Selasa, 30 Juni 2020

1.png

  • Imbal Hasil Seluruh Tenor Naik, ICBI Turun –0,07% . Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk melemah pada perdagangan Senin. Harga seri-seri SBN fixed rate didominasi penurunan dengan rata-rata perubahan turun sebesar –14,22bps. Yield SBN mencatatkan kenaikan yield pada seluruh tenor 1-30tahun dengan rata-rata naik +1,77bps. Kenaikan yield tertinggi terjadi pada kelompok tenor pendek. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp22,04tn (+57,22%). Sementara total frekuensi naik tipis menjadi 1.039 transaksi (+0,58%). Pasar obligasi domestik ditutup dalam tren negatif hingga akhir perdagangan Senin. Kondisi tersebut dikarenakan peningkatan risiko pasar terkait proses pemulihan ekonomi global yang berpotensi terganggu akibat masih tingginya penyebaran Covid-19. Indikator kenaikan risiko pasar terlihat dari naiknya CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar +4,94bps ke level 135,47. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah turut melemah ke level Rp14.245/US$. Pasar obligasi Indonesia masih berpotensi melemah namun dengan kecenderungan lebih mereda pada perdagangan Selasa. Ditengah antisipasi pasar terhadap kondisi penyebaran Covid-19 yang membuat diberlakukannya kembali partial lockdown di beberapa negara, kabar positif terkait perkembangan vaksin Covid-19 diharapkan dapat meredam tekanan di pasar. Pada Selasa ini, pasar diprediksi juga akan concern terhadap data manufaktur China

EKONOMI GLOBAL

  

  • Jepang melaporkan output industri untuk Mei turun 8,4% di Mei dari bulan sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan pasar untuk penurunan 5,6%. Sementara itu Tiongkok juga telah melaporkan data Manufacturing PMI dan Non Manufacturing PMI, data – data ini dirilis melebihi ekspektasi yang sekaligus menandai ekonomi yang mulai pulih. Selanjutnya pasar akan menantikan testimony Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell bersama Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin di hadapan komite jasa keuangan DPR AS mengenai kebijakan menghadapi pandemi wabah covid-19.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1780
– 1785 karena tertopang oleh kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang melambat karena kasus baru coronavirus. Level support harga emas berada pada level 1765 – 1760.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 40.00 – 40.50 karena data AS yang positif, Namun penurunan pada aktivitas industri Jepang berpotensi menekan harga minyaks menguji level support 38.90 – 38.50.

EURUSD

Outlook penguatan dolar AS dan masih suramnya perekonomian zona euro berpotensi menekan EURUSD menguji level support di 1.1220 –  1.1200, level resisten EURUSD berada pada kisaran 1.1280 – 1.1300.

GBPUSD

Kekhawatiran hard Brexit dan dolar AS yang berpotensi menguat berpeluang kembali menekan GBPUSD menguji level support 1.2260 – 1.2230.  Level resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2350 – 1.2380.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerask naik menguji level resisten 107.80 – 108.10 karena data produksi industri jepang dirilis lebih buruk dari estimasi. Level support USDJPY berada pada level 107.35 – 107.05.

AUDUSD

Ditopang oleh optimisnya data Manufacturing PMI dan Non Manufacturing PMI Tiongkok AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 0.6900 – 0.6920. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6850 – 0.6820.

 

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

 

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.