Senin, 11 Januari 2021

  • Menutup Pekan Pertama Tahun 2021, Pasar Obligasi Bearish. Seluruh indeks return obligasi domestik baik konvensional maupun sukuk ditutup melemah. Harga SBN seri-seri fixed rate terkoreksi dengan rata-rata turun sebesar –28,24bps. Harga seri-seri sukuk negara juga melemah dengan rata-rata –23,72bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bearish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –3,81bps dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok tenor pendek.   Total volume transaksi di pasar sekunder meningkat +16,48% menjadi Rp30,97tn. Sementara itu total frekuensi turun –29,24% menjadi 2.289 transaksi.  Senada dengan sesi siangnya, kinerja pasar obligasi Indonesia berlanjut melemah hingga sesi penutupan. Faktor pemicunya diperkirakan masih didorong oleh ekspektasi risiko pasar terkait perlambatan pemulihan ekonomi nasional seiring terus menyebarnya Covid-19. Terdepresiasinya kurs spot Rupiah terhadap USD ke level Rp14.020/US$ turut menambah tekanan di pasar SBN. Namun disisi lain, kinerja pasar obligasi domestik berbanding terbalik dengan IHSG yang mencatatkan penguatan sebesar +1,69% ke level 6.257,84. Today’s Outlook Pada perdagangan awal pekan kedua Januari, tekanan pada pasar obligasi Indonesia berpotensi mereda. Pelaku pasar diperkirakan melakukan aksi trading untuk memanfaatkan momentum koreksi harga yang telah terjadi sebelumnya. Selain itu, mulai kondusifnya situasi politik AS dan ditunjang dengan optimisme keberhasilan vaksin Covid-19 di Indonesia diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk pasar SBN.
  • Penerapan PSBB atau PPKM yang mulai berlaku hari ini hingga 2 minggu ke depan (11-25 Jan 2021) diprediksi akan memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan Rupiah. Dengan adanya penerapan PPKM di wilayah Jawa-Bali ini diprediksi akan berdampak pada roda ekonomi yang tidak berjalan maksimal dan peningkatan jumlah karyawan yang dirumahkan sebagai langkah perusahaan dalam melakukan efisiensi. Sentimen lain yang diprediksi akan mempengaruhi pergerakan Rupiah hari ini adalah BPOM yang akan menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA). Dengan adanya penerbitan izin ini akan berdampak pada waktu pelaksanaan vaksinasi serentak di Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat (08/01) ditutup menguat sebesar 1.69% ke level 6,257. Tercatat 258 saham menguat, 239 saham melemah dan 137 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 22.31 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp 1.37T.

BONDS

  • Pada pedagangan hari Jumat (08/01), harga SBN diperdagangkan melemah di semua tenor benchmark dengan yield yang turun masingmasing dalam range 3-10 bps. Sentimen global yang mempengaruhi pelaku pasar adalah kondisi peralihan kekuasaan dari Donald Trump ke Joe Biden yang menimbulkan beberapa kerusuhan memberikan pesimisme pelaku pasar terhadap kondisi politik di AS, sedangkan sentimen dalam negeri adalah peningkatan kasus harian Covid-19 yang sedikit memberikan pesimisme terhadap penanganan Covid-19 di dalam negeri.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (08/01), Rupiah ditutup melemah ke level 14,020 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,058 (prior : 13,938). Searah dengan pergerakan Rupiah harga SBN bergerak melemah pada semua seri benchmark. Pergerakan Rupiah dan SBN tersebut salah satunya masih dipengaruhi oleh pesimisme pasar terhadap sentimen domestik yaitu peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 yang cukup signifikan. Tercatat pada hari Kamis (07/01) Indonesia mencetak rekor harian baru sebesar 9,321 kasus. Sentimen global yang turut mempengaruhi pergerakan Rupiah adalah rilis data Initial Jobless Claim AS yang lebih baik dari perkiraan (Surv 800k, Act 790k vs prior 787k) sehingga membuat Dolar AS menguat dibandingkan hampir semua mata uang di Asia.

