Senin, 07 Desember 2020

  • ICBI Menutup Pekan Pertama Desember Di Zona Hijau. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional ditutup menguat pada akhir end of day Jumat. Harga SUN seri Fixed Rate dominan naik dengan rata-rata perubahan sebesar +5,59bps. Rata-rata harga sukuk negara juga tercatat naik yakni sebesar +3,31bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) turun –0,61bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume naik +45,55% menjadi Rp23,30tn dan total frekuensi naik +8,21% menjadi 1.793 transaksi. Harga berlanjut rally hingga akhir end of day. Senada dengan sesi siang, menguatnya harga obligasi ditopang oleh optimisme pasar akan kejelasan stimulus AS. Rally harga juga dipicu oleh ekspektasi positif pasar terhadap vaksinasi Covid-19 dan membaiknya data tenaga kerja di AS. Namun, terus meningkatnya angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih membayangi pasar, tercermin dari pergerakan sideways pada yield obligasi negara. Harga obligasi diprediksi berlanjut rally pada perdagangan Senin terpicu sentimen stimulus AS dan vaksinasi Covid-19. Meski demikian, pasar berpotensi melemah meski terbatas dikarenakan aksi trading maupun case pandemi Covid. Ditengah lonjakan kasus Covid dalam negeri, maka pasar juga akan terus mencermati perkembangan kasus harian yang terjadi.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat (04/12) ditutup melemah sebesar 0.21% ke level 5,810. Tercatat 190 saham menguat, 265 saham melemah dan 162 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 13.06 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp 84.49M.

BONDS

  • Pada pedagangan hari Jumat (04/12), harga SBN diperdagangkan relatif sideways dengan SBN seri benchmark tenor 5, 15, dan 20 tahun mengalami penguatan terbatas dengan yield yang turun pada range 2-3 bps. Sentimen positif atas optimsme pelaku pasar terkait pemulihan ekonomi baik domestik maupun global yang didorong oleh beberapa hal seperti perkembangan vaksin Covid-19 merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga SBN tersebut. Sebelumnya, IMF memproyeksikan ekonomi global akan rebound ke level 5.20% ditahun 2021 sedangkan ekonomi Indonesia tumbuh di level 6.1%. Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5.0% ditahun 2021.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (04/12), Rupiah ditutup menguat ke level 14,105 (prior:14,140) dengan  kurs acuan JISDOR di level 14,177 (prior:14,164) dan harga SBN bergerak menguat pada hampir seluruh tenor seri benchmark. Penguatan Rupiah dan SBN tersebut salah satunya dipengaruhi oleh optimisme pelaku pasar terkait paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) yang diprediksikan dapat mulai didistribusikan secapat-cepatnya dihari Senin (07/12). Optimisme tersebut didorong oleh data tenaga kerja (AS) yang belum memberikan sinyal penguatan ekonomi AS sehingga dapat menekan pembuat keputusan mempercepat paket stimulus. Pergerakan nilai tukar Rupiah dan harga obligasi juga dipengaruhi oleh aktivitas perekonomian Indonesia yang mengalami peningkatan dikuartal-IV khususnya didorong oleh belanja pemerintah. Rencana pengadaan vaksin Covid-19 dari produsen vaksin asal Cina, Sinovac ,juga menjadi pemicu pergerakan Rupiah dan SBN dihari Jumat.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir melemah $3 dolar di level $1837.99 di hari Jumat, karena menguatnya dolar AS dibalik perilisan sejumlah data ekonomi AS yang hasilnya lebih baik dari estimasi.Harga emas berpeluang di jual lebih lanjut, mengincar support di $1824 jika permintaan aset berisiko meningkat di tengah ekspektasi stimulus fiskal di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1824 – $1844.

MINYAK 

Ditopang oleh kebijakan pembatasan sebelum produksi minyak OPEC+ dan optimisnya pasar terhadap vaksin Covid-19, harga minyak ditutup naik sebesar $ 0.45 di level $46.09 pada perdagangan hari Jumat. Harga minyak berpotensi untuk di jual, membidik support di $45.80 jika pasar melakukan aksi profit taking setelah reli akhir-akhir ini di tengah sentimen meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $45.80 – $46.60.

EURUSD 

Dolar AS yang menguat karena didukung oleh sejumlah data ekonomi penting AS yang optimis telah menekan turun pergerakan EURUSD, ditutup melemah pada hari Jumat sebesar 27 pips di level 1.2121. EURUSD berpeluang untuk di beli, mengincar resisten di 1.2175 jika dolar AS melemah karena ekspektasi stimulus fiskal di Amerika Serikat. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2075 – 1.2175.

GBPUSD 

Terbebani oleh sentimen penguatan dolar AS dan ketidakpastian Brexit telah menekan turun pergerakan GBPUSD di hari Jumat, ditutup melemah 11 pips di level 1.3442. GBPUSD berpotensi masih untuk di jual, membidik support di 1.3370 di tengah sentimen kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian Brexit seiring masih buntunya negosiasi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3370 – 1.3460.

USDJPY 

Ditopang oleh sentimen penguatan dolar AS karena optimisnya sejumlah data ekonomi AS telah mendorong kenaikan USDJPY di hari Jumat, berakhir naik 33 pips di level 104.18. USDJPY berpeluang untuk di beli lebih lanjut, menargetkan resisten di 104.60 jika data leading indicators Jepang yang dirilis pukul 12:00 WIB hasilnya lebih rendah dari estimasi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.80 – 104.60.

AUDUSD 

Tertekan oleh sentimen menguatnya dolar AS karena optimisnya sejumlah data ekonomi penting dari AS telah membebani pergerakan AUDUSD di hari Jumat, berakhir turun  18 pips di level 0.7425. AUDUSD berpotensi di jual, mengincar support di 0.7390 jika data iklan lowongan pekerjaan di Australia yang dirilis oleh ANZ hasilnya lebih rendah dari estimasi, Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7390 – 0.7470.

NIKKEI 

Ditopang sentimen pelemahan yen Jepang, tingginya harga minyak mentah dan ekspektasi stimulus fiskal di AS telah memicu kenaikan indeks Nikkei di hari Jumat, berakhir menguat 90 poin di level 26845. Indeks Nikkei berpeluang di beli, menargetkan resisten di 27100 di tengah sentimen risk appetite karena outlook stimulus fiskal di Amerika Serikat. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26750 – 27100.

HANG SENG

Abaikan sentimen negatif dari penambahan daftar hitam perusahaan Tiongkok oleh AS, indeks Hang Seng tetap menguat di hari Jumat, berakhir naik 102 poin di level 26825 karena ditopang ekspektasi akan lebih tingginya data ekspor dan impor Tiongkok dan relinya Wall Street. Indeks Hang Seng berpotensi di beli lebih lanjut, mengincar resisten di 27000 jika data ekspor dan impor Tiongkok yang dijadwalkan dirilis pukul 10:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26600 – 27000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.