Senin, 07 Oktober 2019

  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga, meskipun sedikit mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2019 yang tetap berada dalam zona optimis (di atas 100) yaitu sebesar 121,8, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 123,1. Optimisme konsumen yang terjaga ditopang oleh persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang. Persepsi konsumen yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama didukung oleh meningkatnya keyakinan terhadap kondisi penghasilan saat ini. Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang meningkat terutama didorong oleh membaiknya ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan tenaga kerja. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Maret 2020) diperkirakan relatif stabil, meskipun sedikit meningkat. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan yang akan datang sebesar 170,6, relatif stabil dari 170,0 pada bulan sebelumnya. Relatif stabilnya tekanan harga tersebut didukung oleh terkendalinya harga barang di sebagian besar wilayah.
  • Performa pasar obligasi Indonesia tampak menguat pada perdagangan Jumat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,15% ke level 267,6687; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,16% ke level 262,6401; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,09% ke level 291,4502. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun sebesar –2,42bps. Pergerakan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) stabil; menengah (5-7tahun) turun –5,13bps; dan panjang (>7tahun) turun –2,49bps. INDOBeXG-Effective Yield terpantau turun –0,0231poin ke level 7,1489. Harga kelompok seri SUN benchmark didominasi menguat dan mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar +20,83bps. Koreksi harga hanya dicatatkan seri FR0079 meski tipis yakni –0,98bps. Sedangkan harga tiga seri lainnya menguat di rentang +23,81bps hingga +33,82bps. Harga SUN seri FR dan ORI juga didominasi menguat dengan rata-rata harga naik +13,19bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup naik +0,14% ke level 114,0105. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin masih belum semarak dengan 767 kali transaksi (-4,24%) dan mencatat total volume sebesar Rp12,56tn (+0,56%). Adapun transaksi SUN benchmark terpantau menurun pada sisi volume menjadi sebesar Rp3,87tn (-31,92%) dan frekuensi 135 transaksi (+7,14%). Total volume transaksi SBN terbesar kemarin diraih seri FR0082 dengan total nilai Rp2,67tn. Pada obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar senilai Rp111miliar dicatat seri PNMP03ACN1. Performa positif pasar obligasi domestik yang terjadi pada sesi Jumat siang bertahan hingga akhir sesi end of day. Harga SUN seri FR dan ORI dominan menguat di rentang +0,33bps hingga +33,81bps; dengan penurunan yield terjadi diantara –0,97bps hingga –5,35bps. Senada dengan sesi siang, katalis positif pasar didorong oleh nada dovish beberapa anggota the Fed yang mana mereka masih membuka peluang penurunan suku bunga setelah rilis beberapa data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan. Dari dalam negeri, katalis positif juga masih datang dari Rupiah di pasar Spot yang menguat ke level Rp14.138/US$ (Bloomberg). Meski demikian, situasi global secara keseluruhan yang belum juga kondusif masih tampak membayangi pasar, tercermin dari aktivitas pasar sekunder obligasi yang belum semarak. Senada dengan pasar surat utang, IHSG Jumat kemarin juga ditutup menguat +0,38% di level 6.061,25. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik berpotensi bergerak terbatas. Perundingan AS-China pekan ini diprediksi akan menjadi fokus pasar di pekan ini. Selain itu, pasar juga akan terus mencermati rilis data ekonomi AS lainnya. Karena meskipun beberapa anggota the Fed menunjukkan nada dovish, tapi pidato Jerome Powell Sabtu kemarin justru tidak mengungkapkan arah yang jelas terkait kebijakan suku bunganya.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar Indeks kembali menguat di akhir pekan lalu setelah data tenaga kerja AS yang mix, menyebabkan pasar kembali terfokus pada pertemuan negosiasi dagang AS – Tiongkok yang akan dilaksanakan pekan ini dan pidato Fed Powell di malam hari. Dengan pesimisme dari para pengamat ekonomi tentang tercapainya kesepakatan menyeluruh diantara dua negara ekonomi terbesar dunia, berlawanan dengan komentar Gedung Putih yang sangan optimis, membatasi pergerakan dolar hingga petunjuk lebih jauh. Beberapa data penggerak di awal pekan ini diantaranya: Data Leading Indikator Jepang pada jam 12:00 WIB, German Factory orders jam 13:00 WIB, dan Sentix Investor Confidence jam 15:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di $1495 – $1500 di tengah sentimen optimisme negosiasi dagang AS – Tiongkok. Resisten harga emas berada pada level $1512 – $1516 bila kekhawatiran pasar terhadap tidak lancarnya negosiasi dagang kedua negara.

MINYAK

Kekhawatiran menyusutnya permintaan minyak mentah berpotensi lemahkan harga minyak untuk jangka menengah menguji support $52.00 – $52.20, Sebaliknya Optimisme pertemuan OPEC+ di akhir minggu dapat menangkat harga minyak mencoba level resisrten $53.00 – $53.20.

EURUSD EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten untuk jangka menengah di 1.1000 – 1.1020 di tengah sikap menanti pasar untuk petunjuk kondisi ekonomi AS dari Fed Powell malam nanti. Support EURUSD berada pada kisaran 1.0930 – 1.0955.

GBPUSD

Drama ketegangan Brexit antara Komite Uni Eropa dan PM Inggris berpeluang tekan hraga GBPUSD menguji support 1.2270 – 1.2300 . Resisten GBPUSD pada kisaran 1.2380 – 1.2400 bila sentimen Brexit membaik.

USDJPY

Nantikan data leading indicator Jepang, USDJPY berpotensi naik dalam jangka pendek menguji resisten 107.30 bila data dirilis lebih rendah dari estimasi. Support USDJPY pada level 106.40 – 106.60.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang turun dalam jangka pendek menguji support 0.6720 – 0.6750 setelah sikap enggan Tiongkok untuk mencapai kesepakatan menyeluruh pada negosiasi dagang dengan AS pekan ini. Resisten AUDUSD pada kisaran 0.6780 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 07/10/2019 pukul 10.14WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.