Senin, 02 Oktober 2020

  • Menutup Perdagangan Oktober, ICBI Menguat Tipis. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat terbatas pada rentang +0,04% hingga +0,07%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan rata-rata harga pada seluruh seri naik +0,57bps. Yield obligasi negara juga bergerak tipis dengan mencatatkan rata-rata kenaikan yield sebesar +0,02bps. Aktivitas perdagangan obligasi menurun dari sisi total volume menjadi sebesar Rp17,40tn (-7,39%). Namun total frekuensi naik menjadi 1.288 transaksi (+8,14%). Menutup perdagangan pekan ini, pasar obligasi Indonesia melanjutkan tren terbatas. Pergerakan pasar diperkirakan lebih didorong oleh faktor trading. Bayang-bayang tekanan masih membayangi pasar obligasi, diantaranya dari negara Korsel yang resmi masuk resesi setelah terkontraksi pada Q2 dan Q3-2020, hingga belum tercapainya kesepakatan stimulus fiskal AS. Namun demikian disisi lain, penguatan kurs spot Rupiah ke level Rp14.625/US$ dapat menjadi sentimen positif untuk pasar SBN. Paska libur panjang, pasar obligasi Indonesia berpotensi masih meneruskan tren terbatasnya pada perdagangan Senin. Pasar akan disajikan beberapa data indeks manufaktur dari China maupun Indonesia. Selain itu, pelaku pasar diprediksi wait and see terhadap dinamika politik di AS jelang Pilpres Donald Trump vs Joe Biden yang akan diselenggarakan pada Selasa esok.
  • Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp. 6,742.9 triliun dibulan September 2020, tumbuh 12.3% (yoy). Pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di bulan Agustus 2020 yang sebesar 13.3% (yoy). Hal tersebut dipengaruhi oleh uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi yang juga tumbuh lebih rendah, uang beredar dalam arti sempit tumbuh 19.3% (yoy) di bulan Agustus dan 17.6% (yoy) di bulan September sedangkan uang kuasi tumbuh 11.5% (yoy) di bulan Agustus dan 10.6% (yoy) di bulan September. Tetap tumbuhnya M2 juga di dorong oleh pesatnya ekspansi keuangan pemerintah yang tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat menjadi sebesar 76.7% (yoy) di bulan September (prior:65.1%) walaupun kredit tercatat hanya tumbuh 0.12% (yoy) dibulan September 2020.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (27/10) di tutup melemah sebesar 0.31% ke level 5, 128.22. Tercatat 176 saham menguat, 232 saham melemah dan 164 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 8.55 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp. 108.24 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Selasa (27/10), harga obligasi pemerintah di tutup stagnan pada beberapa seri benchmark. SBN tenor 10 tahun mencatatkan penurunan 2bps di bandingkan hari sebelumnya. Realisasi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 21 Oktober 2020 mencapai Rp. 1.69 Triliun atau 34.02% dari pagu yang di anggarkan. Realisasi penyaluran anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor UMKM terus di dorong pemerintah dengan meningkatkan pertumbuhan kredit UMKM, khususnya KUR. Sementara ini, pertambahan jumlah kasus COVID-19 masih menjadi salah satu tantangan terbesar terhadap ekspansi bank dalam menyalurkan pinjaman ke masyarakat, sehinggai nvestor masih wait&see terhadap pasar dan kondisi perekonomian di Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Selasa (27/10), Rupiah di tutup menguat terhadap Dollar AS di level 14,625 (prior:14,650) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,690 (prior:14,697). Di pasar obligasi, SBN di perdagangkan relatif sideways, seri benchmark tenor 10 tahun mengalami penguatan dengan yield turun 2bps dan seri benchmark tenor 20 tahun melemah dengan yield naik sebesar 2bps. Berdasarkan data BI, uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh selama 2 bulan terakhir sebesar 13.3% (yoy) pada bulan Agustus dan 12.3% (yoy) pada bulan September. Pertumbuhan  uang beredar dalam arti luas (M2) yang di dukung oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17.6% (yoy) di bulan September 2020 turut menjaga inflasi Indonesia dari tekanan ekonomi selama kuartal 3.

