Selasa, 29 September 2020

  • Sesi Perdagangan Senin, Pasar Obligasi Menguat Tipis. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk mencatatkan penguatan terbatas. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan rata-rata harga pada seluruh seri hanya mencatat kenaikan sebesar +4,02bps. Kurva yield PHEI-IGSYC cenderung bergerak mixed. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun –0,62bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat. Total frekuensi tercatat sebanyak 1.030 transaksi (+3,41%) dan total volume sebesar Rp13,75tn (+13,57%). Pergerakan pasar oligasi Indonesia kembali mencatatkan pola yang terbatas dan lebih disebabkan oleh faktor trading.  Tren sideways pasar diperkirakan lebih disebabkan oleh belum adanya sentimen lanjutan di pasar baik dari domestik maupun global sehingga pelaku pasar cenderung melakukan wait and see. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah melemah ke level Rp14.900/US$ dan IHSG turun –0,79% ke level 4.906,55. Pola sideways diperkirakan masih akan mewarnai pasar obligasi Indonesia hari ini. Pada pekan ini, wait and see diprediksi berlangsung hingga pertengahan pekan jelang rilis GDP Final Q2-0 negara UK dan US. Pada hari Selasa, pemerintah akan menyelenggarakan lelang SBSN untuk 6 seri dengan target indikatif Rp10,00tn dan sekaligus merupakan lelang terakhir di Q3-2020.
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan hingga saat ini BI telah menyalurkan total anggaran sebesar Rp 662.1 triliun dengan porsi kepemilikan SBN per 25 September 2020 sebesar Rp 640.6   triliun dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pelonggaran likuiditas (QuantitativeEasing/QE). Dana yang disalurkan pada tahap pertama sebesar Rp. 419.9 triliun pada periode Januari – April 2020 dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dipasar sekunder sebesar Rp 166.2triliun , term repo perbankan Rp 160 triliun, fix swap Rp 40.8 triliun, penurunan GWM pada Januari – April Rp. 53 triliun dan FX swap sebesar Rp 124.4 triliun. BI dan otoritas fiskal juga berupaya memperkuat sinergi dengan burden sharing untuk menangani defisit anggaran pemerintah.

EKONOMI GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Senin (28/09), Rupiah ditutup melemah terhadap USD dibandingkan hari sebelumnya di level 14,900 (prior:14,870) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,959 (prior:14,951). Sementara itu, harga SBN ditutup menguat terbatas untuk seri benchmark tenor 5 dan 15 tahun. Ketua Kongres Nancy Pelosi menyatakan bahwa kesepakatan terkait paket stimulus pandemi kemungkinan dapat terlaksana melalui usulan Partai Republik yang diterima Partai Demokrat AS. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ada potensi berlanjutnya skema burden sharing di Indonesia pada tahun depan yang akan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Mixed sentiments masih mempengaruhi ketidakpastian pasar dalam melakukan investasi.
  • Dolar AS melanjutkan pelemahannya kemarin, setelah kabar RUU bantuan stimulus ekonomi AS oleh pemerintah akan segera dicapai, seperti yang diumumkan juru bicara partai Demokrat AS, Nancy Pelosi, bahwa partai Demokrat pada parlemen AS telah menyiapkan penawaran yang tidak akan membahayakan keuangan negara kedepannya. Menopang minat pasar terhadap aset berisko, terutama bursa Wall Street. Pelaku pasar juga menantikan debat pencalonan presiden pertama antara Trump – Biden yang dijadwalkan pada malam hari Selasa waktu AS, melepas aset likuid dolar AS yang telah menguat di pekan lalu. Harga emas terbantu naik tetapi minat pada aset berisiko membatasi penguatan harga emas semalam.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir naik sebesar $19.94 di level $1881.48 karena didukung oleh dolar AS yang melemah serta pasar yang mengkhawatirkan kenaikan kasus korona. Harga emas berpotensi naik uji resisten $1888 selama harga bertahan di atas $1877 dan dolar AS melanjutkan pelemahannya. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1872 – $1888.

Minyak
Ditopang oleh optimisnya ekonomi Tiongkok dan berkurangnya cadangan minyak AS pekan lalu telah menopang kenaikan harga minyak sebesar $0.53 di level $  40.57. Harga minyak berpotensi uji resisten $41.00 bila menembus ke atas level $40.80 dan sentimen pemulihan ekonomi Tiongkok dan RUU stimulus AS berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: $40.25 – $41.00.

EURUSD
Manfaatkan pelemahan dolar AS, EURUSD berakhir naik sebesar 35 pips di level 1.1666 pada perdagangan hari Senin. EURUSD berpotensi naik uji resisten 1.1670 jika pelemahan dolar AS berlanjut dan harga masih bertahan di atas level 1.1655. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1640 – 1.1700.

GBPUSD
Didukung pelemahan dolar AS dan optimisnya pasar terhadap negosiasi Brexit telah menopang GBPUSD sebesar 87 pips di level 1.2833. GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2915 jika sentimen pelemahan dolar AS dan optimisme pembahasan brexit berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2825 – 1.2915.

USDJPY
USDJPY berakhir turun sebesar 8 pips di level  105.50 di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya minat beli pada aset berisiko seperti indeks Nikkei dan pasar yang optimis pada ekonomi Tiongkok. USDJPY berpotensi turun menguji support 105.20 jika pelemahan dolar AS berlanjut dan minat pada aset aman yen Jepang masih bertahan. Peluang rentang harga di sesi Asia: 105.20 – 105.80.

AUDUSD
Ditopang kenaikan harga komoditas tembaga dan melemahnya dolar AS, AUDUSD berakhir menguat sebesar 42 pips di level 0.7071. AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7120 jika pelemahan dolar AS masih berlanjut dan harga bertahan di atas 0.7060. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7035 – 0.7120.

Indeks Nikkei

Ditopang oleh kenaikan pada saham teknologi di Wall Street, indeks Nikkei berakhir menguat sebesar 200 point di level 23390 pada hari Senin. Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 23630 jika minat beli aset berisiko masih berlanjut dan harga bertahan di atas level 23240. Peluang rentang harga di sesi Asia: 23140 – 23630.

Indeks Hang Seng

Sentimen pulihnya ekonomi Tiongkok dan menguatnya pasar Saham Wall Street telah menopang kenaikan indeks Hang Seng sebesar 429 point di level 23579. Selama bertahan di atas level 23420 dan sentimen pemulihan ekonomi Tiongkok berlanjut, Indeks Hang Seng berpotensi naik menguji resisten 23765. Peluang rentang harga di sesi Asia: 23300 – 23765.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.