Senin, 08 Maret 2021

  • Imbal Hasil SBN Seluruh Tenor Naik. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun syariah ditutup melemah. Mayoritas harga SUN seri fixed rate terkoreksi pada sesi end of day dengan rata-rata turun sebesar –36,69bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –18,03bps. Yield obligasi negara berpola bearish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) naik +3,96bps. Kenaikan yield terbesar dicatatkan tenor menengah. Total volume di pasar sekunder turun –1,19% menjadi Rp19,87tn. Sedangkan total frekuensi naik +11,82% menjadi 1.693 transaksi. Penurunan kinerja pasar obligasi Indonesia diperkirakan masih dipicu oleh meningkatnya persepsi risiko pasar akibat munculnya beberapa sentimen negatif. Kondisi tersebut terlihat dari indikator CDS Indonesia tenor 5-tahun yang naik +3,76bps ke level 79,36. Faktor utama penekan kinerja pasar yakni masih seputar berlanjutnya tren kenaikan yield UST tenor 10-tahun yang telah menyentuh level 1,54%. Selain itu, kinerja kurs spot Rupiah yang terdepresiasi 33poin ke level Rp14.300/US$ diperkirakan turut menekan kinerja pasar SBN. Today’s Outlook Pada perdagangan Senin, gerak pasar SBN diperkirakan masih tertahan melemah. Belum ada sentimen dominan yang sanggup mengubah arah pasar ditengah bayang-bayang kenaikan yield US-Treasury yang terus meningkatkan risiko capital outflow asing dari pasar SBN. Sebagai informasi, berdasar data DJPPR per 4 Maret, asing telah mencatat outflow sebesar Rp12,77tn dalam seminggu terakhir.
  • Rilis data Cadangan Devisa Indonesia Bulan Februari 2021 (Act: $138.80b vs Prior: $138.00b), angka tersebut naik sebesar 0.57% dibandingkan bulan Januari 2021. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Rilis data ini diprediksi akan sedikit menahan laju pelemahan Rupiah pada hari ini. Kemeterian Pertanian memprediksi kenaikan konsumsi bahan makanan pokok hanya berkisar antara 20%-30% (dari kondisi normal) pada ramadhan 2021. Proyeksi tersebut dibuat berdasarkan realisasi tahun sebelumnya yang tidak lebih dari 20%.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0.51% atau turun 32.04 poin ke level 6,258 pada Jumat (05/03). Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini mencapai Rp 30.28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16.67 triliun. Sebanyak 306 saham menguat, 187 saham turun dan 133 saham stagnan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 956.7 miliar di seluruh pasar.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Jumat (05/03), harga SBN Indonesia diperdagangkan melemah dengan pergerakan yield yang naik 3 bps – 11 bps dan yield SBN seri FR0087 yang merupakan seri benchmark tenor 10 tahun naik 11 bps ke level 6.68% sebagai respon atas kenaikan imbal hasil US Treasury ke level 1.56% pada hari Kamis (04/03) waktu setempat. Pelaku pasar juga masih mencermati kebijakan The Federal Reserve yang tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (05/03), Rupiah dibuka di level 14,260/14,300 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,371 (prior : 14,299). Pelemahan Rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu menguatnya indeks dolar AS dan tren kenaikan yield US Treasury. Pergerakan Rupiah ini juga dipengaruhi oleh pelaku pasar yang masih menunggu persetujuan stimulus AS. Dari domestik, rilis data Cadangan Devisa Indonesia Bulan Februari 2021 sebesar US$ 138.8 M sedikit menahan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS. Mayoritas mata uang di Asia terpantau melemah terhadap Dolar AS, Yen Jepang melemah 0.34%, Dolar Singapura melemah 0.18%, Dolar Taiwan melemah 0.23% dan Won Korea Selatan melemah 0.04%.
  • Senat AS diklaim telah menyetujui stimulus sebesar US$ 1.9 T untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi AS. Persetujuan tersebut diambil pada hari Sabtu (06/03) waktu setempat. Bantuan tersebut rencananya akan dibagikan pada setiap warga AS sebesar US$ 1,400 dan mengalokasikan US$ 350 M untuk pemerintah negara bagian dan lokal serta US$ 130 M untuk pendidikan. Rilis data Unemployment Rate AS yang lebih baik dari prediksi (Act:6.2% vs Surv 6.3%, Prev: 6.3%) turut memberikan sinyal pemulihan ekonomi AS di masa pandemi Covid-19. Beberapa hal tersebut memberikan optimisme terhadap pelaku pasar akan pemulihan ekonomi AS dan diprediksi akan mempengaruhi pergerakan Rupiah pada hari ini.
  • Dollar AS masih menguat di sore hari Jumat (5/3), jelang laporan tenaga kerja AS malam nanti. AS akan merilis data tenaga kerja jam 20:30 WIB, dengan fokus utama pasar pada laporan Non-Farm Employment Change  yang diekspektasikan naik menjadi 197K dari sebelumnya 49K di bulan lalu. Bila data tersebut menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi, dapat menopang harapan pemulihan ekonomi AS, dan menopang dollar AS naik.

