Senin, 05 April 2021

  • INDOBeX Government Clean Price +0.31% ke level 117.89. FR86 (5Y) +25 bps menjadi 98.65 (5.813%), FR87 (10Y) +60 bps menjadi 98.80 (6.670%), FR88 (15Y) +20 bps menjadi 96.45 (6.623%), dan FR83 (20Y) +105 bps menjadi 101.50 (7.350%). Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,099x (prev. 1,394x) dipimpin oleh FR87, sementara volume perdagangan tercatat Rp12.03tn (prev. Rp19.61tn) dipimpin oleh FR87. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 5x (prev. 25x) dipimpin oleh PBS12, sementara volume perdagangan tercatat Rp46bn (prev. Rp391.08bn) dipimpin oleh PBS27. Berdasarkan government securities fund flow data 30-Mar (mencerminkan perdagangan 29-Mar), Investor asing tercatat sebagai net buyer sebesar +Rp0.81tn (-Rp27.88tn ytd – c. 22.89%), sementara bank tercatat sebagai net seller sebesar -Rp0.73tn (+Rp127.13tn ytd – c. 37.86%). INDOBeX Corporate Clean Price +0.13% ke level 111.67. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 92x (prev. 135x) dipimpin INKP01ACN4. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp854.52bn (prev. Rp1.42tn) dipimpin SMII02ACN4. JCI +0.43% (-5.57% mtd atau -1.96% ytd) ke level 6,011.46. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler -Rp989.52bn (+Rp4.20tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.04% ke level 14,531. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Maret 2021 tercatat 0.08% MoM (est. 0.12%) atau 1.37% YoY (est. 1.40%) yang didukung oleh kenaikkan harga makanan, minuman, dan tembakau. Adapun komponen inti tercatat deflasi 0.03% MoM atau inflasi 1.21% YoY
  • Rilis data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan dalam 5 bulan berturut-turut. Meskipun angka eskpor menurun, terdapat kenaikan tajam pada permintaan baru yang mendorong kapasitas operasional sehingga mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian dan menghentikan PHK. Pelaku pasar masih sangat optimis bahwa produksi akan meningkat di tahun ini. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan kebijakan insentif pemerintah, seperti Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor akan mendukung terwujudnya penciptaan permintaan lebih cepat. Hal ini dapat memberikan optimisme pelaku pasar akan pergerakan Rupiah.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 25.93 poin atau 0.43% ke level 6,011 pada akhir perdagangan Kamis (01/04). Sebanyak 307 saham naik, 184 saham turun, dan 148 saham stagnan dengan total volume perdagangan mencapai Rp 9.56 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 1.17 triliun di seluruh pasar.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak menguat dalam rentang yang terbatas pada perdagangan Kamis 01/04. Harga SUN seri benchmark bergerak relatif menguat pada rentang 2 – 8 bps dengan yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 8 bps ke level 6.67%. Yield UST tenor 10 tahun turun ke level 1.66%. Rilis data PMI yang lebih baik dari perkiraan memberikan sentimen positif terhadap pergerakan SBN pada hari ini.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (01/04), Rupiah dibuka di level 14,520/14,540 dengan kejadian pertama di 14,540 dan kurs acuan JISDOR di level 14,577 (prior : 14,572). Rupiah diperdagangkan pada range 14,530-14,600. Rilis data Indonesia PMI Mfg yang lebih tinggi dari perkiraan (act 53.2 vs prior 50.9) membuat harga SBN meningkat dan Rupiah stabil di Rp 14,525 sebelum libur paskah. Sentimen global berasal dari meningkatnya yield obligasi UST yang masih menjadi pemicu capital outflow di pasar obligasi. Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap Dolar AS. Yen Jepang melemah 0.01%, Dolar Singapura melemah 0.08%, Dolar Taiwan melemah 0.12% dan Won Korea Selatan melemah 0.27%.
  • Terdapat 2 rilis data AS yang berpotensi mempengaruhi pergerakan Rupiah pada hari Senin (05/04). Pertama adalah Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih tinggi dari perkiraan dan periode sebelumnya (act: 916k vs surv: 660k, prior: 379k) dan Unemployment Rate yang lebih baik dari periode sebelumnya (act: 6.0% vs surv: 6.0%, prior: 6.2%). Kedua rilis data ini semakin mempertegas tanda-tanda pemulihan ekonomi di negara adidaya tersebut. Pergerakan Rupiah dapat dipengaruhi oleh sentimen pelaku pasar terhadap rilis data ini dan juga pergerakan yield UST yang relatif masih mengalami kenaikan sehingga menyebabkan capital outflow di emerging market salah satunya Indonesia.

