Senin, 01 Maret 2021

  • Hari Terakhir Perdagangan Bulan Februari, ICBI Ditutup Di Level 308,1760 (-0,42%). Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah. ICBI turun –0,42% dan INDOBeXG-TR turun –0,44%.  Mayoritas harga SUN seri fixed rate bergerak turun pada rentang –5,47bps (FR0053) hingga –204,19bps (FR0080). End of day Jumat, rata-rata harga SUN FR turun –46,74bps. Harga kelompok sukuk negara juga dominan turun dengan rata-rata –21,65bps. Yield obligasi negara bergerak bearish. Rata-rata yield tenor menengah tertekan naik paling tinggi yakni +9,52bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat dengan total volume Rp29,13tn (+1,99%) dan total frekuensi 1.878 transaksi (+7,01%). Tekanan yang dialami pasar obligasi bertahan hingga akhir end of day Jumat. Senada dengan sesi siang, tertekannya pasar obligasi disebabkan oleh tren peningkatan tingkat imbal hasil US-Treasuries, diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang berada dalam tren melemah. Today’s Outlook Pasar obligasi diprediksi berlanjut dalam tekanan pada perdagangan Senin. Harga obligasi berpotensi semakin terkoreksi jika rilis data inflasi Indonesia bulan Februari lebih rendah dari konsensus. Namun, koreksi harga juga berpeluang mereda bahkan rebound meski tipis dipicu aksi trading. Pada perdagangan Senin, katalis positif kemungkinan datang dari data kinerja manufaktur Indonesia, Amerika dan beberapa negara di Eropa bulan Februari.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield turun ke level 1.41% setelah mencatatkan level tertinggi sejak Februari 2020 di atas level 1.60%. Investor kembali memposisikan ulang portofolio, tetapi ekspektasi pemulihan ekonomi seiring peluncuran vaksin coronavirus membebani sentimen dengan data menunjukkan rebound yang kuat dalam belanja konsumen. Departemen Perdagangan melaporkan personal income naik +10% (est. 9.5%; prev. +0.6%). Adapun Personal Consumpstion Expenditure Price Index, acuan The Fed dalam mengukur inflasi, sesuai dengan yang diperkirakan mengalami kenaikan +0.3% MoM (est. 0.2%) atau naik +1.5% YoY (est. +1.5%). Sementara itu, DPR AS akan menyetujui paket pengeluaran bantuan Covid-19 senilai $1.9tn pada hari Jumat, meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi.

Peluang Pergerakan

EMAS

Tertekan oleh penguatan dolar AS yang mampu menguat tajam karena didukung tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS telah memicu penurunan. harga emas sebesar $35.45 di level $1734.32 pada hari Jumat (26/2). Pagi ini (1/3), harga emas berpeluang dijual lebih lanjut menargetkan support di $1727 di tengah outlook tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak naik hingga menemembus ke atas level $1745, berpeluang dibeli menargetkan resisten selanjutnya di $1747. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1727 – $1747

MINYAK

Menguatnya dolar AS karena  tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS telah membebani harga minyak pada hari Jumat (26/2), ditutup turun sebesar $ 1.88 di level $61.58. Harga minyak berpeluang dibeli pagi ini (1/3), menargetkan resisten di $63.00 jika pasar melakukan aksi bargain hunting di tengah laporan turunnya produksi minyak mentah AS dan pemangkasan produksi oleh Arab Saudi. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $62.00, berpeluang dijual membidik support di $61.80. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $61.80 – $63.00.

EURUSD

EURUSD berakhir turun sebesar 104 pip di level 1.2072 pada hari Jumat (26/2) karena dolar AS yang menguat dibalik meningkatnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. EURUSD berpotensi dijual pagi ini (1/3), mengincar support di 1.2050 jika masih berlangsungnya sentimen penguatan dollar AS yang ditopang tingginya tingkat imbal hasil obligas AS. Namun, jika bergerak naik di atas level 1.2115, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.2130. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2050 – 1.2130.

GBPUSD

GBPUSD berakhir melemah sebesar 83 pip di level 1.3925 pada hari Jumat (26/2) karena terbebani oleh penguatan dolar AS yang didukung oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. GBPUSD berpeluang dibeli pagi ini (1/3), membidik resisten di 1.4020 di tengah laporan menteri keuangan Inggris mengatakan bahwa pemerintah siap untuk tawarkan stimulus tambahan sebesar lima miliar pound kepada pengusaha Inggris. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.3940, berpeluang dijual menargetkan support di 1.3930. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3930 – 1.4020.

USDJPY

USDJPY berakhir naik sebesar 29 pip di level 106.52 pada hari Jumat (26/2) karena ditopang oleh sentimen dolar AS yang menguat tajam didukung oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. USDJPY berpotensi dijual pagi ini (1/3), menguji support di 106.00 karena data Final Manufacturing PMI Jepang yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya lebih baik dari perkiraan. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 106.80, berpeluang dibeli membidik resisten di 107.00. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 106.00 – 107.00.

AUDUSD

AUDUSD berakhir turun sebesar 165 pip di level 0.7706 pada hari Jumat (1/3) karena tertekan oleh  dolar AS yang menguat tajam didukung oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pesimisnya data Private Sector Credit Australia. AUDUSD berpeluang dibeli pagi ini (1/3), menguji resisten di 0.7800 karena data ekonomi Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB yaitu ANZ Job Advertisement hasilnya optimis. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 0.7720, berpeluang dijual menguji support di 0.7700. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7700 – 0.7800.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 170 poin ke level 29390 di hari Jumat (26/2) karena tertekan oleh aksi jual oleh investor di tengah tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang melonjak tajam. Indeks Nikkei berpeluang dibeli pagi ini (1/3), menargetkan resisten di 29700 karena data Final Manufacturing PMI Jepang yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya lebih baik dari perkiraan. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 29340, berpeluang dijual menguji support di 29300. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29300 – 29700.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir turun sebesar 483  poin di level 28968 di hari Jumat (26/2) karena tertekan oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang melonjak tajam. Indeks Hang Seng berpeluang dibeli pagi ini (1/3), menguji resisten di 29100 jika data ekonomi Tiongkok Caixin Manufacturing PMI yang dirilis pukul 8:45 WIB hasilnya optimis. Namun, jika hasilnya pesimis, berpotensi memicu aksi jual menargetkan support di 28800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28800 – 29100.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.