Senin, 09 September 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,10% ke level 264,6302 pada perdagangan Jumat. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga melemah masing-masing ke level 259,6629 (-0,11%) dan 288,1098 (-0,06%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +3,72bps. Adapun kenaikan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) +1,11bps; menengah (5-7tahun) +4,72; dan panjang (>7tahun) +4,04bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield turut mengalami kenaikan yakni ke level 7,2370 (+0,0206poin). Harga kelompok seri SUN benchmark dominan terkoreksi dengan rata-rata harga pada seluruh seri turun –9,11bps. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan juga dominan melemah dengan rata-rata harga pada seri FR turun –16,41bps dan seri ORI turun –6,58bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin melemah -0,13% ke level 113,3606. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun pada kedua sisinya. Total volume turun –35,02% menjadi Rp7,92tn dan total frekuensi turun –18,34% menjadi 668 transaksi. Penurunan volume terbesar dialami perdagangan obligasi negara tenor panjang dengan akumulasi nilai hingga mencapai Rp3,16tn. Seri FR0075 kembali menjadi SBN teraktif dengan 118 transaksi, sedangkan seri dengan volume terbesar dicatatkan FR0082 yakni senilai Rp823miliar. Adapun untuk obligasi korporasi, seri SITINS01CN2 menjadi yang teraktif dengan 9 transaksi, sedangkan total volume terbesar senilai Rp328miliar dicatatkan seri TPIA02CN2. Koreksi harga yang melanda SUN seri FR dan ORI berlanjut hingga akhir sesi end of day di kisaran –0,01bps hingga –60,29bps. Demikian pula dengan tingkat imbal hasil SBN yang dominan bearish/tertekan naik pada rentang +0,03bps hingga +6,84bps. Senada dengan sesi siang, tertekannya performa pasar diprediksi dipicu oleh faktor trading ditengah meredanya persepsi risiko di global. Diketahui, tensi perang dagang AS-China sedikit mereda setelah kedua negara sepakat melakukan perbincangan serius di Washington pada awal Oktober. Sedangkan dari dalam negeri katalis positif datang dari posisi cadangan devisa Indonesia bulan Oktober yang meningkat menjadi US$126,44miliar, dan penguatan Rupiah sebesar +54,0poin ke level Rp14.101/US$. Meski demikian, pasar juga tampak dibayangi wait and see pidato jerome Powell, tercermin dari kurang semaraknya pasar sekunder obligasi. Senada dengan pasar SUN, IHSG Jumat kemarin juga ditutup menguat +0,03% di level 6.308,95. Pasar obligasi berpotensi bergerak variatif pada perdagangan hari ini. Pidato Powell yang menyatakan bahwa secara umum, oulook ekonomi global dan AS akan tumbuh secara moderat, serta tidak ada sinyal ekonomi resesi untuk saat ini diprediksi akan menjadi katalis positif. Namun di sisi lain, rilis beberapa data ekonomi termasuk AS yang bervariasi diperkirakan sedikit banyak juga mempengaruhi gerak pasar.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar AS jatuh pada hari Jumat setelah ekonomi menambahkan lebih sedikit pekerjaan dari yang diharapkan pada Agustus. Data Nonfarm Payrolls AS dirilis 130.000 pada bulan Agustus, angka ini jauh lebih sedikit dari yang diharapkan sebesar 160.000. Movers lainya adalah data Data GDP Dan Manufacturing Production Inggris yang akan dirilis pada pukul 15:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level 1500 – 1495 di tengah optimisme negosiasi dagang AS-Tiongkok. Namun potensi pelemahan dolar AS yang di tekan oleh lemahnya data pekerjaan AS berpeluang menopang harga emas menguji resisten di 1520 – 1525.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level 57.40 – 57.70 karena di dukung oleh penurunan pada cadangan minyak AS dan komentar Jerome Powell bahwa ia mendukung ekspansi ekonomi AS. Support harga minyak berada pada level 56.40 – 56.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1.1055 – 1.1085 seiring potensi pelemahan dolar yang tertekan oleh data Non Farm Payrolls AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Support EURUSD berada pada level 1.1000 – 1.0980.

GBPUSD

Kisruh politik terkait Brexit di Inggris yang terus berlangsung berpeluang menekan GBPUSD dalam jangka pendek menguji level support di 1.2230 – 1.2200. Namun jika data pertumbuhan ekonomi Inggris dirilis lebih baik dari perkiraan GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji resisten 1.2340 – 1.2480.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 107.20 – 107.50 karena tertopang oleh potensi minat pelaku pasar pada aset beresiko yang meningkat di tengah optimisme perundingan dagang. Support USDJPY berada pada level 106.60 – 106.30.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji resisten di 0.6880 – 0.6900 karena didukung oleh pelemahan dolar dan optimisme perundingan dagang AS-Tiongkok. Sementara itu jika bergerak turun AUDUSD berpotensi menguji support di 0.6820 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 09/09/2019 pukul 10.22 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.