Senin, 10 Mei 2021

  • Menutup Pekan Perdana Mei, Pasar Obligasi Sideways. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk bergerak terbatas dalam kisaran –0,01% hingga +0,07%. Harga SBN seri-seri fixed rate bervariasi dengan rata-rata perubahan harga pada 46 serinya sebesar +6,32bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +0,79bps. Yield obligasi negara bergerak mixed dengan rata-rata perubahan yield tenor (1-30tahun) naik sebesar +0,67bps. Kenaikan yield dicatatkan tenor pendek dan panjang. Total volume di pasar sekunder meningkat menjadi Rp31,81tn (+47,69%) sedangkan total frekuensi turun menjadi 1.560 transaksi (-5,85%). Kinerja pasar obligasi Indonesia berlanjut terbatas. Terlihat dari tipisnya perubahan harga, yield, serta indeks return. Belum ada sentimen dominan di pasar yang sanggup men-trigger pasar sehingga pergerakan pasar pada perdagangan Jumat lebih dipicu aksi trading pelaku pasar. Pasar masih dibayangi dampak penyebaran Covid-19 di beberapa negara yang tengah meningkat khususnya terhadap pemulihan ekonomi dan distribusi vaksin. Pada perdagangan Jumat, kurs spot Rupiah berlanjut menguat ke level Rp14.285/US$. Today’s Outlook Awal pekan kedua Mei, pasar obligasi Indonesia berpotensi masih bergerak terbatas seiring belum akan ada sentimen dominan di pasar. Selain itu, pelaku pasar juga akan concern dan wait & see hingga pertengahan pekan jelang data inflasi Amerika dirilis. Sebagai informasi, inflasi AS periode April diproyeksi melonjak ke level 3,6%yoy dari 2,6%yoy.
  • Dari dalam negeri, adanya rilis data cadangan devisa Indonesia yang meningkat dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD 138.80 miliar (prior : USD 137.10 miliar) dan kembali membuat cadangan devisa Indonesia kembali ke rekor tertinggi. Selain itu adanya rilis data PDB Indonesia kuartal I yang terkontraksi sebesar 0.96% (QoQ) lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang terkontraksi sebesar 1.09% (QoQ), menjadi sentimen positif bagi Indonesia, walaupun dapat dikatakan bahwa Indonesia masih berada dalam masa resesi ekonomi. Adanya rilis data tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia mulai pulih dan membuat aset keuangan Indonesia masih menarik untuk menarik foreign inflow ke Indonesia. Pada awal Mei tercatat terdapat capital inflow senilai Rp. 1.16 trilun di pasar SBN Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada hari Jumat (07/05) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,928, terkoreksi 41.93 poin atau 0.70% dibanding Kamis (06/05). Total transaksi sebesar Rp.8.7 triliun dengan 14.42 miliar saham yang diperdagangkan. Investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp.146.62 miliar. Terdapat 164 saham menguat, 308 terkoreksi, dan 161 lainnya stagnan. Terpantau, mayoritas indeks sektoral melemah dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 1.02%.

BONDS

  • Jumat (07/05) harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak sideways. Yield SUN seri acuan bergerak menguat 2 – 5 bps, dimana yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) masih berada di level 6.41% sama seperti penutupan sebelumnya. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp. 30.2 triliun, lebih tinggi dari volume transaksi hari sebelumnya sebesar Rp. 20.6 triliun dan rata-rata transaksi harian sebesar Rp. 20.7 triliun. Tercatat terdapat foreign inflow di pasar SBN sebesar Rp. 13.2 triliun dibandingkan akhir Maret dan pada periode 1 s/d 4 Mei terdapat inflow senilai Rp. 1.16 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (07/05), Rupiah dibuka di level 14,250/14,295 dengan kejadian pertama di 14,260 dan kurs acuan JISDOR di level 14,289 (prior : 14,364). Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh rilis data Initial Jobless Claim AS yang hasilnya lebih baik dari ekspektasi pasar (Act: 498 ribu; Surv: 540 ribu) dan adanya ekspektasi investor atas kebijakan moneter The Fed yang akan diperketat seperti yang dikatakan Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Sementara dari dalam negeri, adanya rilis data cadangan devisa Indonesia yang lebih baik dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD 138.80 miliar (prior : USD 137.10 miliar) dan PDB Indonesia kuartal I -0.96% (QoQ) yang lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sebesar -1.09% (QoQ) menjadi sentimen positif bagi Indonesia, walaupun dapatdikatakan bahwa Indonesia masih berada dalam masa resesi ekonomi.
  • Dari AS pelaku pasar masih mencermati ekspektasi mulai adanya pengetatan kebijakan moneter dari bank sentral AS (The Fed), sebagaimana dikatakan Menteri Keuangan AS. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Janet Yellen menilai bahwa suku bunga acuan seharusnya dinaikkan untuk mencegah ekonomi AS overheating. The Fed juga mulai menjajaki peluang tersebut dengan mengatakan bahwa perlu ada kemajuan tambahan selain pembaikan angka tenaga kerja di AS, dan kemudian bank sentral akan mengurangi kebijakan moneter longgar. Di lainsisi Departemen Tenaga Kerja AS telah merilis data Initial Jobless Claim AS yang hasilnya lebih baik dari ekspektasi pasar (Act: 498 ribu; Surv: 540 ribu), namun adanya penyebaran virus Covid-19 di India dan beberapa negara Asia lainnya menambah kekhawatiran para Investor.

