Senin, 12 Oktober 2020

  • Semakin Terbatas, End Of Day Jumat ICBI Naik +0,01%. ICBI dan INDOBeXG-TR ditutup menguat pada besaran yang hampir sama yakni +0,01%. Pergerakan harga SUN seri Fixed Rate berlanjut mixed dengan rata-rata pada seluruh seri turun –2,40bps. Yield obligasi negara dominan bearish. Rata-rata yield tenor menengah tertekan naik paling besar yakni +3,42bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder cenderung stagnan. Total volume turun –4,68% menjadi Rp11,82tn sementara total frekuensi naik +0,10% menjadi 1.013 transaksi. Pasar berlanjut sideways seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. Minimnya sentimen positif disertai dengan situasi dalam negeri yang kurang kondusif akibat aksi penolakan UU Cipta Kerja turut menjadi penyebabnya. Konflik di Laut China Selatan antara China-AS yang berpotensi melibatkan para sekutu AS yang tergabung dalam NATO turut mempengaruhi pergerakan pasar. Rupiah hari ini naik 10,0poin ke level Rp14.700/US$. Pergerakan terbatas diprediksi berlanjut hingga awal pekan ini terpicu oleh belum adanya sentimen lanjutan. Secara garis besar sentimen yang membayangi masih akan sama dengan pekan lalu, yakni pandemi Covid-19, situasi politik dalam negeri, maupun konflik geopolitik yang terjadi di global. Namun, pasar berpotensi menguat ketika PSBB di Jakarta mulai dilonggarkan/PSBB transisi jilid 2 mulai hari ini.
  • Inflasi bulanan Indonesia masih mencatatkan deflasi, yaitu -0,05% mom dan merupakan bulan ketiga berturut – turut. Dengan ada pembatasan aktifitas di berbagai daerah untuk mengurangi penyebaran Covid – 19, maka kegiatan ekonomi ikut terbatasi terutama bisnis makanan minuman serta trasportasi. Sehingga tidak mengherankan bila kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar masing – masing -0,37% dan -0,33%. Semetara itu kelompok yang mengalami kenaikan indeks terbesar adalah kelompok pendidikan 0,62%. Untuk inflasi tahunan ada pada tangkat indeks 1,43% yoy, angka tersebut masih rendah meskipun ada kenaikan dari bulan September 1,32% yoy. Inflasi inti terus mengalami penurunan sejak bulan April 2020 dan saat ini berada pada level dibawah 2% yaitu 1,86% yoy. Inflasi inti adalah menghitung perubahan harga barang dan jasa tanpa memasukan harga pangan dan energy. Harga pangan dan energi dikecualikan karena volatilitas harga – harga tersebut terlalu tinggi. Inflasi inti menjadi penting karena angka ini mencerminkan hubungan antara perubahan harga barang dan jasa dengan pendapatan konsumen. Jika terjadi kenaik harga barang dan jasa dimana pendapatan konsumen tidak berubah, maka konsumen akan kehilangan kemampuan untuk membeli. Jika mengartikan data inflasi inti Indonesia yang terus turun, maka kita dapat melihat harga barang dan jasa yang terus menurun akibat pembatasan aktifitas ekonomi. Pemerintah berusaha keras menyalurkan bantuan langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat menjaga pendapatan yang turun akibat dampak pandemi ini.
  • Perkembangan bulan terakhir pada kuartal ketiga membuat para investor untuk terus waspada bahwa meskipun pasar saham dan obligasi sudah naik signifikan dari bulan April ke bulan Agustus, kita belum lepas dari perjuangan melawan pandemi Covid – 19. Sebelum bulan September, jumlah kasus positif harian secara total di Indonesia masih di bawah 2.000 kasus/hari (Jakarta: <1.000 kasus/hari). Sementara di bulan September, angka kasus positif harian Indonesia mencapai diatas 2.000 kasus/hari (Jakarta: >1.000 kasus/hari), dan bahkan melebih 3.000 kasus/hari untuk beberapaa waktu. Pemerintah terus menerapkan protokol kesehatan yang terukur sehingga angka kasus positif sudah lebih stabil di akhir September. Kita melihat kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia cukup ekspansif. Pemerintah konsisten memberikan stimulus baik likuiditas dan kebijakan. Hal tersebut tercermin dengan naiknya likuiditas M2 yang naik 13% di bulan Agustus. Pemerintah dan Bank Indonesia sampai akhir September sudah melakukan private placement sebesar Rp183,48 triliun (46,2% dari total Rp 397,6 triliun melalui program SKB2). Likuiditas yang besar saat ini sangat dibutuhkan untuk merangsang aktifitas ekonomi untuk kembali berjalan. Sementara itu, Bank Indonesia mempertahankan bunga 7D RRR 4% meskipun inflasi September masih rendah di 1,42%. Cadangan devisa Bank Indonesia mengalami penurunan USD 1,8 miliar. Kebijakan tersebut digunakan oleh Bank Indonesia untuk mempertahankan kestabilan Rupiah di tengah gejolak perekonomian global akibat ancaman gelombang kedua penyebaran Covid – 19.

