Senin, 09 Maret 2020

  • Transaksi Jumat, Pasar Obligasi Ditutup Melemah. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup melemah pada perdagangan Jumat. Harga seri-seri SUN benchmark kembali tertekan dengan penurunan hingga lebih dari –100,0bps. Sementara itu harga SUN seri FR secara keseluruhan terkoreksi di rentang –4,82bps hingga –249,97bps. Yield obligasi negara dan obligasi korporasi berpola bearish dengan rata-rata yield tenor pendek naik paling tinggi. Transaksi obligasi di pasar sekunder terpantau menurun dari sisi frekuensi menjadi 1.217 transaksi (-29,37%). Sementara total volume naik +4,84% menjadi Rp27,13tn. Tertekannya pasar obligasi dikarenakan oleh ekspektasi risiko global yang kembali meningkat sejalan dengan wabah Covid-19 yang terus meluas hingga lebih dari 100 negara. CDS Indonesia tenor 5-tahun sebagai salah satu indikator risiko Jumat kemarin terpantau naik +12,28bps setelah sehari sebelumnya turun –0,10bps. Selain itu, tekanan juga datang dari Rupiah yang melemah ke level Rp14.243/US$ (Bloomberg). Koreksi harga berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini meski tidak setinggi transaksi Jumat. Concern pasar masih tertuju pada virus Covid-19 ditengah masih minimnya sentimen dominan lanjutan. Selain itu, pasar juga mulai dibayangi kekhawatiran isu resesi terdampak perlambatan ekonomi global.

EKONOMI GLOBAL

  • Sentimen kekhawatiran terhadap penyebaran virus Korona dan tidak adanya kesepakatan pengurangan produksi oleh grup OPEC+ yang melakukan pertemuan di hari Jumat lalu berpeluang akan menjadi penggerak pasar di awal pekan ini. Sentimen kekhawatiran terhadap penyebaran virus Korona, karena semakin meningkatnya jumlah korban berpeluang memicu kenaikan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan mata uang yen, di tengah sedang tertekannya dolar AS karena kejatuhan yield Treasury. Sementara itu harga minyak berpeluang dalam tekanan turun dalam jangka pendek meskipun telah turun tajam di hari Jumat lalu karena sentimen tidak adanya kesepakatan pengurangan produksi oleh kelompok OPEC+ dan potensi perang harga di kalangan produsen .

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen hindar aset berisiko, serta outlook pelemahan dolar dan turunnya yield obligasi AS dengan menguji level resisten di $1705 – $1720. Sementara itu jika pasar melakukan aksi profit taking pasca lonjakan harga akhir-akhir ini, harga emas berpeluang turun untuk menguji level support di $1691 – $1680.

Minyak

Penurunan harga minyak yang sudah berlangsung sejak hari Jumat lalu karena tidak tercapainya kesepakatan pengurangan produksi oleh OPEC+, meningkatnya aktivitas rig AS dan potensi perang harga di kalangan produsen berpeluang berlanjut, menguji support di $30.00 – $27.80. Namun, jika pasar melakukan aksi short covering, harga minyak berpeluang naik membidik resisten di $33.30 – $35.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen melemahnya dolar AS untuk menguji level resisten di 1.1440 – 1.1500. Namun, jika data produksi industri dan neraca perdagangan Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB hasilnya pesimis, maka EURUSD berpeluang untuk berbalik turun untuk menguji level support di 1.1340 – 1.1280.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.3150 – 1.3200 di tengah kabar positif dalam negosiasi dagang antara Inggris dengan Uni Eropa pasca kepala negosiasi Brexit dari Uni Eropa mengatakan bahwa negosiasi dagang masih berlangsung di tahun ini. Jika bergerak turun, level support berada di 1.3050 – 1.3000.

USDJPY

Sentimen pelemahan dolar AS serta pasar yang menjauhi aset berisiko karena penyebaran virus Korona secara global berpeluang memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support 101.50 – 101.00 meskipun data GDP Jepang dirilis pesimis tadi pagi. Namun, jika pasar melakukan bargain hunting atau jika adanya intervensi darurat dari Bank of Japan, maka USDJPY berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di 103.50 – 104.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sedang tertekannya harga tembaga serta pasar yang menjauhi aset berisiko, menguji level support di 0.6300 – 0.6250. Namun, jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS pada pasangan mata uang ini, maka AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di 0.6500 – 0.6550.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 09/03/2020 pukul 09.46 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.