Peluang Pergerakan

Laporan NFP yang di atas ekspektasi pada hari Jumat lalu berpeluang menopang dollar AS kembali di awal sesi Senin (5/4) bila optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi AS berlanjut. Masih liburnya beberapa negara di Zona Eropa untuk hari Easter Monday masih dapat mempengaruhi sentimen pelaku pasar.

Peluang Trading

Emas

Harga emas tutup di hari Jumat untuk libur Good Friday,dengan berakhir naik $22.38 di akhir sesi Kamis, pada level $1729.62.   Di sesi Asia (5/4), Harga emas berpotensi dijual menguji support $1721 bila optimisme dari rilis data tenaga kerja AS di Jumat lalu kembali menopang dollar AS. Jika naik ke atas level $1730, harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $$1737. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: $1721 – $1737.

Minyak Mentah

Harga minyak tutup di hari Jumat untuk libur Good Friday,dengan berakhir naik $1.81 di akhir sesi Kamis, pada level $61.24. Di sesi Asia (5/4), harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $61.75 bila optimisme data ekonomi AS menopang permintaan minyak mentah. Jika turun ke bawah level $60.90, harga minyak berpotensi dijual menguji support $60.40. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: $60.40 – $61.75.

EURUSD

EURUSD ditutup turun  20 pip di level 1.1756 pada hari Jumat karena menguatnya dollar AS pasca perilisan data tenaga kerja AS yang optimis serta kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 di Eropa yang memburuk. Di sesi Asia (5/4), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1735 selama harga bertahan di bawah level 1.1785. Jika naik ke atas level tersebut, EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.1800. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 1.1735 – 1.1800.

GBPUSD

Tertekan oleh sentimen menguatnya dollar AS pasca perilisan data tenaga kerja AS yang optimis telah mendorong turun GBPUSD di hari Jumat, berakhir melemah 6 pip di level 1.3826.   Di sesi Asia (5/4),GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3805 selama harga bertahan di bawah level 1.3850. Jika naik ke atas level tersebut, GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3875. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 1.3805 – 1.3875.

USDJPY

Sentimen menguatnya dollar AS karena perilisan data tenaga kerja AS yang optimis telah memicu kenaikan USDJPY pada hari Jumat, ditutup menguat 7pip di level 110.66. Di sesi Asia (5/4), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 110.85 selama harga bertahan di atas level 110.50. Jika turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpotensi dijual menguji support 110.35. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 110.35 – 110.85. 

AUDUSD

Di sesi Asia (5/4), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 110.85 selama harga bertahan di atas level 110.50. Jika turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpotensi dijual menguji support 110.35. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 110.35 – 110.85. Di sesi Asia (5/4), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7590 selama harga bertahan di bawah level 0.7640. Jika naik ke atas level tersebut, AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7660. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 0.7590 – 0.7660.

Nikkei

Indeks Nikkei ditutup menguat  320poin di level 30015 pada hari Jumat di tengah sentimen pelemahan yen Jepang dan kenaikan saham perusahaan  terkait semikonduktor di tengah mereka berusaha untuk meningkatkan produksi untuk mengatasi kekurangan chip global.  Di sesi Asia (5/4), Indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 30310 selama harga bertahan di atas level 30015. Jika turun ke bawah level tersebut, indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 29895. Potensi pergerakan harga di sesi Asia: 29895 – 30310.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.