Senin, 03 Agustus 2020

  • Hasil FOMC Topang Penguatan Pasar Obligasi. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik tipe konvensional dan syariah ditutup menguat. Mayoritas harga seri SUN fixed rate didominasi menguat dengan rata-rata harga naik +11,93bps.  Kurva yield SBN berpola bullish. Yield tenor 1-30 tahun kompak turun dengan penurunan rata-rata terbesar dialami tenor menengah.  Total volume transaksi hari ini meningkat +22,62% menjadi Rp22,62tn, sementara total frekuensi turun –21,87% menjadi 1.254 transaksi.  Penguatan pasar obligasi hari ini terpicu oleh keputusan the Fed yang masih mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,00%-0,25% atau sesuai dengan konsensus. Selain itu komitmen the Fed yang akan menggunakan berbagai instrumen guna mendukung perekonomian semakin memberikan sentimen positif bagi pasar. Senada dengan pasar surat utang, IHSG pada pedagangan hari ini juga ditutup menguat ke level 5.149,63 (+0,75%). Pasar obligasi diprediksi akan semakin menguat pada perdagangan hari ini. Selain euforia the Fed, rilis data awal GDP AS Q2-2020 yang lebih baik dari konsensus yakni terkontraksi –32,9% dari –34,5% akan menjadi katalis positif bagi pasar hari ini. Selain itu, data manufacturing PMI China yang cenderung membaik dapat turut menjadi amunisi bagi penguatan pasar obligasi.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2020. Posisi M2 tercatat Rp6.393,7 triliun atau tumbuh 8,2% (yoy) pada Juni 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,4% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 melambat dari 9,7% (yoy) pada Mei 2020 menjadi 8,2% (yoy) pada Juni 2020, disebabkan oleh perlambatan giro rupiah. Uang kuasi juga tumbuh melambat, dari 10,5% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 8,1% (yoy) pada Juni 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham tumbuh 31,4% (yoy) pada Juni 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 37,5% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Juni 2020 disebabkan oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit. Aktiva luar negeri bersih pada Juni 2020 tumbuh 12,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2020 sebesar 18,2% (yoy). Selain itu, penyaluran kredit pada Juni 2020 tumbuh 1,0% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,4% (yoy). Sementara itu, keuangan pemerintah tercatat ekspansi, yang tercermin dari peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dari 11,0% (yoy) pada Mei 2020 menjadi 43,0% (yoy) pada Juni 2020.
  • Bank Indonesa menyesuaikan ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah dan Valas Bagi Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), dan Unit Usaha Syariah (UUS) melalui penerbitan ketentuan sebagai berikut :
  • Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.22/10/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi BUK, BUS dan UUS
  • Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 22/19/PADG/2020 tentang Perubahan Keenam atas PADG No.20/10/PADG/2018 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi BUK, BUS, dan UUS.

Kedua ketentuan tersebut berlaku efektif mulai 1 Agustus 2020.

Ketentuan ini menyesuaikan substansi terkait kebijakan pemberian jasa giro kepada BUK, BUS dan UUS yang memenuhi kewajiban GWM dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata. Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2020 memutuskan untuk memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5% per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK, efektif berlaku 1 Agustus 2020. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, dalam rangka memitigasi risiko pandemi COVID-19 terhadap perekonomian serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpeluang melemah dalam jangka pendek di tengah sentimen ketidakpastian politik dan ekonomi di AS setelah data indikasikan perlambatan ekonomi serta belum adanya kesepakatan dalam RUU paket bantuan dimana Gedung Putih yang ingin mengurangi bantuan pemerintah menjadi $200 per pekan sementara partai Demokrat menyerukan untuk mempertahankan jumlah $600. Sementara itu dari sektor komoditas. Harga emas berpeluang mempertahankan kenaikannya akhir-akhir ini karena outlook melemahnya dolar AS, peningkatan kasus virus korona dan melambatnya ekonomi global. Dan untuk harga minyak berpotensi bergerak turun dengan outlook menurunnya permintaan bahan bakar serta OPEC+ yang memangkas level pengurangan produksi mulai bulan Agustus. 

Potensi Pergerakan 

EMAS 
Setelah berakhir menguat $19,58 di level $1975.89/onz di hari Jumat, tampaknya harga emas berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk menguji level resisten di $1990 – $2000 di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan melambatnya ekonomi global. Namun, harga emas berpotensi bergerak turun untuk menguji support di $1976 – $1965 jika dolar AS berbalik menguat, khususnya jika data ISM Manufacturing PMI AS yang dirilis pukul 21:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. 

MINYAK 

Pasca berakhir naik $0,10 di level $40.43 di hari Jumat karena ditopang laporan EIA yang menunjukkan produksi minyak AS turun 2 juta barel di bulan Mei, harga minyak tampaknya berpotensi bergerak turun di awal perdagangan hari ini karena masih adanya kekhawatiran akan melambatnya permintaan dan berkurangnya level pemangkasan produksi oleh OPEC+ mulai bulan Agustus untuk menguji level support di $39.60 – $38.70. Namun, jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS, harga minyak berpeluang naik untuk menguji level resisten di $40.50 – $41.40.

EURUSD 

EURUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek setelah di hari Jumat lalu berakhir melemah 70 pips di level 1.1778 di tengah outlook melemahnya dolar AS untuk menguji level resisten di 1.1830 – 1.1900. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 1.1740 – 1.1670 jika sejumlah data ekonomi zona euro seperti indeks manufaktur dari Spanyol pukul 14:15 WIB, Italia pukul 14:45 WIB, Perancis pukul 14:50 WIB, Jerman pukul 14:55 WIB dan zona Euro pukul 15:00 WIB hasilnya dipandang pesimis oleh pasar. 

GBPUSD 

Pasca berakhir turun 11 pips di level 1.3085 di hari Jumat lalu, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.3130 – 1.3200 di tengah outlook melemahnya dolar AS. Namun, jika pasar cemaskan penyebaran virus korona di Inggris, maka GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun untuk menguji level support di 1.3050 – 1.2980. Fokus hari ini ke data indeks manufaktur Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB.

USDJPY 

Optimisnya data GDP dan indeks manufaktur Jepang yang dirilis pagi ini serta sedang tertekannya dolar AS berpotensi memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 105.50 – 105.00 setelah kemarin ditutup menguat 115 pips di level 105.88. Namun, USDJPY berpotensi untuk kembali naik, menguji resisten di 106.20 – 106.70 jika dolar AS menguat pada perilisan data ISM Manufacturing PMI AS yang optimis pukul 21:00 WIB. 

AUDUSD 

Setelah berakhir turun 51 pips di level 0.7144 di hari Jumat lalu, AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.7190 – 0.7250 karena optimisnya data inflasi Australia dan indeks manufaktur Tiongkok oleh Markit. AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 0.7100 – 0.7040 jika AS menguat pada perilisan data ISM Manufacturing PMI AS yang optimis pukul 21:00 WIB.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.