Senin, 03 Mei 2021

  • Perdagangan Akhir Pekan, ICBI Naik Tipis +0,09%. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak ditutup menguat dalam rentang terbatas. Harga SUN seri fixed rate bervariasi dengan rata-rata perubahan pada seluruh seri naik +6,07bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +2,92bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata perubahan yield seluruh tenor sebesar –0,86bps. Penurunan yield terbesar terjadi tenor menengah. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat +30,72% menjadi Rp17,37tn. Sedangkan total frekuensi turun –11,19% menjadi 1.453 transaksi. Tren terbatas berlanjut mewarnai pasar obligasi Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan akhir pekan. Pasar masih minim akan sentimen lanjutan yang dominan baik dari global maupun domestik. Fokus pelaku pasar diperkirakan tengah tertuju pada rilis data ekonomi makro pekan depan seperti inflasi, indeks manufaktur, hingga GDP Indonesia Q1-2021. Risiko perlambatan pemulihan ekonomi global juga masih membayangi seiring tengah meluasnya kebijakan lockdown akibat peningkatan kasus Covid-19. Setelah India dan Jerman, Turki juga menerapkan lockdown secara nasional. Today’s Outlook Pasar obligasi Indonesia berpotensi mencatat performa positif pada perdagangan Senin. Sentimen positif diperkirakan berasal dari domestik yakni proyeksi kenaikan indeks markit manufaktur ke level 54 dan proyeksi kenaikan tingkat daya beli atau inflasi bulan April ke level 1,6%yoy. Selain itu, disetujuinya vaksin Covid-19 Sinopharm untuk program vaksinasi mandiri di Indonesia diprediksi turut meredakan risiko di pasar.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada perdagangan Jumat (30/04) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,995, turun 17.34 poin atau 0.29% dibanding hari sebelumnya. Total transaksi sebesar Rp. 9.94 triliun dengan investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp. 18.95 miliar. Terdapat 197 saham menguat, 276 saham terkoreksi dan 168 lainnya stagnan. Sektor keuangan mengalami pelemahan paling tinggi yaitu sebesar 1.01%.

BONDS

  • Harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah diperdagangkan menguat pada hari Jumat (30/04). Yield SUN seri acuan turun pada kisaran 2 – 6 bps dengan yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 2 bps ke level 6.44%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 15.8 triliun, naik dari volume transaksi Kamis (29/04) sebesar Rp 12.3 triliun meskipun masih lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara year to date yang sebesar Rp 20.8 triliun. Survei Pemantauan Harga BI pada pekan terakhir April diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0.18% (mom), 0.63% (ytd) dan 1.47% (yoy) memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga SUN.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Jumat (30/04), Rupiah dibuka di level 14,445 dengan kejadian pertama di 14,445 dan kurs acuan JISDOR di level 14,453 (prior : 14,468). Rupiah diperdagangkan pada range 14,445 -14,460. Pergerakan Rupiah dan SBN diperdagangkan menguat didorong sentimen global yaitu pandangan bank sentral AS The Fed yang menyatakan bahwa pemulihan ekonomi AS belum secepat yang diperkirakan, meskipun data terbaru mencatat pertumbuhan ekonomi menembus 6.4% (yoy) pada kuartal I 2021. Sentimen dari dalam negeri berasal dari Survei Pemantauan Harga BI pada pekan terakhir April diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0.18% (mom), 0.63% (ytd) dan 1.47% (yoy).
  • The Fed menegaskan tidak akan mengubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Suku bunga 0.25% masih akan dipertahankan setidaknya hingga tahun 2023 walaupun perekonomian AS diakui tumbuh lebih tinggi dibandingkan prediksi. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk penghentian pembelian obligasi di pasar. The Fed saat ini melakukan pembelian obligasi atau yang dikenal dengan quantitative easing (QE) senilai US$ 120 miliar/bulan, artinya itu masih akan terus berlanjut dan belum akan dilakukan pengurangan nilai pembelian atau tapering. Yield obligasi AS yang kembali naik membuat indeks dolar AS ikut naik. Kenaikan yield UST ini membuat Rupiah hanya menguat tipis dan sebagian mata uang Asia melemah.

