisi lain pasar kembali dibayangi tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. Penguatan juga berpotensi mereda jika pasar melakukan aksi profit taking.
  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Mei tercatat menguat ke 104.4 (vs. 101.5 di bulan April). Indeks penjualan ritel bulan April tumbuh 17.3% MoM ke 220.4. Angka ini mendekati rata-rata pre pandemi di 220.6. Peningkatan keyakinan konsumen didorong oleh perayaan lebaran yang lebih baik dari tahun lalu, perbaikan aktivitas produksi, vaksinasi yang telah berjalan, dan relaksasi restriksi mobilitas. Mobilitas ritel nasional tercatat 2% lebih tinggi dari pre pandemi. Optimisme konsumen mengindikasikan penguatan konsumsi masyarakat kedepannya, yang kemudian meningkatkan demand perusahaan. Namun, momentum pemulihan konsumsi bergantung pada perkembangan kondisi Covid-19.

ECONOMIC GLOBAL

  • Inflasi Amerika Serikat (AS) di bulan Mei mencapai 5.0% YoY, melampaui ekspektasi pasar (4.7% YoY). Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2008. Kontributor terbesar inflasi Mei datang dari inflasi kendaraan bekas (29.7% YoY) dan energi (29.0% YoY). Inflasi di dorong oleh harga tahun lalu yang relatif rendah. Kendati melampaui ekspektasi, investor mencermati komponen penyebab inflasi bulan Mei bersifat sementara. The Fed berhasil meyakinkan pasar terkait hal ini. Yield obligasi AS turun ke 1.45% setelah publikasi data.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas bergerak turun sebesar $ 20.97 di level $1877.27 pada hari Jumat karena tertekan oleh sentimen menguatnya dollar AS dibalik perilisan data Prelim UoM Consumer Sentiment AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan. Aksi jual emas berpeluang berlanjut pagi ini (14/6), membidik support di $1866 dibalik outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1880, emas berpeluang dibeli mengincar resisten di $1882. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1866 – $1882

MINYAK

Optimisme pasar terhadap permintaan bahan bakar karena meningkatnya vaksinasi Covid-19 telah menopang kenaikan harga minyak pada hari Jumat hingga ditutup menguat sebesar $0.69 di level $ 70.76. Minyak berpeluang dibeli pagi ini (14/6), mengincar resisten di $71.50 di tengah outlook membaiknya permintaan bahan bakar. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $70.65, berpeluang dijual mengincar support di $70.50. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $70.50 – $71.50.

EURUSD

Dollar AS yang menguat karena ditopang oleh positifnya data Prelim UoM Consumer Sentiment AS telah menekan turun EURUSD pada hari Jumat sebesar 65 pip di level 1.2107. EURUSD berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (14/6), membidik support di 1.2070 di tengah outlook menguatnya dollar AS dan potensi suku bunga rendah di Eropa. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.2135, berpeluang dibeli mengincar resisten di 1.2150. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2070 – 1.2150.

GBPUSD

GBPUSD berakhir turun 72 pip di level 1.4103 pada hari Jumat karena terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS serta pesimisnya data GDP, Industrial Production dan Manufacturing Production Inggris. GBPUSD berpeluang dijual pagi ini (14/6), menguji support di 1.4070 di tengah sentimen menguatnya dollar AS serta tertundanya pelonggaran pelonggaran lockdown di Inggris. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.4145, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.4160. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.4070 – 1.4160.

USDJPY

USDJPY ditutup naik 34 pip di level 109.63 pada hari Jumat di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan pesimisnya data indeks manufaktur Jepang. USDJPY berpotensi dibeli pagi ini (14/6), membidik resisten di 110.20 jika data Revised Industrial Production Jepang yang dirilis pukul 11:30 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 109.45, berpeluang dijual mengincar support di 109.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 109.30 – 110.20.

AUDUSD

Terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS karena optimisnya data Prelim UoM Consumer Sentiment AS telah menekan turun pergerakan AUDUSD di hari Jumat, berakhir melemah 44 pip di level 0.7706. Aksi jual AUDUSD berpeluang berlanjut pagi ini (14/6), mengincar support di 0.7650 di tengah sentimen menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 0.7735, berpeluang dibeli menguji resisten di 0.7750. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7650 – 0.7750.

NIKKEI

Ditopang oleh melemahnya yen Jepang telah memicu kenaikan terhadap indeks Nikkei pada hari Jumat, ditutup naik sebesar 100 poin di level 29010. Indeks Nikkei berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (14/6), mengincar resisten di 29200 dibalik outlook pelemahan yen Jepang dan menguatnya Wall Street. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 28850, berpeluang dijual menguji support di 28800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28800 – 29200.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir turun 24 poin di level 28713 pada hari Jumat di tengah hilangnya minat pasar di indeks Hang Seng di tengah kejatuhan saham perusahaan besar karena kebijakan regulasi Tiongkok yang menggantung. Indeks Hang Seng hari ini ditutup untuk hari libur Tuen Ng Festival.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.