Selasa, 29 Oktober 2019

  • Ketiga indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional berlanjut menguat makin tinggi awal pekan ini. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,16% masing-masing ke level 271,3663 dan 265,9457. Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,14% ke level 294,5499. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun sebesar –2,43bps. Masing-masing kelompok tenor mencatat penurunan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) –2,24bps; menengah (5-7tahun) -3,60bps; dan panjang (>7tahun) –2,31bps. Akhir sesi end of day kemarin INDOBeXG-Effective Yield berada di level 6,9704 (–0,0192poin). Senada dengan sesi siang, harga SUN benchmark seri FR0077, FR0078 dan FR0079 ditutup menguat akhir sesi end of day kemarin pada rentang +25,00bps hingga +46,41bps. Harga SUN seri FR secara keseluruhan juga didominasi penguatan dengan rata-rata seluruh serinya naik sebesar +12,93bps. Adapun rata-rata harga kelompok SUN acuan naik sebesar +21,29bps. Senin kemarin, INDOBeXG-Clean Price menguat +0,10% ke level 115,0860. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder cenderung stagnan dengan total frekuensi sebanyak 744 transaksi (-5,22%) dan total volume sebesar Rp13,04tn (+5,77%). Transaksi SUN benchmark kemarin terpantau sepi dengan total volume sebesar Rp2,35tn (-36,08%) dalam 94 transaksi (-16,07%). Seri FR0076 masih menjadi SBN teraktif dengan 86 transaksi. Sedangkan total volume terbesar senilai Rp2,44tn dicatat seri FR0081. Dari korporasi, frekuensi teraktif sebanyak 8 transaksi dicatat seri SMLPPI01B. Sementara total volume terbesar senilai Rp279miliar berlanjut dicatat BCAP02CN1. Pasar obligasi domestik mengawali pekan ini dengan performa positif. Indeks return obligasi negara menguat makin tinggi dibanding sesi siang yakni sebesar +0,16% dari +0,12%. Optimisme penurunan FFR pada rapat FOMC bulan ini ke level 1,50%-1,75% menjadi salah satu alasan semakin menguatnya harga seri-seri obligasi. Imbal hasil SBN pada seluruh tenor juga semakin turun/bullish hampir di seluruh tenor pada kisaran –0,01bps hingga –5,51bps. Menurut survey Bloomberg, probabilitas penurunan FFR di bulan ini sudah mencapai 90,90%. Faktor pendorong lainnya adalah sinyal positif dari Uni Eropa yang bersedia menunda deadline Brexit dari akhir Oktober ini menjadi Januari 2020. Rally harga diprediksi berlanjut pada perdagangan hari ini paska tersiar kabar bahwa AS tengah mempelajari kemungkinan penangguhan tarif pada barang China senilai US$34miliar (dilansir Reuters). Senada dengan pasar obligasi, IHSG Senin kemarin ditutup menguat +0,21% di level 6.265,38. Pasar obligasi diprediksi berlanjut menguat pada perdagangan hari ini terpicu optimisme penurunan FFR, sinyal positif dari UE ditundanya deadline Brexit, dan proses damai dagang AS-China. Semua kondisi tersebut berpontensi mendorong lelang SBSN pada hari ini berlangsung semarak. Hari ini pemerintah akan melaksanakan lelang SBSN dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp7,00tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Komisi Uni Eropa telah menyetujui permintaan parlemen Inggris untuk menunda batas akhir pelaksanaan Brexit ke tanggal 31 Januari 2020, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan lebih cepat dari jadwal. Penundaan Brexit ini adalah penundaan yang terakhir yang diperbolehkan, dengan nada positif dari mayoritas anggota Parlemen inggris sudah menyetujui rancangan kesepakatan Brexit yang sudah disusun oleh PM Inggris, Boris Johnson dan komisi Uni Eropa, mendukung penguatan mata uang Euro dan Poundsterling semalam. Presiden AS, Donald Trump mengemukakan pernyataan positif kembali terkait pertemuan dagang AS – Tiongkok, menyatakan penanda-tanganan kesepakatan dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal bila semua pembahasn sudah diselesaikan. Sebelumnya penanda-tanganan kesepakatan dagang AS – Tiongkok direncanakan ditanda -tangani oleh presiden kedua negara pada pertemuan APEC di Chili, 12-13 Desember mendatang. AS juga menyatakan mempertimbangkan memperpanjang pengecualian tarif untuk 34 miliar dolar produk import dari Tiongkok sebagai bagian dari kesepakatan dagang tersebut. Fokus data penggerak pasar lainnya hari ini diantaranya: Pidato Ketua Reserve bank of Australia, Phillip Lowe, berpeluang melemahkan AUDUSD bila bernada dovish. Harga emas berpeluang turun dari data kepercayaan konsumen versi Consumer Board AS malam nanti bila dirilis lebih tinggi dari ekspektasi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi turun menguji support $1483 – $1488 setelah komentar positif dari Trump terkait kesepakatan dagang AS – Tiongkok .Level resisten harga emas pada kisaran $1498 – $1500.

MINYAK

Kekhawatiran tingkat cadangan minyak mentah AS yang tinggi dan spekulasi pasar terhadap laporan ekonomi Tiongkok akan kembali memburuk, berpotensi menekan harag minyak mengusi support $55.00 – $55.40. Level Resisten pada kisaran $56.00 – $56.50.

EURUSD

Penundaan Brexit berpotensi mendukung penguatan EURUSD menguji resisten 1.1100 – 1.1125. Level support pada kisaran 1.1050 – 1.1070.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2900 – 1.2950 setelah disetujuinya penundaan Brexit semalam. Level Support pada kisaran 1.2770 – 1.2800.

USDJPY

Minat pasar pada aset beresiko setelah komentar positif Trump semalam berpotensi angkat USDJPY naik menguji resisten 109.00 – 109.50. Level support pada kisaran 108.50 – 108.70.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6870 – 0.6900 bila pasar masih menanggapi komentar positif Trump terkait kesepakatan dagang AS – Tiongkok. Level support pada kisaran 0.6760 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 29/10/2019 pukul 12.20WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.