Senin, 13 Juli 2020

  • Hari Terakhir Perdagangan Pekan Ini, ICBI Ditutup Menguat +0,17%. Indeks returnobligasi Indonesia berlanjut menguat hingga akhir sesi end of day Jumat. Pergerakan harga SUN Fixed Ratehari ini relatif stabil dengan rata-rata perubahan di akhir sesi end of daynaik sebesar +17,99bps (vs sesi mid dayyang naik +17,37bps). Kurva yield SBN berpola bullish denganrata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –2,35bps. Demikian pula dengan yieldobligasi korporasi yang juga berpola bullish. Total volume transaksi hari ini meningkat +23,80% menjadi Rp21,61tn. Namun total frekuensi terpantau turun –3,11% menjadi 1.060 transaksi. Senada dengan sesi siang, ditengah masih tingginya terkait pandemi Covid dan konflik AS-China, positifnya performa pasar obligasi hingga hari terakhir perdagangan pekan ini salah satunya karena akumulasi beli yang dilakukan BI di pasar SBN. Kemarin tanggal 9 Juli, BI kembali membukukan nilai bersih sebesar Rp6,95tn. Selain itu, turunnya klaim pengangguran di AS serta membaiknya data produksi industri di Perancis dan Italia diprediksi turut menjadi amunisi bagi pasar. Today’s Outlook. Pasar obligasi domestik berpotensi berlanjut menguat pada perdagangan Senin. Ditengah masih minimnya sentimen dominan lanjutan, maka penopang positifnya pasar obligasi diprediksi masih akan datang dari dalam negeri. Meski demikian, pasar berpotensi melemah terpicu oleh aksi profit takingsetelah di pekan kemarin pasar obligasi berada dalam tren positif.
  • Kinerja sektor Industri Pengolahan pada triwulan II-2020 berada dalam fase kontraksi yang lebih dalam. Hal tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 28,55%, turun dari 45,64% pada triwulan I-2020 dan 52,66% pada triwulan II-2019. Kontraksi PMI pada triwulan II-2020 terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI Bank Indonesia, dengan kontraksi terdalam pada komponen volume produksi sejalan dengan menurunnya permintaan sebagai dampak pandemi COVID-19. Secara sektoral, seluruh subsektor mencatatkan kontraksi pada triwulan II-2020, dengan kontraksi terdalam pada subsektor Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki. Pada triwulan III-2020, kinerja sektor Industri Pengolahan diprakirakan membaik meskipun masih berada pada fase kontraksi. PMI Bank Indonesia pada triwulan III-2020 diprakirakan sebesar 45,72%, meningkat dari 28,55% pada triwulan II-2020. Seluruh komponen pembentuk PMI Bank Indonesia mengalami perbaikan meskipun masih berada pada fase kontraksi. Peningkatan tertinggi terjadi pada komponen indeks volume total pesanan dan volume produksi.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset safe haven emas berpeluang kembali meningkat dalam jangka pendek seiring masih adanya kekhawatiran akan lonjakan kasus penyebaran Covid-19 secara global serta memburuknya hubungan antara AS dengan Tiongkok setelah Presiden Trump mengatakan  hubungan kedua negara “sudah sangat buruk”, dan kesepakatan dagang fase kedua bukan prioritasnya. Semetara itu untuk harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah laporan optimisdari International Energy Agency (IEA) yang perkirakan permintaan minyak akan naik sekitar 400.000 barel per hari di tahun 2020 menjadi 92.1 juta barel per hari serta Baker Hughes yang melaporkan turunnya aktivitas rig AS.  

Potensi pergerakan

EMAS 
Setelah berakhir melemah $4.60 di $1798.88/onz di hari Jumat lalu karena solidnya kinerja Wall Street pasca Gilead laporkan update positif mengenai perkembangan vaksin buatannya untuk virus Covid-19, harga emas hari ini berpeluang untuk berbalik naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $1808 – $1818 karena masih adanya kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di seluruh dunia setelah WHO melaporkan adanya rekor kenaikan kasus lainnya dalam sehari di hari Minggu, yang tercatat sebanyak 230.000 kasus serta memburuknya hubungan antara AS dengan Tiongkok. Namun, jika dominanya euforia pasar terhadap perkembangan vaksin dari Gilead, maka harga emas berpeluang berbalik turun untuk menguji support di $1792 – $1782. 

MINYAK 
Harga minyak yang berakhir menguat $1.03 di level $40.62 per barel pada hari Jumat lalu berpotensi untuk mempersolid kinerjanya dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $41.00 – $42.00 jika masih berlangsungnya sentimen proyeksi kenaikan permintaan untuk tahun 2020 oleh IEA serta turunnya aktivitas rig seperti yang dilaporkan oleh Baker Hughes. Namun, jika pasar cemaskan potensi terjadinya lockdown, setelah lonjakan kasus Covid-19, khususnya di AS, maka harga minyak berpeluang bergerak turun untuk menguji support di $39.60 – $38.50.

EURUSD 
EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1350 – 1.1400 setelah berakhir menguat 14 pips di level 1.1299 di hari Jumat lalu di tengah sentimen optimisnya data ekonomi dari negara-negara zona euro serta sedang melemahnya dolar AS. Jika berbalik turun, level support terlihat di 1.1270 – 1.1220. 

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik 12 pips di level 1.2619 pada hari Jumat lalu, berpeluang melanjutkan kenaikannya untuk menguji level resisten di 1.2670 – 1.2720 di tengah outlook melemahnya dolar AS. Namun, jika pasar mencemaskan ketidakpastian Brexit serta penolakan Inggris untuk bergabung dalam skema vaksin dari Uni Eropa berpeluang menjadi beban untuk kinerja GBPUSD, menguji support di 1.2590 – 1.2540.

USDJPY 
USDJPY ditutup turun 59 pips di level 106.62 pada hari Jumat lalu, dan saat ini  berpeluang memperdalam penurunannya untuk menguji level support di 106.50 – 106.00 jika data Tertiary Industry Activity Jepang yang dirilis pukul 11:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 107.30 – 107.80. 

AUDUSD
AUDUSD berpeluang memperdalam penurunannya untuk menguji level support di 0.6920 – 0.6880 setelah berakhir turun 15 pips di level 0.6949 di hari Jumat lalu di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di Australia dan ketegangan AS-Tiongkok. Namun, jika dominannya sentimen penguatan dolar AS, AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di 0.6980 – 0.7020.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.