Peluang Pergerakan

Emas
Dipicu naiknya tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang mendorong penguatan dolar AS, harga emas bergerak melemah di hari Jumat, turun $63.79 di level $1849.63. Di sesi Asia (11/1), harga emas masih berpotensi dijual menguji support $1837 selama harga bertahan di bawah level resisten $1857. Sebaliknya, bila harga naik ke atas level resisten tersebut, harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1863. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1837 – $1863.

Minyak Mentah 

Harga minyak mentah WTI berakhir naik $1.78 di level $52.69 pada hari Jumat. Kenaikan ini masih ditopang oleh janji Arab Saudi yang akan melakukan pemangkasan produksi minyak mentah secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari untuk periode Februari dan Maret. Di sesi Asia ini (11/1), harga minyak masih berpotensi dibeli menguji resisten $53.00 selama harga bertahan di atas level support $51.80. Sebaliknya, bila harga turun ke bawah level support tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support selanjutnya $51.25. Potensi rentang harga di sesi Asia: $51.25 – 53.00.

EURUSD
Dominannya sentimen penguatan dolar AS karena naiknya tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan menurunnya surplus neraca perdagangan Jerman bulan November, telah mendorong turun EURUSD di hari Jumat. EURUSD ditutup melemah 47 pip di level 1.2221. Di sesi Asia ini (11/1), EURUSD masih berpotensi dijual menguji support 1.2150 selama harga bertahan di bawah level resisten 1.2225. Sebaliknya, bila harga naik ke atas level resisten tersebut,  EURUSD berpeluang dibeli menguji resisten selanjutnya, 1.2245. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2150 – 1.2245.

GBPUSD
GBPUSD menguat tipis 3 pip di hari Jumat, tutup di level 1.3566 karena vaksinasi Covid-19 di Inggris telah memberikan keyakinan ke pelaku pasar. Namun demikian, tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat masih tinggi di atas 1,1% yang mendorong penguatan dollar AS. Di sesi Asia ini (11/1), GPUSD masih berpotensi dijual menguji support 1.3475 selama harga bertahan di bawah level resisten 1.3555. Sebaliknya, bila harga naik ke atas level resisten tersebut, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.3575. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3475 – 1.3575.

USDJPY
Sentimen penguatan dolar AS karena naiknya tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Jepang telah mendorong naik USDJPY di hari Jumat. Harga ditutup menguat 13 pip di level 103.94.  Di sesi Asia ini (11/1), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 104.40 selama harga bertahan di atas level support 103.80. Sebaliknya, bila harga turun ke bawah level support tersebut, USDJPY berpeluang dijual menguji support 103.60. Potensi rentang harga di sesi Asia: 103.60 – 104.40.

AUDUSD
Naiknya harga komoditas ekspor Australia seperti bijih besi dan tembaga, telah menopang kenaikan tipis AUDUSD di hari Jumat. AUDUSD berakhir menguat 0,4 pip di level 0.7765. Namun di sisi lain, sentimen penguatan dollar AS masih meninggi karena kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Di sesi Asia ini (11/1), pelaku pasar menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok yang akan dirilis pukul 8.30 WIB. AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7775 bila rilis data tersebut lebih baik dari espektasi. Sebaliknya, bila hasilnya lebih buruk dari ekspektasi, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7685. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7685 – 0.7775.

Nikkei
Meski ada tekanan dari lonjakan kasus positif covid-19, Indeks Nikkei di hari Jumat, berakhir menguat 585 poin di level 28200. Penguatan ini terdorong oleh ekspektasi pasar terhadap potensi stimulus lanjutan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Joe Biden. Hari ini perdagangan saham spot Jepang libur. Di sesi Asia ini (11/1), Indeks Nikkei masih berpotensi dibeli menguji resisten 28400 selama harga bertahan di atas level support 28100. Sebaliknya, bila indeks turun ke bawah level support tersebut, Indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 28000. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28000- 28400.

Hang Seng

Ditopang reli pada saham teknologi dan industri telah menopang kenaikan indeks Hang Seng di hari Jumat, hingga ditutup menguat 308 poin di level 27842. Hari ini (11/1), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 28200 jika laporan CPI & PPI Tiongkok jam 08:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27550 – 28200.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.