EKONOMI GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Jumat (09/10), pergerakan Rupiah ditutup menguat terbatas di level 14,700 (prior:14,710) terhadap DollarAS dengan kurs acuan JISDOR dilevel 14,737 (prior:14,750). SBN tenor 5 dan 15 tahun juga mengalami penguatan terbatas sementara tenor 10 dan 20 tahun ditutup stagnan. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J. Supit menyatakan bahwa UU Cipta Kerja memberikan dampak positif bagi pengusaha dan tenaga kerja. Hal terkait jumlah pesangon yang diputuskan dengan tetap mempertimbangkan jumlah pesangon di negara lain, merupakan evaluasi pemerintah untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dan meningkatkan daya tarik investor global untuk berinvestasi di Indonesia sehingga dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk mendorong program percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.
  • Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berakhir naik tajam di sesi Jumat sebesar $36.51 ke level $1930.25 setelah harapan pasar yang meningkat terhadap peluang kesepakatan stimulus bantuan Korona AS. Harga emas berpotensi melanjutkan reli kenaikan menguji level resisten di $ 1938 karena outlook pelemahan dolar di tengah harapan stimulus AS. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1918 – $1938.

MINYAK

Abaikan harapan stimulus AS , ancaman badai Delta terhadap pasokan minyak mentah dan aksi mogok pekerja produsen minyak dari Swedia , harga minyak berakhir melemah $0.75 ke level terakhir $40.52 di hari Jumat. Harga minyak berpeluang bergerak turun menguji level support $39.60 di tengah pasar yang tetap mengkhawatirkan permintaan terhadap minyak mentah. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $ 40.75 – $39.60.  

EURUSD

EURUSD menguat 71 pips ke level 1.1832 ditopang pelemahan dolar AS di tengah penantian pasar terhadap pembahasan stimulus bantuan Korona. EURUSD berpotensi kembali melanjutkan tren kenaikan menguji level resisten di tengah outlook meningkatnya minat pasar terhadap aset beresiko.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1785 – 1.1850.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 107 pips ke level 1.3047 di hari Jumat setelah pelemahan dolar AS menutupi buruknya data ekonomi Inggris.

GBPUSD berpeluang melanjutkan kenaikan menguji level resisten 1.3085 di tengah optimisnya pasar terhadap Brexit dan outlook pelemahan dolar AS. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3085 – 1.2980.

USDJPY

USDJPY turun ke level 105.61 ,  melemah 43 pips, karena penantian pasar terhadap pembahasan stimulus di AS menekan minat terhadap daolar AS.

USDJPY berpeluang melanjutkan penurunan menguji level support di 105.35 karena dipicu oleh potensi pelemahan dolar AS lebih lanjut. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 105.35 – 106.00.  

AUDUSD

Ditopang sentimen positif pemulihan ekonomi Tiongkok dan melemahnya dolar AS, AUDUSD berakhir naik 73 pips ke level 0.7242 di akhir perdagangan Jumat lalu.

Tinggi harga komoditas tembega dan potensi pelemahan dolar AS lebih lanjut berpeluang menopang AUDUSD ke level 0.7270. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7180 – 0.7270.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir turun 85 poin tertekan oleh menguatnya mata uang yen Jepang di sesi Jumat, ditutup pada level 23560.  

Indeks Nikkei berpotensi bergerak turun menguji level support 23390 selama harga tidak mampu menembus level resisten di 23650. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 23390 – 23710.

HANG SENG

Indeks Hang Seng ditutup naik 2 point ke level 24215.  pada perdagangan sesi Jumat di tengah menguatnya mata uang Yuan Tiongkok dan penguatan bursa Wall Street. Selama bergerak di atas level support 24075 indeks Hang Seng berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 24550. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 23905 – 24550

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.