Peluang Pergerakan:

EMAS

Harga emas naik $11.13 di sesi Jumat, berakhir pada level $ 1878.95 Seiring sikap hati-hati pasar jelang akhir pekan sebelum pemilu AS 3 November mendatang.  Sentimen risiko yang lebih lemah, penurunan yield obligasi AS dan sikap hati-hati pelaku pasar jelang pemilu AS berpotensi menopang kenaikan harga emas, harga emas berpotensi beli dengan target kenaikan menguji level resisten di $1885. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1868 – $1885.

MINYAK

Harga minyak ditutup melemah $ 0.39  di level $ 35.72 di akhir sesi Jumat, tertekan kekhawatiran turunnya permintaan sejalan peningkatan wabah Korona global. Kekhawatiran lemahnya permintaan dan bertambahnya jumlah persediaan minyak OPEC berpotensi menekan turun harga minyak . Harga minyak berpeluang jual dengan target penurunan ke  level support $32.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $32.45 – $35.80.

EURUSD

Dolar AS yang mampu menguat jelang pemilu AS telah menekan turun EURUSD pada perdagangan hari Jumat, turun sebesar 24 pips dan ditutup di level 1.1649.  Dolar AS yang mampu menguat jelang pemilihan Presiden AS berpotesi menekan turun mata uang tuggal Eropa, EURUSD berpotensi jual dengan target penurunan ke level support 1.1585. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1585 – 1.1705.

GBPUSD

GBPUSD mampu menguat 17 pips di sesi Jumat dan ditutup pada level 1.2946 karena aksi short covering para pelaku pasar meskipun kasus covid19 yang tinggi di Inggris dan ketidakjelasan Brexit.  Ketidakpastian Brexit, kekhawatiran lockdown di Inggris dan outlook kenaikan dolar AS berpeluang menekan turun mata uang Inggris, GBPUSD berpotensi jual dengan target penurunan ke level support 1.2875. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2875 – 1.2985.

USDJPY

USDJPY naik 2 pips pada level 104.63 di akhir sesi Jumat tertopang aksi ambil untung aset aman yen Jepang. USDJPY berpotensi beli dengan target kenaikan di level resisten di 104.95 selama harga tidak mampu menembus level support 104.35. di bawah level 104.35 USDJPY berpeluang jual dengan target penurunan ke level support 104.15.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 104.15 – 104.95.

AUDUSD

AUDUSD  turun 1 pips berakhir di level 0.7028 pada akhir sesi Jumat, tertekan turunnya harga komoditas tembaga. AUDUSD berpotensi jual dengan target penurunan di level support di 0.6950 selama harga tidak mampu menembus level resisten 0.7030. di atas level  0.7030 AUDUSD berpeluang beli dengan target kenaikan ke level resisten 0.7065.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.6950 – 0.7065.

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup turun 20 poin ke level 23200 di akhir sesi Jumat karena sikap hati-hati pasar jelang pemilu AS mengikis minat pada aset berisiko. Indeks Nikkei berpotensi jual dengan target penurunan di level support di 22865 selama harga tidak mampu menembus level resisten 23240. di atas level  23240 Indeks Nikkei berpeluang beli dengan target kenaikan  di level resisten 23355.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 22865 – 23355.

HANG SENG

Indeks Hang Seng turun 416 poin ke level 24138 di akhir sesi Jumat, tertekan lemahnya minat pada aset berisiko jelang pemilu AS tanggal 3 November. Indeks Hang Seng berpotensi jual dengan target penurunan di level support di 23800 selama harga tidak mampu menembus level resisten 24300. di atas level  24300 Indeks Hang Seng berpeluang beli dengan target kenaikan  di level resisten 24420.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 23800 – 24420.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.