Selasa, 31 Desember 2019

  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tercatat meningkat pada November 2019. Posisi M2 pada November 2019 tercatat Rp6.072,7 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy). Akselerasi pertumbuhan M2 berasal dari peningkatan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1). Uang beredar dalam arti sempit (M1) menunjukkan peningkatan, dari 6,6% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 10,5% (yoy) pada November 2019, bersumber dari peningkatan uang kartal dan giro rupiah. Sementara itu, komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham tumbuh melambat. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada November 2019 terutama disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah, serta akselerasi penyaluran kredit. Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih tercatat meningkat, dari 2,0% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 4,6% (yoy). Operasi keuangan pemerintah juga tercatat ekspansi sebesar 2,4% (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -10,0% (yoy). Ekspansi tersebut sejalan dengan peningkatan tagihan sistem moneter kepada Pemerintah Pusat yang diikuti dengan perlambatan kewajiban terhadap Pemerintah Pusat. Selain itu, penyaluran kredit yang tumbuh meningkat, sebesar 7,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,6% (yoy), turut mendorong peningkatan uang beredar.

EKONOMI GLOBAL

  • Aksi militer AS untuk menekan milisi di Irak dan Suriah masih berpeluang menjadi penggerak pasar awal sesi hari ini. Pemerintah Irak sudah mengecam aksi militer AS di negaranya yang dipandang telah merugikan negara Irak. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpeluang meningkatkan harga minyak disebabkan kekhawatiran terhambatnya aliran pengiriman minyak mentah. Aset safe haven seperti harga emas dan yen Jepang juga berpotensi menguat karena tingginya sikap hati-hati pasar. Fokus pasar pada data AS CB Consumer Confidence, jam 22:00 WIB yang menjadi penggerak di akhir tahun, bila dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, berpeluang menekan harga emas turun.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi naik dalam jangka pendek menguji $1525 setelah data ekonomi manufaktur Tiongkok yang lebih baik memicu aksi beli emas. Level support pada kisaran $1515.

MINYAK

Bila ketegangan di Timur Tengah masih berlanjut, berpotensi angkat harga minyak naik menguji resisten $62.00 – $62.40. Level support pada kisaran $61.00 – $61.20.

EURUSD

EURUSD masih berpotensi naik menguji resisten 1.1220 – 1.1250 bila pelemahan dolar berlanjut di tengah ketegangan di Timur Tengah. Level su[pport pada kisaran 1.1150 – 1.1180.

GBPUSD

Minimnya kabar Brexit dan jelang libur akhir tahun, disertai peluang pelemahan dolar AS atas ketegangan di Timur Tengah, berpeluang angkat GBPUSD naik menguji resisten 1.3150. Level support pada kisaran 1.3065.

USDJPY

Bila aksi militer AS di Timur Tengah berlanjut melemahkan dolar, USDJPY berpotensi turun menguji support 108.55. Level Resisten pada kisaran 109.00 – 109.20.

AUDUSD

Pelemahan dolar AS atas gerakan militer di Iraq dan Suria masih berpotensi membantu AUDUSD naik dalam jangka pendek menguji resisten 0.7020 – 0.7050. Level support pada kisaran 0.6950 – 0.6980.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa , 31 Desember 2019 pukul 11.54 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.