Peluang Pergerakan

EMAS

Positifnya data AS yang mendorong penguatan dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS telah memicu penurunan harga emas pada hari Jumat, berakhir melemah $3.09 di level $1768.70. Aksi jual harga emas berpeluang berlanjut pagi ini (3/5), menguji support di $1760 dibalik outlook menguatnya dollar AS dan tingginya tingkat imbal  hasil obligasi AS karena optimisnya data ekonomi AS akhir-akhir ini. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1774, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $1776. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1760 – $1776

MINYAK

Harga minyak tertekan turun pada hari Jumat, hingga berakhir melemah sebesar $1.40 di level $63.45 karena outlook suram permintaan minyak mentah di tengah pembatasan aktivitas (lockdown) yang di lakukan India dan Brasil. Harga minyak berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (3/5), mengincar support di $63.00 di tengah kekhawatiran melambatnya permintaan serta meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $64.00, berpeluang dibeli membidik resisten di $64.20. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $63.00 – $64.20.

EURUSD

Tertekan oleh sentimen menguatnya dollar AS dan pesimisnya data GDP Jerman telah memicu penurunan EURUSD pada hari Jumat, ditutup melemah 101 pip di level 1.2018. EURUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (3/5), mengincar support di 1.1980 dibalik outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.2065, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.2080. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1980 – 1.2080.

GBPUSD

Di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi politik di Skotlandia menjelang pemilu pada pekan depan dan menguatnya dollar AS telah mendorong penurunan GBPUSD di hari Jumat, ditutup turun 120 pip di level 1.3818. GBPUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (3/5), membidik support di 1.3770 di tengah outlook berlanjutnya penguatan dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3855, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.3870. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3770 – 1.3870.

USDJPY

Abaikan data produksi industri dan indeks manufaktur Jepang yang optimis, USDJPY bergerak naik di hari Jumat hingga berakhir menguat 42 pip di level 109.32 dibalik sentimen penguatan dollar AS.   Aksi beli USDJPY berpotensi berlanjut pagi ini (3/5), mengincar resisten di 109.70 jika masih berlangsungnya sentimen penguatan dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 109.05, berpotensi dijual membidik support di 108.90. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.90 – 109.70.

AUDUSD

AUDUSD berakhir turun 53 pip di level 0.7711 pada hari Jumat dibalik sentimen menguatnya dollar AS dan pesimisnya data indeks manufaktur Tiongkok. AUDUSD berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (3/5), menguji support di 0.7670 jika data ekonomi Australia MI Inflation Gauge yang dirilis pukul 8:00 WIB, dan ANZ Job Advertisement pukul 8:30 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi. Jika hasilnya lebih baik dari estimasi berpeluang memicu kenaikan AUDUSD, mengincar resisten 0.7760. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7670 – 0.7760

NIKKEI

Dipicu kekhawatiran terhadap memburuknya kasus Covid-19 di Jepang dan negara lainnya telah mendorong penurunan indeks Nikkei di hari Jumat hingga berakhir melemah 185 poin di level 28860 Indeks Nikkei berpeluang dibeli pagi ini (3/5), mengincar resisten di 29100 jika sentimen pelemahan yen Jepang mendominasi pasar. Namun, jika pasar kembali cemaskan memburuknya kasus Covid-19 di Jepang, maka indeks Nikkei berpotensi dijual menargetkan support di 28800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28800 – 29100.

HANGSENG

Terbebani oleh data aktivitas manufaktur Tiongkok yang dilaporkan alami perlambatan telah memicu penurunan indeks Hang Seng sebesar 594 poin di level 28436 di hari Jumat. Indeks Hang Seng berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (3/5), membidik support di 28300 jika pasar hindari aset berisiko dibalik kekhawatiran terhadap memburuknya kasus Covid-19 global. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 28570, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 28600. Potensi rentang perdagangan sesi Asia 28300 – 28600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.