Seluruh indeks return obligasi ditutup menguat pada perdagangan kemarin

  • Seluruh indeks return obligasi ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,25% ke level 249,6370. Sedangkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) naik +0,25% ke level 244,8323, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,22% ke level 272,7915. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –1,05bps. Hanya rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) yang naik sebesar +0,41bps. Adapun rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) turun masing-masing sebesar –4,88bps dan –7,21bps. INDOBeXG-Effective Yield ditutup turun –0,0334poin di level 7,6695. Harga kelompok SUN benchmark ditutup menguat pada seluruh serinya dengan rata-rata harga naik sebesar +42,20bps. Harga FR0079 naik paling tinggi sebesar +55,22bps. Sedangkan penguatan harga terendah dicatatkan seri FR0077 yakni +21,67bps. Harga SUN secara keseluruhan (tipe FR & ORI) juga dominan menguat dengan rata-rata kenaikan sebesar +16,19bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price turut mencatatkan kenaikan sebesar +0,19% ke level 110,7968. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi kemarin turun dari sisi total volume yakni sebesar –48,71% dari Rp14,27tn menjadi Rp7,32tn. Sementara itu total frekuensi naik tipis dari 657 transaksi menjadi 658 transaksi. Penurunan volume terjadi pada transaksi SUN seluruh tenor dengan penurunan terbesar dicatat tenor panjang yakni Rp4,02tn dalam sehari. Pada perdagangan kemarin, FR0068 mencatat total volume transaksi SBN terbesar yakni Rp672miliar, sedangkan FR0075 menjadi yang teraktif dengan 76 transaksi. Pada obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar tercatat sebesar Rp301miliar oleh ISAT03ACN1 dan seri teraktif diraih oleh PNBN02SBCN2 sebanyak 29 transaksi. Senada dengan sesi siangnya, pasar obligasi dalam negeri masih sanggup mencatatkan penguatan. Kondisi ini terlihat dari kenaikan harga mayoritas seri fixed rate, ORI, serta sukuk sehingga turut menopang penurunan imbal hasil pada mayoritas tenor. Ditengah sepi sentimen lanjutan, positive return kemarin diperkirakan masih didorong oleh persepsi positif investor terhadap indikator ekonomi dalam negeri seperti surplus neraca perdagangan Februari yang meningkatkan ekspektasi terhadap perbaikan defisit transaksi berjalan dan berlanjutnya tren apresiasi Rupiah. Kurs spot Rupiah ditutup menguat sebesar 21poin ke level Rp14.239/US$. Peningkatan persepsi positif investor yang disertai dengan penurunan risiko tercermin dari indikator CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun sebesar –2,90bps ke level 82,63. Senada dengan kinerja pasar SUN, pasar saham juga menguat sebesar +0,75% ke level 6.509,45. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan Selasa ini. Selain karena masih minimnya sentimen lanjutan, pasar juga mulai mencermati pelaksanaan rapat FOMC yang akan dimulai hari ini dan RDG-BI pada rabu esok. Sebagai informasi, pemerintah akan melaksanakan lelang Sukuk Negara hari ini dengan rincian 1 seri SPN-S new issuance dan 5 seri PBS

EKONOMI GLOBAL

  • GBPUSD sempat mendapat tekanan dari berita peringatan Juru Bicara Parlemen Inggris John Bercow kepada Theresa May bahwa parlemen tidak akan menerima proposal kesepakatan yang sudah diajukan sebelumnya. Hal ini sempat membuat kekhawatiran bahwa May bisa saja kembali tidak mendapat dukungan mengenai kesepakatan yang terbatas oleh penolakan parlemen tersebut. Menanti outlook kepastian Brexit, rilis data indeks rata-rata upah Inggris pukul 16.30 WIB serta tingkat pengangguran bisa menjadi katalis penggerak selanjutnya bagi GBPUSD. Diekspektasikan indeks rata-rata upah hanya tumbuh 3,2% lebih rendah dibandingkan sebelumnya 3,4%. Dari Zona Euro, akan rilis dana indeks sentimen ekonomi di Jerman versi ZEW pukul 17.00 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas masih mendapat sentimen positif dari kekhawatiran pasar terhadap perekonomian AS yang stagnan. Outlook sikap dovish The Fed dari hasil rapat kebijakan Kamis dini hari nanti turut menopang harga emas. Mampu konsisten bergerak di atas 1306, peluang penguatan harga emas selanjutnya mengincar 1310 sebelum mengincar 1314. Support di level psikologis 1300.

Minyak Mentah

OPEC yang tetap berkomitmen memangkas produksinya di tengah masih berjalannya sanksi Iran dan terganggunya produksi Venezuela menjadi sentimen kenaikan harga minyak. Di tengah upaya penyeimbangan supply. Peluang harga minyak lanjut naik akan menguji level 60.00 sebelum mengincar 60.50. Support di level 58.30.

EURUSD

Sentimen ekonomi di Jerman diprediksi meningkat tipis di angka -11.0 dibandingkan sebelumnya -13.4. Jika data dirilis lebih tinggi, EURUSD berpeluang menguat setelah outlook perlambatan ekonomi selalu membebani. Tembus level 1.1355, peluang lanjut naik mengincar 1.1370. Support terdekat di level 1.1310.

GBPUSD

Jika rilis data indeks rata-rata upah dapat menjadi katalis positif, peluang GBPUSD naik akan menguji area level tertinggi Juni 2018 di 1.3330 sebelum mengincar 1.3375. Sebaliknya, jika ternyata outlook Brexit kembali membebani, potensi turun ke support 1.3185.

USDJPY

Potensi outlook dovish dari The Fed berpotensi mengurangi permintaan terhadap dollar. Dampaknya, USDJPY berpotensi turun. Jika mampu tembus 111.15, potensi turun lebih lanjut mengincar level psikologis 111.00. Resisten terdekat di level 111.60.

AUDUSD

Meski notulensi RBA pagi tadi memperlihatkan adanya indikasi pemangkasan tingkat suku bunga, namun melihat kondisi tenaga kerja yang terus membaik dan tingkat pengangguran yang terus turun ke angka 4,75%, AUDUSD sempat bergerak naik di awal perdagangan hari ini. Peluang untuk lanjut naik perlu konsisten bergerak di atas 0.7120 sebelum mengincar 0.7130. Support terdekat di 0.7075.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 19/03/2018 pukul 10.57WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.