Peluang Pergerakan

EMAS

Laporan tenaga kerja AS yang dirilis di bawah ekspektasi telah menyebabkan lemahnya dolar AS, Hal ini telah menjadi pemicu harga emas naik $ 16.22 ke level $1830.98 di akhir perdagangan sesi Jumat. Pagi ini (10/5), harga emas masih berpeluang dibeli untuk menguji level resisten $1850 selama harga bertahan di atas level support $1825. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya $1820. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1820 – $1850.

MINYAK

Di tengah kekhawatiran berkurangnya permintaan minyak mentah dan kenaikan kasus baru covid-19 di sejumlah negara seperti India, Brazil dan lain -lain, harga minyak turun $0.03 di sesi Jumat, ke level penutupan $64.80. Pagi ini (10/5), harga minyak berpeluang dibeli untuk menguji level resisten $65.95 karena investor yang tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global. Penurunan lebih rendah dari level support $65.05 berpeluang memicu aksi jual terhadap harga minyak menguji level support selanjutnya $64.80. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $64.80 – $65.95.

EURUSD

Laporan tenaga kerja AS yang buruk telah menekan dolar AS turun dan menopang EURUSD naik sebesar 99 pip ke level 1.2162 pada penutupan sesi Jumat. Pagi ini (10/5), EURUSD berpeluang dibeli menargetkan level resisten 1.2205 selama harga bertahan di atas level support 1.2150. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap EURUSD menguji level support selanjutnya 1.2135. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2135 – 1.2205.

GBPUSD

Lemahnya dolar AS setelah laporan tenaga kerja AS yang dirilis di bawah ekspektasi, telah menopang GBPUSD naik 95 pip ke level 1.3986 saat penutupan sesi Jumat. Pagi ini (10/5), GBPUSD berpotensi dibeli untuk menguji level resisten 1.4080 karena tertopang outlook pelemahan dolar AS lebih lanjut. Namun, penurunan lebih rendah dari level support 1.4010 berpeluang memicu aksi jual terhadap GBPUSD menguji level support selanjutnya 1.3985. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3985 – 1.4080.

USDJPY

USDJPY turun sebesar 49 pip ke level 108.58 di akhir perdagangan hari Jumat, karena dipicu oleh melemahnya dolar AS setelah laporan ekonomi tenaga kerja AS yang lebih rendah dari ekspektasi.

Pagi ini (10/5), USDJPY berpeluang dijual menargetkan level support 108.10 selama harga tertahan di bawah level resisten 108.65. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap USDJPY menguji level resisten selanjutnya 108.90. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 108.10 – 108.90.

AUDUSD

Lemahnya dolar AS dan naiknya harga komoditas logam tembaga telah berkontribusi pada kenaikan AUDUSD sebesar 58 pip ke level 0.7842 di akhir sesi Jumat lalu. Pagi ini (10/5), AUDUSD berpotensi dibeli untuk menguji level resisten 0.7905 selama harga bertahan di atas level support 0.7840 . Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap AUDUSD menguji level support selanjutnya 0.7805. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7805 – 0.7905.

NIKKEI
Indeks Nikkei ditutup naik 45 poin ke level 29420 di akhir perdagangan hari Jumat, setelah laporan tenaga kerja AS yang buruk mendorong harapan stimulus moneter The Fed lebih lanjut, dan mengangkat bursa Wall Street. Pagi ini (10/5), indeks Nikkei berpeluang dibeli menargetkan level resisten 28385 selama harga mampu konsisten di atas level support 28465. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap indeks Nikkei menguji level support selanjutnya 28215. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28215 – 28385

HANG SENG

Positifnya bursa Wall Street setelah meningkatnya harapan stimulus moneter di AS telah menopang indeks Hang Seng naik 232 poin ke level 28640 di akhir perdagangan sesi Jumat. Pagi ini (10/5), indeks Hang Seng berpeluang dibeli menargetkan level resisten 29010 selama harga mampu konsisten di atas level support 28450. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap indeks Hang Seng menguji level support selanjutnya 28215. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28215 – 29010.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.