Selasa, 29 Juni 2021

  • Pasar Obligasi Semakin Sideways, ICBI Ditutup Menguat +0,004%. Indeks return obligasi Indonesia, ICBI, ditutup menguat meski sangat tipis yakni +0,004%. Harga SUN seri fixed rate dominan terkoreksi dengan ratarata harga pada seluruh seri turun –5,70bps. Sementara itu, rata-rata harga sukuk negara turun –2,99bps. Pergerakan yield obligasi negara tampak terbatas yakni dalam rentang –1,38bps hingga +1,14bps. Adapun rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,63bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder stagnan dengan total volume Rp14,26tn (-2,06%) dan total frekuensi 1.273 transaksi (-0,08%). Pasar obligasi berlanjut sideways pada hari pertama perdagangan pekan terakhir Juni. Masih belum adanya sentimen baru, ditengah semakin tingginya angka kasus terkonfimasi Covid-19 di Indonesia diduga menjadi penyebab gerak pasar yang terbatas. Adapun Rupiah di pasar spot tampak semakin melemah dengan ditutup turun 20,0poin di level Rp14.445/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi diprediksi masih akan sideways dengan sentimen yang membayangi pasar juga masih sekitar perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri. Namun, aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berpotensi sedikit lebih semarak dengan adanya pelaksanaan lelang SBSN. Senada dengan di pasar sekunder, pelaksanaan lelang SBSN hari ini diprediksi turut dibayangi tingginya kasus Covid-19 sehingga mendorong tingkat imbal hasil yang diminta peserta lelang cukup tinggi.
  • Penerapan tax holiday berhasil mendatangkan rencana investasi sebesar Rp 1,287 triliun pada 2018-2021 dengan total realisasi sebesar Rp 25.13 triliun. Selain itu, fasilitas tax allowance mampu meningkatkan rencana investasi ke Indonesia sebesar Rp 26.67 triliun dengan total realisasi sebesar Rp 542 miliar. Berdasarkan rencana nilai investasi tersebut, diproyeksi penyerapan tenaga kerja sebesar 72,452. Sementara itu pemerintah tetap memberikan subsidi terhadap pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang atau jasa yaitu sembako dan sekolah di luar objek pajak baru. Pemberian subsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori tidak mampu karena sembako dan jasa pendidikan serta jasa kesehatan banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (28/06) Rupiah dibuka di level 14,400/14,430 dengan kejadian pertama di level 14,430 dan ditutup melemah di level 14,445 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,472 (prior: 14,447). Adanya pemberian stimulus untuk pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi, jaringan internet (broadband) di AS dan pertimbangan The Fed untuk untuk mulai mengurangi pembelian obligasi mortgage lebih cepat daripada T-bonds berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu kebijakan tax holiday tahun 2018-2021 meningkatkan rencana investasi sebesar Rp 1,287 triliun dan pemerintah tetap memberikan subsidi terhadap pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang atau jasa yaitu sembako dan sekolah di luar objek pajak baru.
  • Kesepakatan infrastruktur bipartisan berhasil dicapai untuk membuat kebijakan pemberian stimulus untuk pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi dan jaringan internet (broadband) di AS. Program ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan laba dari korporasi. Dengan progres dari stimulus yang masih dalam proses ini pelaku pasar cenderung berhati hati. Sementara itu petinggi The Fed mempertimbangkan untuk mulai mengurangi pembelian obligasi mortgage lebih cepat daripada T-bonds dikarenakan meningkatnya harga rumah di AS. Hal tersebut membuat kontrak future bursa saham AS cenderung mixed, S&P500 cenderung flat, Dow Jones turun 44 poin dan NASDAQ naik 0.2%.

Dolar AS masih nampak menguat di awal sesi Selasa (29/6), di tengah optimisme pasar terhadap kenaikan tingkat suku bunga The Fed.

Peluang Pergerakan:

Emas

Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Senin sebesar $3.26 di level $1777.85 karena dolar AS yang kembali menguat ditopang optimisme investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Di sesi Asia (29/6), harga emas berpotensi dijual menguji support $1770 selama harga bertahan di bawah level $1783. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resisten $1790. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1770 – $1790.

Minyak Mentah

Meningkatnya jumlah kasus baru covid-19 di sejumlah negara yang kembali memicu kekhawatiran permintaan bahan bakar serta kenaikan dolar AS telah memicu penurunan harga minyak sebesar pada hari Senin sebesar $1.24 di level $72.74. Di sesi Asia (29/6), harga minyak berpotensi dijual menguji support $72.30 selama harga bertahan di bawah level $73.00. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resisten $73.50. Potensi rentang harga di sesi Asia: $72.30 – $73.50.

EURUSD

Dolar AS yang mampu menguat di tengah keyakinan investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed telah menekan turun EURUSD pada hari Senin sebesar 10pip di level 1.1922. Di sesi Asia (29/6), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1900 selama harga bertahan di bawah 1.1940. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resisten 1.1955. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1900 – 1.1955.

GBPUSD

Di tengah kabar rendahnya tingkat kematian akibat wabah Korona di Inggris dan pembahasan Brexit yang nampak lebih baik, terhadap penguatan dolar AS kemarin, GBPUSD berakhir naik 2 pip ke level 1.3879. Di sesi Asia (29/6), GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3830 bila laporan Nationwide HPI Inggris dirilis di bawah ekspektasi pada jam 13:00 WIB. Jika naik ke atas level 1.3880, berpeluang dibeli menguji resisten 1.3900. Potensi rentang harga di sesi Asia:1.3830 – 1.3900.

USDJPY

Minat yang tinggi terhadap aset aman yen Jepang di tengah kenaikan kasus covid-19 global telah menekan turun USDJPY sebesar 17pip di level 110.61 pada akhir perdagangan hari Senin.Di sesi Asia (29/6), USDJPY berpotensi dijual menguji support 110.35 selama harga bertahan di bawah level 110.65. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resisten 110.85. Potensi rentang harga di sesi Asia:110.35 – 110.85.

AUDUSD

Dolar AS yang mampu menguat dan turunnya harga komoditas tembaga telah memicu penurunan AUDUSD sebesar 27pip di level 0.7564. Di sesi Asia (29/6), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7535 selamaharga bertahan di bawah level 0.7580. Jika n aik e katas level tersebut, AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7600. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7535 – 0.7600.

Nikkei

Tingginya penularan kasus covid-19 di Jepang telah memicu aksi jual terhadap indeks Jepang, turun sebesar 90poin dan ditutup di level 28895. Di sesi Asia (29/6), indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 28580 selama harga bertahan di bawah level 28915. Jika naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli mneguji resisten 29000. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28580 – 29000.

Hang Seng

Tertekan oleh menguatnya dolar AS telah memicu penurunan indeks Hang Seng pada hari Senin sebesar 72poin di level 29183. Di sesi Asia (29/6), indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28965 selama harga bergerak di bawah level 29200. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resisten 29330. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28965 – 29330.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.