Peluang Trading

Emas
Harga emas catat level tinggi $1700.27 di sesi Eropa, di tengah sikap hati-hati pasar menantikan laporan tenaga kerja AS malam hari ini. Di sesi AS (5/3), Harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1707 selama harga bertahan di atas level $1685. Jika data tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi, harga emas berpeluang dijual menguji support $1675. Potensi rentang harga di sesi AS : $1675 – $1707.

Minyak Mentah

Masih ditopang kebijakan OPEC+ semalam dimana pembatasan produksi akan berlanjut di bulan April dan Arab Saudi melanjutkan pembatasan suka rela juga hingga akhir April, harga minyak naik ke level tinggi $65.34 di sesi Eropa. Di sesi AS (5/3), harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $66.00 selama harga bertahan di atas level level $64.25. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji support $63.80. Potensi rentang harga di sesi AS : $63.80 – $66.00.

EURUSD
Meningkatnya minat pasar terhadap dollar AS setelah pidato The Fed Powell tengah malam tadi, menekan EURUSD turun ke level rendah 1.1913 di sesi Eropa. Di sesi AS (5/3), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1880 bila laporan tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika naik ke atas level 1.1960, EURUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.1990. Potensi rentang harga di sesi AS : 1.1880 – 1.1990.

GBPUSD
Masih kuatnya sentimen dollar AS telah menekan GBPUSD turun ke level rendah 1.3806 di sesi Eropa. Di sesi AS (5/3), GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3770 bila laporan tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika naik ke atas level 1.3890, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.3915. Potensi rentang harga di sesi AS : 1.3770 – 1.3915.

USDJPY
USDJPY catat level tinggi 108.51 di sesi Eropa, ditopang meningkatnya minat pasar terhadap dollar AS pasca pidato The Fed Powell tengah malam tadi. Di sesi AS (5/3), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 108.80 bila laporan tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika turun ke bawah level 108.00, USDJPY berpeluang dijual menguji support 107.80. Potensi rentang harga di sesi AS : 107.80 – 108.80.

AUDUSD
Tertekan oleh penguatan dollar AS, telah menekan AUDUSD turun ke level rendah 0.7659 di sesi Eropa. Di sesi AS (5/3), ADUSD berpotensi dijual menguji 0.7625 bila laporan tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika naik ke atas level 0.7725, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7750. Potensi rentang harga di sesi AS : 0.7625 – 0.7750.

Dow Jones

Indeks Dow Jones catat level tinggi 30904 di sesi Eropa, di tengah harapan stimulus moneter The Fed akan membantu pemulihan ekonomi AS. Di sesi AS (5/3), Indeks Dow Jones berpotensi dibeli menguji resisten 31060 bila laporan tenaga kerja AS jam 20:30 WIB dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika turun ke bawah level 30630, indeks Dow Jones berpeluang dijual menguji support 30500. Potensi rentang harga di sesi AS : 30500 – 31060.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.