Senin, 02 Maret 2020

  • Pasar Obligasi Melemah Hingga –0,66% Pada Akhir Sesi End of Day Jumat. Pasar obligasi Indonesia melemah semakin dalam pada perdagangan Jumat kemarin. ICBI turun sebesar +0,66% terpicu oleh INDOBexG-TR yang turun –0,70%. Harga SUN seri FR dominan terkoreksi dengan penurunan rata-rata sebesar –74,04bps dan mendorong yield obligasi negara tertekan naik pada seluruh tenor (1-30tahun). Total volume perdagangan obligasi di pasar sekunder turun menjadi Rp33,0tn (-18,72%) dalam 1.631 transaksi (+9,02%). Senada dengan sesi siang, penurunan harga SUN yang semakin dalam terpicu oleh terus meluasnya penyebaran kasus virus Covid-19. Hingga pagi ini, kasus virus covid-19 telah menyebar ke 65 negara. Kasus covid-19 juga menyebabkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga 293poin ke level Rp14.318/US$ (Kurs spot Bloomberg). Pelemahan Rupiah tersebut sejalan dengan net sell asing di pasar SBN yang mencapai Rp19,36tn di pekan ini (24-27 Februari 2020. Tertekannya pasar obligasi di pasar domestik diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini dikarenakan kasus covid-19. Pada jumat lalu, kasus covid-19 telah memicu kepanikan pasar dan mendorong keluarnya asing dari pasar SBN. Tekanan juga datang dari tren pelemahan Rupiah yang diperkirakan juga masih akan berlanjut pada hari ini. Sebagai informasi, CDS Indonesia tenor 5-tahun Jumat kemarin terpantau naik hingga +20,27bps hanya dalam waktu 1 hari.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Januari 2020. Posisi M2 pada Januari 2020 tercatat Rp6.046,7 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,5% (yoy). Akselerasi pertumbuhan M2 disumbang oleh kenaikan seluruh komponennya, baik komponen uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham. Uang beredar dalam arti sempit (M1) meningkat, dari 7,4% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 7,9% (yoy) pada Januari 2020, terutama disebabkan oleh pertumbuhan uang kartal. Uang kuasi pada Januari 2020 juga meningkat sebesar 6,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya (6,1%, yoy). Peningkatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 26,5% pada bulan sebelumnya menjadi 31,8% (yoy) pada Januari 2020. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 pada Januari 2020 disebabkan oleh akselerasi pertumbuhan aktiva luar negeri bersih. Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih meningkat, dari 4,4% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 9,9% (yoy). Di sisi lain, aktiva dalam negeri bersih tumbuh melambat, seiring dengan perlambatan penyaluran kredit serta kontraksi operasi keuangan pemerintah. Kredit pada Januari tumbuh 5,7% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,9% (yoy). Sementara itu, operasi keuangan pemerintah tercatat kontraksi sejalan dengan perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), dari 3,8% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 1,8% (yoy) pada bulan laporan.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Pergerakan pasar di awal pekan ini masih dibayangi kekhawatiran terhadap penyebaran wabah Korona yang makin meluas di luar negara Tiongkok, dan dikhawatirkan berimbas negatif bagi perekonomian global. Hal ini masih berpotensi mendukung meningkatnya minat pasar terhadap aset aman. Di awal pekan dihiasi oleh laporan sektor Manufaktur PMI dari negara Jepang, Tiongkok, Zona Euro, Inggris, Kanada, dan AS, yang berpotensi menjadi penggerak pasar di hari Senin. Pasar juga menantikan laporan kebijakan suku bunga acuan terbaru dari Australia di hari Selasa, dan Kanada I hari Rabu, yang berpeluang menjadi penggerak bagi kedua mata uang terkait. Sedangkan harga minyak berpotensi bergerak dari laporan cadangan persediaan AS di hari Rabu, dan hasil pertemuan OPEC di akhir pekan ini. Dan fokus utama pasar yang biasanya menjadi penggerak utama adalah data tenaga kerja AS, pada hari Jumat malam. Rangkaian data termasuk non-farm payroll dapat menjadi arahan bagi dolar AS dan menggerak bagi mata uang dan komoditas terkait, dinantikan oleh seluruh pasar sebagai salah satu data utama yang menggambarkan tingkat kesejahteraan buruh di AS.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang naik menguji level resisten di $1615 – $1630 bila kekhawatiran perlambatan ekonomi Tongkok dan global berlanjut di tengah penyebaran wabah Korona. Namun jika bergerak turun harga emas berpeluang menguji level support $1560 – $1575.

MINYAK

Kekhawatiran akan melambatnya permintaan minyak mentah di tengah outlook perlambatan ekonomi global berpeluang menakan harga minyak menguji level $43.00 – $43.50. Harga minyak berpeluang naik menguji resisten $46.00 – $47.00 bila ada optimisme OPEC lakukan pemangkasan produksi.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1080 – 1.1110 Bila harapan perekonomian Jerman cdan Zona Euro leih baik dari ekspektasi. Level support EURUSD berada pada kisaran 1.1000.

GBPUSD

Potensi no deal Brexit tampaknya masih menjadi momok bagi Inggris, GBPUSD berpeluang turun menguji level support di 1.2725 – 1.2750. Level Resisten pada kisaran 1.2835 – 1.2905.

USDJPY

Dipicu oleh meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman, USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di kisaran 106.50 – 107.20. Resisten USDJPY berada pada kisaran 108.50 – 109.00.

AUDUSD

Potensi perlambatan ekonomi Tiongkok setelah laporan sektor manufaktur yang dirilis dibawah ekspektasi karena virus korona dan melemahnya harga komoditas tembaga berpeluang menekan AUDUSD menguji level support di kisaran 0.6400 – 0.6465. Resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6550 – 0.6600.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 02/03/2020 pukul 10.55 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.