Seluruh indeks return obligasi Indonesia masih tertahan di zona merah

  • Seluruh indeks return obligasi Indonesia masih tertahan di zona merah. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,33% ke level 239,9719; INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) turun –0,37% ke level 235,4911; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,13% ke level 261,2833. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik hingga +5,11bps. Tenor pendek (<5tahun) tertekan naik paling tinggi dengan rata-rata sebesar +6,34bps. Sementara dua tenor lainnya masing-masing naik sebesar: tenor menengah (5-7tahun) +5,33bps dan tenor panjang (>7tahun) +4,86bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin berada di level 8,0513 atau naik +0,0664poin dari penutupan sebelumnya. Koreksi harga berlanjut mewarnai seluruh seri SBN (FR & ORI) termasuk seri-seri SUN Rata-rata harga SUN benchmark kemarin turun sebesar -63,38bps, adapun secara keseluruhan turun sebesar –37,63bps. Pada perdagangan kemarin, pelemahan harga seri SUN acuan terbesar tercatat sebesar –82,90bps oleh seri FR0075. INDOBeXG-Clean Price kemarin turun –0,39% ke level 109,3734. Aktivitas perdagangan pasar sekunder terpantau meningkat. Total volume transaksi obligasi naik +3,00% dari Rp11,88tn menjadi Rp12,23tn, dan total frekuensi naik +35,49% dari 448 kali menjadi 607 kali. Pada transaksi kemarin, seri-seri SUN tenor panjang tampak yang paling solid ditransaksikan dengan mencatatkan akumulasi kenaikan volume sebesar Rp841miliar. Seri FR0065 tercatat sebagai seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp2,30tn. Adapun frekuensi teraktif tercatat sebanyak 73 kali oleh FR0072. Untuk transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar dan frekuensi teraktif dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni BBRI02BCN3 yakni Rp150miliar dengan 18 kali transaksi. Kinerja pasar obligasi domesik tampak semakin tertekan. Sejalan dengan meningkatnya ekspektasi risiko di global, tingkat imbal hasil SBN juga semakin tertekan naik yakni di rentang +3,98bps hingga +8,98bps. Tensi perang dagang AS-China diprediksi akan kembali memanas paska Donald Trump mengeluarkan statement bahwa dia tetap akan mengenakan tarif bea masuk jika ternyata hasil perundingan dagang AS-China nantinya tidak seperti yang diinginkan. Di sisi yang lain, China juga merasa belum ada kata sepakat dalam pembicaraan antara Jinping dan Trump di sela-sela KTT G-20 pekan kemarin. Tekanan global lainnya datang dari kekhawatiran pasar terhadap outlook perekonomian AS setelah yield US-Treasury tenor pendek (2&3-tahun) berada dalam level yang lebih tinggi dari level tenor menengah-nya (5-tahun). Semua tekanan tersebut turut memicu kembali diburunya dollar AS dan menyebabkan Rupiah di pasar Spot kembali terdepresiasi ke level Rp14.403/US$ (-111,0poin). Tren koreksi diprediksi berlanjut pada perdagangan hari ini. Perang dagang AS dan kekhawatiran pasar terhadap kondisi perekonomian AS masih akan menjadi alasan tertahannya laju positif pasar SBN. Dari dalam ngeri, Rupiah yang kembali berada dalam tren terdepresiasi juga akan semakin memberikan tekanan bagi pergerakan harga obligasi domestik

EKONOMI GLOBAL

  • Pada hari ini OPEC akan mengadakan pertemuan di Austria untuk membahas mengenai rencana pemangkasan produksi yang akan dimulai tahun 2019. Sejak produksi minyak di AS melonjak hingga mencapai rekor tertingginya sepanjang masa dan outlook melambatnya perekonomian global yang berdampak pada berkurangnya permintaan akan minyak, OPEC sudah memberikan outlook pemangkasan produksi 1,2 hingga 1,4 juta barel per hari yang akan dimulai tahun 2019. Ini dilakukan untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan. Rilis data tenaga kerja versi ADP yang sempat tertunda karena hari berkabung, pada hari ini akan dirilis. Dollar berpotensi melemah jika data menunjukan penambahan tenaga kerja yang lebih sedikit dari estimasi. Ada pula rilis data non-manufaktur yang akan menjadi penggerak dollar selanjutnya.

Potensi Pergerakan

Emas

Penguatan harga emas belum mampu menembus ke atas level 1240 hingga perdagangan sesi Asia hari ini. Jika serangkaian data AS dirilis lebih rendah dan menekan dollar, penguatan selanjutnya akan mengincar 1247. Selama belum mampu menembus level 1240, harga emas masih akan cenderung melemah ke support 1230. Itu pun jika mampu konsisten menembus bergerak di bawah 1238.

Minyak Mentah

Sudah mulai menjauh dari level terendah tahun 2018, penguatan harga minyak berpeluang mengincar level 55.00 jika mampu menembus 54.00. Support di level 51.60.

EURUSD

Minim rilis data dari zona euro, pergerakan EURUSD akan bergantung pada pergerakan dollar. Jika dollar mendapat sentimen negatif dari rilis data, peluang penguatan EURUSD akan menguji 1.1370 sebelum mengincar 1.1400. Sebaliknya, potensi pelemahan dengan support terdekat di 1.1320 sebelum mengincar 1.1300.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi masih dalam kecenderungan melemah di tengah masih adanya kekhawatiran tentang proposal Brexit yang diperkirakan ditolak oleh Parlemen Inggris. Potensi pelemahan akan menguji support 1.2700 sebelum mengincar 1.2680. Resisten di 1.2760.

USDJPY

Di awal perdagangan hari ini yen mendapat sentimen positif dari komentar Gubernur BoJ Kuroda yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sudah mulai naik secara bertahap dan masih optimis bahwa perekonomian sudah dalam lajur yang tepat untuk mencapai target inflasi 2%. USDJPY berpotensi lanjut untuk turun jika mampu konsisten bergerak di bawah 112.80 mengincar 112.55. Resisten di level 113.20.

AUDUSD

Data penjualan ritel Australia yang dirilis sesuai estimasi dan lebih baik dari sebelumnya tidak mampu menjadi sentimen penguatan AUDUSD di awal perdagangan hari ini. Tampaknya, sentimen risk aversion investor karena kekhawatiran dari hubungan dagang AS-China masih menjadi sentimen negatif. Potensi pelemahan selanjutnya akan menguji level psikologis 0.7200 dan resisten di level 0.7275.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 06/12/2018 pukul 09.59WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.